Pebrikan Besar Sudah Kembangkan Transportasi Udara Elektrik. Kita Masih Sibuk dengan Kemacetan Jalan Raya

urban air electric vehicleAssalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh
Semoga Allah senantiasa merahmati kita semua di mana pun kita berada, aamiin.

Baru saja iwf (iwan fadila admin motogokil.com) membaca kabar bahwa toyota rela merogoh koceknya untuk berkolaborasi dengan joby aviation (Joby) sebesar $ 394 million (atau sekitar 5,377 triliun rupiah). Jobi adalah sebuah startup aerospace yang telah berhasil membangun dan mengkomersialkan all-electric vertical take-off and landing (eVTOL).  Yaitu pesawat elektrik yang mampu take-off secara vertikal, yang memungkinkan layanan transportasi udara dengan penyebaran yang cepat, tenang (tidak berisik) dan terjangkau.

Presiden dan CEO Toyota Motor Corporation Akio Toyoda, mengatakan :

“Transportasi udara telah menjadi tujuan jangka panjang bagi Toyota, dan sementara kami melanjutkan pekerjaan kami di bisnis mobil, perjanjian ini mengarahkan pandangan kami ke langit,”

Ternyata mereka sudah melihat jauh ke depan, menganai tantangan transportasi masal berbasis pada penggerak motor listrik. Dan yang seperti apa yang dilakukan toyota ini bukan hal baru, karena sudah ada beberapa perusahaan besar yang juga telah mengembangkan sistem transportasi ini. Baik diinisialisasi oleh perusahaan penerbangan, maupun oleh perusahaan (pabrik) mobil.

Berikut ini beberapa alat transportasi udara elektrik yang sudah dan sedang dikembangkan, yang kemungkinan besar kita sama sekali tidak menyadarinya atau bahkan tidak tahu…

Toyota – Joby

manned aeroelectric vehicle

Audi – Airbus

audi air taxi

audi-airbus air taxi

Pal-V Liberty

Volocopter – Skyport

volocopter-singapore-flight

Hyundai – Uber Air Mobility

Boeing

Boeing_PAV

Rolls-Royce Aeronautics

Rolls-Royce Aeronautics

BlackFly OPENER Personal

BlackFly-Personal-eVTOL

Embraer

EmbraerX-eVTOL

Apa yang diinvestasikan toyota pada joby belumlah seberapa jika dibandingkan hyundai. Hyundai bertekad menjadi pelopor pabrikan mobil masa depan. Produk–produk yang akan diusungnya seperti mobil listrik, kendaraan otonom (autonomous vehicle) dan mobil terbang. Tidak tanggung-tanggung hyundai telah menganggarkan dana sebesar $ 52 billion (ata sekitar 709.7 triliun rupiah) untuk mendanai riset dan produksi proyek tersebut.

Dan menurut Vertical Flight Society investasi yang ditanamkan untuk riset dan pengembangan mobilitas udara perkotaan (Urban Air Mobility-UAM) dari 2020-2040, diproyeksikan mencapai $ 318 billion (atau sekitar 4.340 triliun rupiah) kalah nih rapbn Indonesia.

Studi mengenai UAM ini adalah untuk memahami bagaimana ekonomi global terhubung dengan layanan udara point-to-point dan bagaimana waktu transit permukaan untuk orang-orang dan barang-barang di komunitas metropolitan utama dunia terus meningkat. Studi ini menyoroti kemajuan teknologi, investasi, dan pengembangan pesawat yang lebih banyak mengarah pada investasi UAM serta infrastruktur yang mendukungnya agar pesawat tersebut bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal (vertical takeoff & landing – VTOL) [sumber : cleantechnica]

Jadi perhatian kita pada dunia engine (mesin bakar) untuk penggerak kendaraan sudah sangat tertinggal. Kita baru mulai membuat kendaraan skuter listrik untuk dipasarkan secara terbatas (gesits). Sementara mereka para pabrikan besar mobil dan pesawat sudah dalam masa perlobaan menghasil kendaraan terbang listrik tercanggih beserta sistem pendukungnya. Artinya kita “ketinggalan puluhan tahun dalam aspek ini”.

Pertanyaan yang harusnya ditanyakan pada kita semua adalah :

” Apakah kita menyadarinya dan kita diam saja terus-menerus menjadi bangsa yang tertinggal ?”

Sementara itu dulu informasi yang “ternyata” sedikit terlambat. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

 

Advertisements

$where = 0;

One response to “Pebrikan Besar Sudah Kembangkan Transportasi Udara Elektrik. Kita Masih Sibuk dengan Kemacetan Jalan Raya

  1. motor/mobil listrik aja sampe sekarang msh gk jelas, padahal sumberdaya ada dan sangat mumpuni seperti yg dibilang luhut sama jokowi. klo dimulai dari sekarang ya bakal tertinggal terus negaramu om. hanya jadi panggung manufactur2 luar(jepang/cina), wkwk

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan