Category Archives: Ngaji

[Ngaji Islam] Segera Renungkan…Sebelum Keduluan Mati !


Sebagai seorang rider, mungkin kita pernah secara langsung melihat kecelakaan yang berakhir pada kematian. Kalaupun tidak, pastinya kita sering mendengar kejadian dan kisah-kisah kematian di jalan, baik melalui media sosial, ataupun cerita teman saat nongkrong. Dan memang kehidupan seorang rider sangat dekat dengan kematian, bahkan hanya sekian milimeter atau sekian mili detik saja.

Oleh karena itu saudaraku muslim tercinta, sebelum kematian menjemput kita kapan saja mari kita merenungi beberapa nash dari Al Qur’an dan hadits shohih berikut ini


  • Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan
    sebenar-benar takwa kepada-Nya. Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS 3 Ali ‘Imron ayat 102)
  • Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS 2 Al Baqoroh ayat 208)

Dalam renungan kita, mari kita bertanya

“Apakah kita sudah menjadi orang Islam ?”

“Apakah dengan dituliskannya kolom agama Islam, sudah menjadikan saya orang Islam ?”

“Apakah dengan hanya ucapan ‘saya muslim’, sudah menjadikan kita orang Islam ?”

Ternyata tidak wahai saudaraku, Islam perlu pembuktian, bukan cuma tulisan di KTP dan bukan cuma ucapan juga bukan karena keturunan. Apa buktinya ? Buktinya adalah

Jika dihadapan kita diberikan dua jalan, yaitu jalan yang lurus yang ditunjukkan oleh Allah dan Rosul-Nya (shirothol mustaqqim) dan jalan syaithon, mana yang kita pilih ? Jika memilih jalan Allah dan Rosul-nya, maka kita memilih untuk menjadi muslim, dan sebaliknya.

Dan yang demikian banyak dijumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya, masalah sederhana yang sering kita lakukan yaitu “makan”;

  • Perintah Allah dan Rosul-Nya menggunakan tangan kanan
  • Menggunakan tangan kiri seperti syaithon yang terkutuk

Kita pilih yang mana ? Begitu pula dengan kegiatan yang lain yang melibatkan kegiatan hati (cinta, benci, berharap dan cemas), ucapan dan anggota badan.

Kalaupun kita tidak bisa melakukan semua perintah Allah dan Rosul-Nya, maka niatkanlah untuk melakukannya. Jangan malah membenci perintah tersebut, demi menuruti hawa nafsu dan ajakan syaithon. Karena jika demikian maka kita bisa termasuk dalam golongan yang memusuhi syari’at Allah Subhanahu wata’ala. Dan takutlah, jika kita tidak berusaha ber-Islam secara kaffah, justru saat kematian datang ketika kita sedang berada di dalam jalan syaithon, alias mati su’ul khotimah, naudzubillah.

Semoga yang sedikit ini bisa menjadi nasihat bagi admin motogokil sendiri, dan juga bagi para pemirsa.

Yang salah datang dari diri al fakir admin motogokil dan syaithon, sementara semua yang benar datang dari Allah subhanahu wa ta’ala. Semoga Allah mengaruniakan kita ilmu yang bermanfaat, rizki yang barokah dan amalan sholeh yang diterima, aamiin.

Akhiru kalam, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

 

Advertisements

[Ngaji Romadlon] Malam Lailatul Qodr, Mengejar Ketertinggalan

berburu malam lailatul qadar

mukadimah4

Bro n sis saudara se-Islam dan se-Iman yang dirahmati Allah SWT. Barangkali kita pernah merenung dalam sedikit waktu di hidup kita, tentang apa yang kita alami sampai saat ini. Suka dan duka mewarnai kehidupan kita, dan ketika kita melihat kawan sejawat atau famili yang meninggal lebih dahulu, terhentaklah kita. Kapan giliran kita akan dipanggil, menghadap kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa.

Ketika kesadaran ini muncul, maka tergambarlah baik samar maupun jelas, tentang apa saja yang pernah kita lakukan. Mungkin ada banyak kebaikan di sana, tapi juga sangat mungkin banyak kejelekan yang kita lakukan. Bahkan jika amalan sholeh yang kita lakukan dianggap sebagai ketaatan dan wujud rasa syukur kepada Allah SWT, sungguh sangat jauh dari kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada kita selama ini. Perhatikan Firman Allah ini… Continue reading

[Ngaji Romadlon] Ilmu Dunianya Ph.D tapi Ilmu Agamanya Masih TK

kesimbangan ilmu

mukadimah4

Ungkapan pada judul di atas mungkin pernah kita lihat dalam beberapa status teman kita, di medsos. Ada yang langsung “baper” dan merasakan bahwa hal tersebut benar, dan terjadi pada dirinya, sehingga ia bersemangat memperbaiki pemahaman agamanya. Ada pula yang tidak menganggap sama sekali, diacuhkan, dicuekin, bodo amat emangnya gue pikirin.

Perbedaan tanggapan tersebut sangat mungkin terjadi tergantung kapasitas keimanan masing-masing.

O.o.o.o gw muslim yang beriman !

Ok, kalau muslim tentunya bersyahadat dong, yaitu dua-kalimat-syahadat-terlengkap-di-islam

Ok…sudah artinya ?

Ya tahu dong, tuh ada terjemahannya.

Sudah tahu makna dan konsekuensinya ?

Hah…apaan tuh ? Emang apaan makna dan konsekuensinya ?

Lha..disinilah pentingnya ilmu. Kalau makna dan konsekuensi dari rukun Islam yang pertama ini, kita tidak tahu, maka layaklah dinyatakan bahwa ilmu agama kita masih tevel tk, atau bahkan lebih rendah..masih level play group.

Maknanya adalah

Yaitu beri’tikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadah kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala, menta’ati hal terse-but dan mengamalkannya.

dan

Yaitu mengakui secara lahir batin bahwa beliau (Muhammad Rosululloh SAW) adalah hamba Allah dan RasulNya yang diutus kepada manusia secara keseluruhan, serta mengamalkan  konsekuensinya: menta’ati perintahnya, membenarkan ucapannya, menjauhi larangannya, dan tidak menyembah Allah kecuali dengan apa yang disyari’atkan. [Sumber]

Setelah mengaku muslim, apa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir (hari pembalasan) ?

Ooo ya jelas dong, karena dunia ini ada karena diciptakan oleh Allah SWT, kalau hari pembalasan….(mulai kecut karena membayangkan neraka). Mbohlah (bodo ah) terserah Allah saja nanti. Yang penting sekarang dulu, bisa kerja yang halal, tidak merugikan orang lain, dll.

Kan katanya ilmu dunia dan akhirat harus seimbang ?

Terus terang sih, emang jarang (banget) ngaji. Fokus ke studi/kerjaan supaya bisa kerja, dapet penghasilan banyak, mudah-mudahan bisa jadi orang kaya, bisa naik haji, menghajikan orang tua, menyumbang panti asuhan, membangun masjid. Seimbang kan ?

dunia_akhirat_seimbang

Yakin lo, saat kerja tidak melanggar syariat Islam (mengerjakan yang haram) ? Yakin lo kalau sudah kaya mau haji, sedekah dan amal jariyah, biasanya semakin kaya semakin pelit ? Atau yakin lo masih idup sebelum semuanya terlaksana ?

Nggak juga sih, trus musti bagaimana ?

Ya kalau lo tadi bilang harus seimbang, bukan berarti sama, akan tetapi proporsional. Harus ada prioritas mana yang harus “lebih” untuk di perhatikan, mana yang kemudian. Jadi proporsinya harus seimbang sesuai dengan kadar akibatnya pada diri kita. Inilah proporsi kehidupan dunia dan akhirat

perbandingn dunia dan akhirat

Kita (termasuk penulis) sering bepikir dan bertindaknya jungkir balik. Untuk mencari yang kecil, bahkan kecil sekali (dunia), kita mengorbankan pengorbanan yang sangat besar. Sebahagian waktu, tanaga, perhatian kita fokuskan untuk mengejar dunia. Sementara untuk akhirat kita, hanya sisa-sisa nya saja, bahkan sering tidak sempat kita lakukan. Dan inilah hakikat dari gambar judul di atas,

“Ilmu dunia sarjana tapi ilmu akhirat cuma tk”

Sebelum kita keburu mati, mari kita seimbangkan proporsinya. Dan jangan khawatir, jika kita belajar ilmu agama/akhirat dengan baik, maka dapat dipastikan kita dapat manfaatnya untuk memotivasi mendapatkan ilmu dunia. Karena di dalam Al Qur’an dan As Sunnah terdapat semua ilmu yang menjadikan amalan kita menjadi benar dan diterima oleh Allah SWT. Jadi tepatlah jika disabdakan oleh Rosululloh SAW dalam sebuah hadits :

islam-dan-ilmu-pengetahuan

Dan jika kita ingin mendapatkan kehidupan yang baik, maka ilmu agama/akhirat harus diutamakan. Seperti sabda Rosululloh SAW berikut ini

kebiakan seseorang adalah paham-agama

Dan marilah kita semua sadar, harus benar-benar sadar bahwa kita didunia ini layaknya musyafir yang sedang singgah di warung untuk sekedar minum, sebentar sekali.

al musafir

Jadi tujuan kita adalah akhirat. Dan di akhirat tidak ada tempat lain selain surga dan neraka. Kalau jalan kita lurus sesuai dengan syari’at maka insya Alllah kita akan menuju surga. Tapi kalau melenceng, tersesat dan terjerumus serta belum sempat taubat sebelum mati, maka kita akan menempati tempat kita di neraka, naudzubillah.

Oleh karena itu, marilah kita semua jangan malas dan bosen untuk belajar agama. Karena jika tidak, maka kita dikhawatirkan akan melakukan beberapa hal yang menyebabkan kita merugi di akhirat kelak. Beberapa hal tersebut adalah :

  1. Jatuh ke dalam memusyrikan (musyrik), mensekutukan Allah SWT
  2. Beramal tapi tidak diterima oleh Allah SWT
  3. Secara sengaja/tidak sengaja menghapus amal sholeh yang telah dilakukan
  4. Jatuh kedalam dosa besar dan dosa kecil tanpa disadari
  5. Masuk dalam perangkap iblis, yang memperdayakan
  6. Melakukan tindakan yang sia-sia, tidak ada manfaatnya sama sekali
  7. Dan lain-lain

Jangan bilang tidak tahu ! Karena kita dikarunia akal untuk memahami itu semua. Khawatirkanlah nasib kita, nasib keluarga kita di akhirat kelak. Apakah termasuk golongan kanan (penghuni surga) atau masuk golongan kiri (penghuni neraka).

Astaghfirulloh, ya Allah …ampunilah dosa kami, berilah kami petunjuk ke jalan yang lurus, tetapkan kami dalam agama-Mu sampai ajal menjemput kami, aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Yang benar datang dari Allah SWT, yang salah datang dari ane al-fakir, wallohua’lam, wassalamu’alaikum wR wB.

doa kafarotul majlis

 

 

[Ngaji Islam] Wahai Saudaraku, Siapakah Idola Kalian ???

mukadimah4

Bro and sis yang baik hati dan semoga dirahmati Allah SWT. Tentunya kita sering melihat, baik diri kita sendiri juga orang-orang di sekitar kita, bahwa kita memiliki seorang (atau beberapa orang) idola. Sayangnya sebahagian besar si pengidola bersikap berlebihan dalam mencintai idolanya, dan semua yang berlebihan pastilah efeknya tidak baik. Bahkan mereka menidolakan orang-orang yang sesungguhnya tidak begitu mereka kenal. Karena blog motogokil.com, spesialisnya adalah dunia permotoran, maka mari kita lihat apa pengaruh seorang idola (pembalap motogp, misalnya  rossi, marquez dll) terhadap pengidolanya (fbr, fbm, dll).

Sesungguhnya suka terhadap sesuatu yang besifat mubah, tidaklah mengapa. Akan tetapi jika kemudian “sesuatu” tersebut menjadi idol/idola, dan dicintai secara berlebihan, maka bagi seorang muslim, bisa berbahaya. Karena akan memberikan pengaruh akan kehidupannya baik di dunia, maupun di akhirat. Perhatika beberapa dalil berikut ini

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة

Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.”

[HR. Thobroni dalam Ash Shogir dan Al Awsath. Perowinya adalah perowi yang shahih kecuali Muhammad  bin Maimun Al Khiyath, namun ia ditsiqohkan. Lihat Majma’ Az Zawaid no. 18021.]

Wah gawat juga ya, kalau kita cinta rossi, marquez, lorenzo, dan lain-lain, kemudian mereka mati dalam keadaan kafir dan ditakdirkan oleh Allah SWT masuk neraka, maka kita juga akan dikumpulkan bersama mereka di neraka. Apes benar nasih kita.

Kok begitu logikanya dimana ?

Logikanya begini, setiap pengidola akan berusaha mengikuti idolanya. Pertama-tama mungkin hanya masalah penampakan (dzohir) misalnya nomor. Sebagai contoh; rossi pakai nomor 46, maka nomor di motor, baju dan lain-lain si pengidola ikut juga 46.  Sampai di sini tidak menjadi masalah, karena tidak berdampak apa-apa terhadap amalan/ibadah seseorang.

