Tips Membongkar-Pasang Engine (Mesin) Sepeda Motor Bebek dan Matik

horizontal engine cub

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh
Semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita semua di mana pin kita berada, aamiin.

Dahulu kala, mesin selonjoran (horizontal) seperti ini sempat menjadi primadona. Karena dipakai di hampier semua motor, mulai dari motor bebek (cub) dan sport. Bahkan skutik jaman sekarang juga masih pakai mesin selonjoran seperti ini, hanya saja sudut terhadap garis horizontal semakin bertambah, alias semakin ndangak.

Karena konstruksi silinder antara skutik dan motor bebek hampir sama, maka proses membongkarnya juga serupa. Perbedaan engine antara skutik dan motor bebek adalah pada bagian transmisinya. Motor menggunakan gearbox sedangkan skutik menggunakan cvt (continuously variable transmission).  Perhatikan gambar berikut…

engine honda suprax125 and vario150-motogokil

Gambar 1. Silinder dan kepala silinder (half cut) honda supra x125 dan vario 150

Sebelum melakukan pembongkaran mesin bagian atas (half cut) yang terdiri dari silinder dan kepala silinder (head) beserta isinya, perlu ditanyakan

“Mengapa bagian ini harus dibongkar ?”

Jawabannya adalah karena ada part/komponen di bagian dalam silinder atau kepala silinder yang rusak dan harus diganti. Kerusakan pada mesin bagian bawah yang berisi crankshaft (bandul) dan gearbox, juga harus mengikut sertakan pembongkaran bagian atas. Karena 4 baut panjang (stud) pengikat silider, terpasang pada bagian kiri dan kanan crankcase (disatukan oleh silinder dan head silinder).

Beberapa komponen yang rusak yang menggantinya harus membongkar bagian ini adalah :

  1. Piston + ring piston serta pin piston. Kalau 3 part ini rusak dan harus diganti maka harus membongkar head dan silindernya
  2. Dinding silinder baret, nggentong atau aus melebihi toleransi

Kerusakan pada komponen ini ditandai dengan keluarnya asap putih di knalpot yang menandakan oli terbakar, tenaga kurang maksimal dan mesin lebih berisik dari semestinya.

Sekarang mari dimulai tips membongkar mesin bagian atas supra dan vario 125 pgmfi.

  1. Pelepasan beberapa part yang menempel di silinder dan kepala silinder. Pada motor bebek paling jadul, misalnya honda grand (c100) yang part yang menempel pada kepala silinder adalah :
    – knalpot,
    – busi beserta kabel busi+cop dan
    – manifold (karbu).
    Sedangkan pada motor bebek yang lebih canggih yang sudah injeksi, perangkat yang menenmpel lebih banyak, selain knalpot dan manifold (throttle body), apa part lainnya yaitu :
    – sensor oksigen,
    – sensor suhu oli mesin
    – SASS (secondari air supply system).
    Dan pada sepeda motor injeksi berpendingin cairan (liquid cooled) ada tambahan part lagi yaitu :
    – selang cairan pendingin,
    – pompa air pendingin dan
    – beberapa clamp-stay untuk memegang selang atau kabel.
    Sekarang perhatikan perbedaan antara silinder dan kepala silinder beserta part yang menempel pada nya pada motor jadul (honda supra) dan motor yang lumayan canggih (vario 125 pgmfi). Pada head dan silinder vario 125 pgmfi terlihat lebih ruwet, karena semakin banyak part yang menempel di situ.part yang harus dilepas dari silinder-head-motogokil
    Gambar 2. Komparasi silinder dan kepala silinder honda supra dan honda vario 125 pgmfi beserta semua komponen yang menempel padanya

    Pada tahapan ini bisa sekalian dilakukan inspeksi, servis dan penggantian part-part yang dilepas tersebut. Yang biasa dilakukan saat servis adalah :
    – pemeriksaan tingkat isolasi (kekedapan terhadap air) dari seal cop busi
    – keakuratan pengukuran sensor-sensor
    – kelenturan selang air pendingin dan kebocoran pada sambungan-sambungan

    Jadi semua kompenen-komponen tersebut harus lepas semua, sehingga penampakan silinder dan head-nya jadi jauh lebih sederhana, gundul seperti Gambar 1.