Akan tetapi jika kemudian sang idola semakin dicintai, maka pengaruhnya akan lebih dalam. Karena pengidola bisa saja akan memiliki keyakinan bahwa semua yang dikatakan idolanya adalah benar, semua tindakannya adalah benar, dan merupakan kebanggan jika mampu mengikutinya. Gawatnya bagi kaum muslimin, jika mebenarkan kemaksiatan yang dilakukan oleh idolanya, maka lambat laun akan diikutinya juga. Sang idola main perempuan, pengidola mencontoh. Sang idola minum khomr, pengidola juga ikut. Maka layaklah jika sang idola masuk neraka, pengidola juga ikut masuk neraka.

Mengapa bisa demikian ? Karena sifat meniru sang idola adalah manusiawi, alias lumrah. Dan merupakan salah satu watak bawaan yang diciptakan oleh Allah Ta’ala, yaitu  kecenderungan untuk selalu meniru dan mengikuti orang lain yang dikaguminya (idola), baik dalam kebaikan maupun keburukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها ائتلف وما تناكر اختلف

Ruh-ruh manusia adalah kelompok yang selalu bersama, maka yang saling bersesuaian di antara mereka akan saling dekat, dan yang tidak bersesuaian akan saling berselisih [HSR al-Bukhari (no. 3158) dan Muslim (no. 2638)]

Lalu bagaimana dengan kita sebagai seorang muslim, dalam mensikapi permasalahan ini ? Ya pastilah kita harus mengidolakan, mencintai dan meniru manusia terbaik yaitu Muhammad Rosululloh SAW. Karena beliau diutus adalah sebagai contoh untuk ditiru oleh umatnya. Allah Ta’ala berfirman,

{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS al-Ahzaab:21)

Kalau kita sebagai manusia biasa tidak mampu menirunya 100% (itu sudah pasti), maka tirulah semampunya. Atau paling tidak meniru perilaku dan akhlaq para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena mereka adalah teladan shaleh yang utama bagi orang yang beriman, karena Allah memuji mereka dalam banyak ayat al-Qur’an, di antaranya firman-Nya,

{مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآَزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا}

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia (para sahabat y) adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi penyayang di antara sesama mereka, kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS al-Fath:29).

Dalam hal ini, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Barangsiapa di antara kamu yang ingin mengambil teladan, maka hendaknya dia berteladan dengan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena mereka adalah orang-orang yang paling baik hatinya di umat ini, paling dalam pemahaman (agamanya), paling jauh dari sikap berlebih-lebihan, paling lurus petunjuknya, dan paling baik keadaannya, mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi sahabat nabi-Nya, maka kenalilah keutaman mereka dan ikutilah jejak-jejak mereka, karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk yang lurus”. [Dinukil oleh imam Ibnu ‘Abdil Barr dengan sanadnya dalam kitab “Jaami’u bayaanil ‘ilmi wa fadhlihi” (no. 1118)]

Sekarang posisi kita di mana wahai bro n sis yang baik hati ? Apakah kita akan mengidolakan mereka yang belum jelas nasibnya di akhirat ? Atau kita akan sadar memilih mengidolakan Rosululloh SAW dan para sahabatnya RA, yang sudah jelas kualifikasinya di dunia dan di akhirat.

Tentunya “Tidak kenal makan tak sayang”, kalau kita ingin mencontoh Rosululloh SAW dan para sahabatnya RA, maka kita harus mengenal mereka. Kita harus belajar dari sumber-sumber yang valid, yang terpercaya kebenarannya, mengenai akhlaq dan kehidupan serta sikap mereka dalam menanggapi/menyelesaikan permasalahan.

Semoga Allah SWT mengampuni kesalahan kita semua dalam permasalahan ini. Dan semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Semua yang benar datang dari Allah SWT, dan kesalahan dan kekurangan datang dari diri ana sendiri. Wallohu a’lam

doa kafarotul majlis

Wassalamu’alaikum wR wB.

[MotoGP] Rossi Memang Hebat. Meskipun Terbukti Salah, Masih Banyak yang Membelanya

rossi kick marquez 0 see

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

RD sudah memutuskan bahwa Valentino Rossi bersalah dan mendapat hukuman harus start di belakang saat race di valencia nanti. Meskipun demikian masih banyak pendukungnya (Fans Berat Rossi) yang menyatakan bahwa rossi tidak bersalah, dan hukuman harus dibatalkan. Sebahagian besar justru menyalahkan marquez karena tidak sportif dan menghambat rossi.

Inilah hebatnya rossi, tidak dorna tidak fbr, semuanya kompak memberikan dukungan. Lain halnya jika pembalap lain yang kena hukuman, meskipun tidak adil, sangat minim dukungan. Dukungan bagi rossi bukan saja berupa artikel yang membenarkan tindakan rossi dan menyalahkan marquez dan status di fb, tetapi juga dalam bentuk pengumpulan petisi seperti ini… Continue reading

[Ngaji Islam] Bisa Beli Motor Puluhan Juta, Masa Nggak Sanggup Korban Seekor Kambing ???

mukadimah4

In sya Allah Besok kita akan memasuki Hari Raya “Idul Adha, yang mana seorang muslim yang mampu sangat dianjurkan untuk ber-qurban. Minimal satu ekor kambing, baik untuk dirinya maupun keluarganya. Mengapa menyembelih hewan qurban sangat dianjurkan ? Continue reading

[Ngaji Islam] Keutamaan Silaturahim

mukadimah4

Sebelumnya ane ingin menyampaikan bahwa admin blog motogokil ini, menulis artikel tentang ngaji Islam, bukan karena lebih berilmu, bukan juga karena sudah banyak amal sholih nya. Bahkan ane sebagai manusia biasa yang penuh kekurangan dan dosa, masih jauh dari maqom ‘alim dan sholihin. Artikel ini ane tulis semata-mata ingin manjalankan perintah Allah SWT : “…saling menasehati di dalam kebenaran dan saling menasehati di dalam kesabaran. Juga perintah dari Rosululloh SAW : “…sampaikan dariku walau satu ayat”.

Berhubung suasana Ramadhan dan Lebaran (‘Iedul Fithri) masih kental, maka pagi ini ada baiknya kita isi dengan kajian tentang fadhilah (keutamaan) silaturahim, pas kan ?

Menjelang ahir Ramadahan sampai sekarang kaum muslimin disibukkan oleh kegiatan yang sangat baik yaitu silaturahim, mengunjungi sanak famili, khususnya ibu dan bapak di kampung halaman. Dan seperti biasanya kegiatan tersebut digunakan untuk melepas rindu, berjabat tangan, berpelukan sebagai ungkapan kebahagian bisa bertemu kembali.

Silaturahim memang di-syari’atkan dalam Agama Islam dang bernilai ibadah serta memiliki keutamaan yang sangat besar. Tentunya jika dikerjakan dengan Continue reading

[Ngaji Ramadhan] Ketika Sampai di Penghujung Malam Ramadhan, Kaum Mukminin Bersedih

mukadimah4

Dulur-dulur, bro dan sis semua, tiba-tiba kita sudah berada di penghujung Bulan Suci Ramadhan. Sebahagian dari kita ada yang tidak perduli ada pula yang terlupa karena kesibukan mempersiapkan segalanya untuk hari raya ‘Iidul Fitri. Akan tetapi tahukah kita apa yang terjadi pada Junjungan kita, Rosululloh SAW dan juga para shahabatnya ketika berada pada penghujung Ramadhan seperti saat ini ???

Apakah yang dilakukan oleh Rosululloh SAW, manusia termulya, manusia yang dijadikan contoh oleh seluruh kaum muslimin, ketika berada di penghujung Ramadhan ? Inilah yang dilakukan oleh Beliau SAW dan juga para Shabatnya ra…. Continue reading

[Ngaji Islam] Apakah Kita Merasakan Nikmatnya Puasa Romadhon ?

mukadimah4

 

Sebelumnya ane ingin menyampaikan bahwa ane Iwan Fadila pengasuh blog motogokil ini, menulis artikel tentang ngaji Islam, bukan karena ane lebih berilmu, bukan juga karena sudah banyak amal sholih nya. Ane sebagai manusia biasa yang penuh kekurangan dan dosa, masih jauh dari maqom ‘alim dan sholihin. Artikel ini ane tulis semata-mata ingin manjalankan perintah Allah SWT : “…saling menasehati di dalam kebenaran dan saling menasehati di dalam kesabaran. Juga perintah dari Rosululloh SAW : “…sampaikan dariku walau satu ayat”.

Bulan suci Romadhon tersisa 4 atau 5 hari lagi, dan patutlah kita bertanya pada diri kita masing-masing dari 25 hari puasa yang sudah kita lakukan :

Apakah kita mendapat manfaat dari puasa kita ?

Apakah kita merasakan kenikmatan ibadah (puasa, sholat malam, membaca Al Qur’an dan lain-lain) di bulan romadhon ini ?

Kalau jawaban kita adalah : Yaa, seperti puasa-puasa kemarin, biasa saja, cuma aus dan lapar.

Berarti ada yang salah dengan puasa kita. Alias puasa yang kita lakukan salah prosedur, tidak mengikuti SOP yang diberikan oleh Allah dan Rosul Nya. Tidak memenuhi syarat dan rukunnya sehingga hasilnya tidak sesuai harapan.

Atau bahkan kita tidak mempunyai harapan apa-apa dari puasa kita ini, selain cepat selesai dan lebaran ???

Jika seperti ini diri kita, maka ketahuilah bahwa kita telah sakit. Iman kita telah sakit dengan sakit yang sangat parah. Dan diperparah dengan ketidak sadaran kita, bahwa iman kita sedang mengalami sakit, mengalami kerusakan dan menuju kehancuran.

Mari kita lihat ilustrasi sederhana dari SOP puasa romadhon yang menghasilkan orang yang bertaqwa (muttaqin) Continue reading

[Ngaji Islam] Salah Satu Cabang Iman : Menyingkirkan Gangguan di Jalan

mukadimah4

Disebutkan dalam sebuah hadits shohih : Dari Abu Hurairah disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

“Iman itu ada 70 atau 60 sekian cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘laa ilaha illallah’ (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu merupakan bagian dari iman.” (HR. Bukhari no. 9 dan Muslim no. 35).

Dan baru-baru ini kita sebagai biker, yang muda, kuat dan mementingkan safety, mendapat teguran keras dari seorang tukang becak tua bernama Pak Dul, yang berasal dari Surabaya. Betapa tidak Pak Dul yang sudah tua, lemah dengan segala usahanya tanpa pamrih berusaha menambal lubang-lubang di jalan (yang ditemuinya) dengan menggunakan bongkahan batu. Ia memungutnya dari sisa-sisa pembangunan jalan, membawanya dengan becaknya kemudian menimbun lubang di jalan. Selanjutnya ia memecah batu-batu tersebut dengan palu sehingga bisa rata menutup lubangnya. Ia melakukan siang dan malam dengan ikhlas, tanpa mengharap penghargaan atau pun pembayaran.

mbah dul palu mbah dul siang

Ia (Pak Dul) berharap usahanya menjadi sumbangan dari rakyat surabaya kepada kotanya. Barangkali ia juga berharap, dengan ditambalnya lubang-lubang tersebut, akan banyak orang di jalan yang terselamatkan dari kecelakaan akibat “kejeglong” di lubang tersebut. Dan mudah-mudahan usaha beliau ini dinilai oleh Allah SWT sebagai amal yang sholeh, karena merupakan amalan yang membuktikan masih adanya iman di dadanya.

Dan sangatlah wajar jika Ibu Walikota Surabaya (Bu Risma) begitu mengapresiasi usaha Pak Dul ini.  Bu Risma mengundang Pak Dul untuk datang ke kantornya sebagai penghargaan atas usaha beliau yang masih peduli terhadap keselamatan orang lain, meskipun kondisinya sangat kekurangan.

mbah dul n bu risma

Tentunya balasan dari Allah SWT kelak (insyaAllah) kepada Pak Dul akan lebih besar lagi di akhirat kelak, aamiin.

Berikut ini profil dari Pak Dul :
Nama: Abdul Sukur
Alamat: Jln Tambak Segaran Barat gang 1 nomer 27
Biasa mangkal di depan ITC pas pintu masuk..

Itulah kisah Pak Dul, bagaimana dengan kita ???

Jika kita mengaku biker yang cinta akan keselamatan, baik diri kita maupun orang lain, apakah ada terbersit dalam hati kita untuk melakukan hal serupa dengan yang dilakukan Pak Dul ??

Atau kita malah melakukan yang sebaliknya, mengganggu bahkan membahayakan pengguna jalan lainnya ?

Kalau kita masih punya Iman, sudah pasti kita akan melakukan apa yang dilakukan oleh Pak Dul, jika kita mampu. Jika tidak karena kita memang sedang dalam perjalanan, kita bisa tetap melakukan sesuatu kepedulian dengan menyampaikan kondisi lubang tersebut kepada orang lain yang bertanggung jawab. Atau minimal berdo’a semoga tidak ada orang yang celaka karena lubang tersebut.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi kita semua

doa kafarotul majlis

Wassalamu’alaikum wR wB.