  2. Pelepasan tutup kepala silinder. Dilakukan untuk :
    • Melihat dan mengetahui kondisi timing gear dan rantai keteng/kamprat. Untuk sepeda motor tertentu, penggantian rantai kamprat yang terlalu kendor tidak harus melepas silinder dan head-nya, misalnya pada honda star, prima, grand, revo, supra dan yang lainnya. Jika berniat ingin melepas kepala silinder, maka harus dilakukan pelepasan timing gear (gir pada noken as). Agar hubungan antara mesin bagian atas dan bagian bawah terlepas.
    • Men-stel kerenggangan kleppenyetelah klep honda-motogokil
      Gambar 3. Penyetelan kerenggangan klep honda supra dan vario 125 pgmfiSaat tutup kepala silinder sudah terlepas, mekanik bisa memanfaatkan untuk memeriksa dan menstel kerenggangan klep in dan ex. Selain itu juga diperiksa kinerja dari tensioner serta memeriksa tingkat kekendorang rantai kamprat.
  3. Sebelum melakukan pelepasan kepala (head) silinder, maka rantai kamprat harus dilepaskan. Dengan demikian terpisahlah bagian atas (silinder head) dan bagian bawah poros crankshaft. Untuk melepas rantai kamprat harus didahului dengan proses penempatan piston pada posisi top-end.penentuan posisi top end honda-motogokil
    Gambar 4. Penentuan posisi top-endPada supra dengan memutar magnet ke depan, sampai tanda “T” pas dengan panah (nok). Kalau pada vario, harus melepas baut dan menggeser radiator, agar kipas bisa diputar untuk menempatka tanda “T” pada posisinya. Dan dengan posisi T yang tepat maka posisi piston tepat di titik tertinggin dan posisi klep sedang free, alias bebas tidak tertekan oleh rocker arm-noken as-kamprat.
    Kemudian tekanan dari tensionel juga dihilangkan dengan melepasnya dari dinding silinder. Pada generasi motor jadul terkadang untuk menghilangkan tekanan tensioner, harus membukan pembuangan oli di sisi kiri untuk meniadakan tekanan tensioner.

    melepas tensioner honda-motogokil
    Gambar 5. Pelepasan tekanan dari tensioner rantai kamprat

    Baru setelah itu, rantai kamprat bisa dilepaskan dari gir timing yang biasanya terpasang di noken-as (camshaft). Cara membukanya hampir sama, antara motor bebek jadul seperti supra dan  vario 125 pgmfi. Cuma beda model baut saja, pada supra baut ukuran 8 pada vario 125 pgmfi baut hexa ukuran 6. Lepar baut tersebut dan terlepas pulan  gir timing dari camshaft.

    melepas rantai kamprat dari gir timing honda-motogokil Gmabar 6. Melepas rantai kamprat dari gir timing honda supra dan vario 125 pgmfi

  4. Selanjutnya kepala silinder bisa dilepas, dengan melepas dulu beberapa mur dan baut pengikatnya di 4 mur yang haru dilepas pada baut utama (stud) dan beberapa baut tambahan pemasangan (antara kepala silinder ke silinder).melepas baut pengikat head ke crankcase honda-motogokil
    Gambar 7. Melepas baut pengikat heand-slinder-crankcase honda supra dan vario 125 pgmfiBaru kemudian kepala silinder bisa dilepas dengan mudah. Jika agak sulit itu artinya lem gasket masih cukup kuat. Cara melepasnya bisa sedikit dicungkil dengan obeng minus, atau sedikit diketuk dengan palu untuk melepaskannya. Kemudian bisa dilanjutkan dengan melepas silinder, sehingga tampak piston yang terpasang pada stang piston (conrod).

    melepas head dan silinder honda-motogokil
    Gambar 8. Pelepasan head silinder dan silinder honda supra dan vario 125 pgmfi

    Karena kepala silinder sudah terbuka, maka kondisinya bisa diketahui. Jika tumpukan kerak karbon sudah cukup tebal, maka bisa dibersihkan dengan dikerik menggunakan obeng minus atau cutter, atau diamplas dengan hati-hati. Begitu pula dengan kondisi klepnya, terutama klep in (intake) yang biasanya dibalik payunganya banyak tumpukan kerak karbon.

  5. Karena piston sudah bisa dilihat dengan jelas, maka jika memang terjadi kerusakan pada piston dan ring piston, piston bisa dilepas dengan cara melepas klip pengganjal pin piston. Selanjutnya pin piston bisa dorong dengan jari dari arah sebaliknya dan ditarik menggunakan tang kecil. Dan terlepaslah piston dari stang piston (conrod).melepas piston dari stang piston (conrod)-motogokil
    Gambar 9. Pelepasan piston dari stang piston (conrod)Karena piston sudah terlepas, maka bisa sekalian diperiksa tingkat keausannya. Juga dengan ring piston, jika sudah melebihi toleransi yang diizinkan maka sudah layak untuk diganti. Jika piston masih ingin digunakan lagi, sementara tumpukan kerak sudah cukup tebal, maka harus dibersihkan. Sedangkan pin/pen piston biasanya awet jika pelumasan berlangsung normal.
    Bagitu pula dengan dinding silinder jika terlihat baret atau nggentong (keausan tidak merata, biasa nya bagian tengah), maka harus diganti untuk memperbaiki performa engine. Jika ingin melakukan oversize, maka otomatis piston dan ring piston harus diganti dengan ukuran oversize yang sesuai. Ini hanya bisa dilakukan untuk sepeda motor yang menggunakan boring baja, semantara sepeda motor yang menggunakan boring diasil, nikasil, scem terpaksa harus ganti silinder.

Itulah tips membongkar silinder untuk sepeda motor dengan engine yang posisinya horozontal (selonjoran). Karena pembongkaran tahap selanjutnya berbeda untuk mesin bebek jadul (supra) dan mesin modern vario 125 pgmfi, maka akan iwf tuliskan dalam artikel terpisah. Karena pembahasannya masih sangat panjang

Bagi yang bermasalah dengan per klep, bos klep, kerak di klep, kerak di ruang baskar, ring piston lemah, silinder baret dan lain sebagainya bisa memanfaatkan tips ini untuk bongkar-pasang. Pemasangan dilakukan dengan langkah sebaliknya. Jangan lupa siapkan kunci-kunci, gasket yang baru, sealent, bensin dan sabun buat cuci tangan, serta kopi.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum warochmatullohi wa baroaktuh

Baca juga beberapa artikel yang tidak kah menarik yang terkait dengan bongkar-pasang mesin sepeda motor :

Tentang piston dan segala permasalahannya

Juga beberapa artikel lainnya yang terkait dengan kompenen yang bekerja sinergis dengan piston, yaitu :

Advertisements

$where = 0;

25 responses to “Tips Membongkar-Pasang Engine (Mesin) Sepeda Motor Bebek dan Matik

  1. Wah ini base on true storie banget sepetinya

    • kalau tahu ujiannya mekanik motor lebih ngerih lagi
      motor suruh bongkar sebongkar bongkarnya, kemudian semua komponen diaduk-aduk dalam baki besar, kemudian calon mekanik suruh pasang lagi, sampa disatrter bisa nyala mesinnya

  2. Teringat pertama kali bongkar mesin tanpa dipandu itu mbongkar mesin Honda Win…
    *Mbongkar saja…nggak ikut masang lagi

  3. Waah runut dan detil step by stepnya.. mantepp pak..!

  4. Saya nyerah kalo suruh bongkar itu blok mesin, tp klo bersihin CVT motor matik oke lah hehehehehe

  5. saya belum berani kalau sampe seperti ini…
    beraninya cuman bongkar filter sama karburator… wkwkwk…

    • dulu tahun 90-an aku juga cuma berani buka rante sama ban
      setelah ikut kursus mekanik, ternyata bongkar-pasang mesin motor tidak sesulit yang dibayangkan
      kunci2nya juga nggak banyak2 amat

  6. Belum pernah bongkar, ga punya alat praktek dan yang mau dibongkar

  7. Mantab pak,…cocok buat yang pengin bongkar mesin sendiri nih.

  8. Wah kalo udah gini ndak paham wkwkwkw

  9. asli, masalah bongkar-bongkar mesin udah gak paham, bisanya cuma bersihin busi. 😀

  10. Mantab Pakdhe, kalau di rumah mau bongkar-bongkar sendiri, kendalanya alat gak lengkap.

    • dilengkapi dulu,
      tapi kalau ada kendaraan lain nggak masalah, saat yang satu dibongkar
      yg satu bisa dipake kerja dan ke toko untuk beli kunci2 yang kurang

  11. Wah ini yang paling saya ga brani… Bongkarnya sih bisa… Tapi….

  12. Bukan tipikal saya banget nih bongkar daleman mesin, saya cuman tau cara make yg bener n safety aja Pak

  13. Sayang motor bebek kesayangan saya sudah keburu dijual. Baru sempat bongkar karbu aja saat itu..

  14. dari dulu sampe sampe sekarang belum bisa nyopot noken as mesin 4 tak … wkekwk

  15. Sangat bermanfaat, Pak

  16. Dahulu kala pertama kali bongkar mesin adalah motor 2 tak…tapi kalau motor 4 tak belum pernah

  17. Yang penting jangan laba baut…hahaha

  18. Ini sih harus langsung praktek Pak……Joss tipsnya

  19. nais inpoh pak… jadi ngayal suatu saat ada workshop untuk blogger…

  20. ujian prakter, dapat mesin shogun dibongkar semua dan harus rakit dari nol. alhamdullah berhasil. 😀

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan