ganti-oli-bloger

CBR 150R Facelift VS R15 V.3 VS GSX R150, yang Menang Bukan DOHC. Tapi Overbore

Diposting pada

gsx-r15-cbr

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Kemarin para vloger dan bloger otomotif sudah selesai menjalani test ride gsx r150 di sirkuit sentul. Karena sirkuitnya sama, bahkan rider yang nge-test ada juga yang sama, maka cukup layak untuk membandingkan r15 v.3 dan gsx r150. Dan yang apling menarik adalah membandingkan performa r15 v.5 dan gsx r150, karena merupakan motor yang masih sangat fresh dan memiliki performa di atas kertas yang mirip, meskipun kapaistas silindernya berbeda cukup signifikan.

Pada test ride r15 v.3 sebelumnya, data yang paling bisa dipercaya (untuk sementara ini) adalah video rekaman rider otomotif. Dari rekaman tersebut, dicapai topspeed r15 v.3 versi speedoemeter sebesar 144 kpj. Lihat penampakan screenshot nya

r15-topspeed-otomotif-sentul

Sementara untuk gsx r150, diperoleh topspeed sebesar 148 kpj, lihat screenshotnya (sayang tidak/belum tersedia videonya)

top-speed-suzuki-gsx-r150

Jika dianggap data tersebut valid (speedometer masing-masing memiliki deviasi yang mirip), maka terlihat bahwa gsx r150 lebih powerfull di lintasan sentul, dibandingkan r15 v.3. Meskipun di atas kertas power r15 v.3 lebih besar, akan tetapi selisihnya hanya 0.2 ps sedangkan r15 v.3 memiliki bobot yang lebih besar dibandingkan gsx r150. Maka PWR dari kedua motor ini bisa dianggap mirip. Lalu apa yang membedakan performa keduanya ?

Kalau ada videonya, tentu bisa lebih menjelaskan. Karena raihan topspeed di ujung stright sentul juga tergantung berapa kecepatan awal saat keluar dari tikungan terahir. Nah jika kecepatan awal mulai pada kecepatan yang sama kemudian kecepatan ahirnya berbeda, barulah bisa disimpulkan secara lebih komprehensif mana yang lebih.

Jika dilihat speedometernya tampak bahwa saat topspeed masing-masing tercapai, putaran engine gsx r150 lebih tinggi. Dari gambar tersebut juga kecepatan ahir gsx r150 yang lebih tinggi sedikit dibandingkan r15 v.3. Jadi kesimpulan sementara gsx r15 lebih kencang, karena pada putaran engine yang sama (misalnya 10500 rpm) masih memiliki akselerasi sehingga baik rpm dan speed nya dapat naik lebih tinggi lagi. Sedangkang r15 pada 10500 rpm sudah stagnan, powernya sudah tidak mampu mengalahkan hambatan angin untuk menambah speed-nya.

Dari data brosur masing-masing, 3 motor yang akan bertarung memperebutkan pasar motor sport full fairing 150cc ini bisa dikatagorikan menjadi 3 macam engine yang cukup berbeda :

  1. Near square 57.3 mm x 57.8 mm, DOHC yaitu cbr 150r dengan power 17.1 ps @ 9000 rpm
  2. Near square 58 mm x 58.7 mm, SOHC yaitu r15 v.3 dengan power 19.3 ps @ 10000 rpm
  3. Overbore 62 mm x 48.8 mm, DOHC yaitu gsx r150 dengan power 19.2 ps @ 11000 rpm

Terlihat bahwa meskipun dohc, jika power puncaknya diletakan pada putaran mesin rendah powernya akan kecil. Sebaliknya jika engine SOHC berani bermain di putaran tinggi maka powernya akan besar. Dan untuk engine overbore (meskipun SOHC, misalnya CS1), menjadi keniscayaan bahwa kalau mau optimum performanya, maka harus bermain di rpm tinggi. Jadi yang menjadikan performa suatu engine optimum bukan “hanya” SOHC atau pun DOHC, akan tetapi posisi power puncaknya. Nah dengan “volume yang sama”, maka engine overbore akan memiliki potensi yang lebih besar dalam mengail power di rpm atas karena beberapa sifatnya yaitu :

  1. Stroke nya pendek, maka pistonspeed di rpm tinggi cukup rendah dan relatif masih aman bagi ring piston, piston dan dinding silinder.
  2. Diameter silinder yang lebar, akan memberikan keuntungan berupa lobang porting intake dan exhaust yang lebih lebar, sehingga sangat mendukung untuk mendapatkan VE optimum di rpm tinggi.
  3. Dengan diameter silinder yang lebar juga memberikan sedikit keuntungan dalam hal sudut antar klep yang lebih kecil, sehingga klep lebih tegak. Hal ini memungkinkan engine dapat bekerja pada putaran tinggi dengan lebih aman, kemungkinan klep berbenturan semakin kecil. [Untuk bahasan sohc dan dohc secara lebih rinci bisa dilihat di sini]

Apalagi jika engine overbore dilengkapi dengan penggerak klep DOHC, klep bisa lebih tegak lagi. Maka keunggulan disisi performa pada gsx r150 ini, lebih disebabkan oleh karakter overbore-nya. Sedangkan dohc hanya memberikan kontribusi sedikit untuk masalah sudut klep dan pergeseran timing buka-tutup klep saat ingin upgrade VE. Sisanya mungkin malah menjadi kelemahan dibandingkan sohc, yaitu masalah rugi-rugi mekanik dan gesek di sekitar rocker arm, camshaft dan timing gear.

Dan dengan konsruksi engine overbore + dohc, gsx r150 mampu menandingi r15 v.3 yang powernya lebih besar, padahal volume silinder gsx r150 hanya 147.4 cc sedangkan r15 v.3 volumenya 155.2. Jadi kalaulah engine gsx r150 disamakan kapasitasnya dengan r15, menjadi 155c maka gsx r150 bisa lebih unggul lagi.

Bagaimana dengan cbr 150r facelift ? Karena dari perhitungan pwr paling kecil, maka jika dianggap koefisien drag ketiga motor-motor ini setara, tetap saja sulit bagi cbr 150r menyamai performa kedua rival-rivalnya. Apalagi power puncak cbr 150r diletakkan di rpm yang paling rendah, maka meskipun trek yang disediakan cukup panjang akan percuma, karena pada power disekitar limiter yang rendah 11000 rpm, powernya sudah turun tidak akan mampu memberikan akselerasi lagi.

Bagaimana caranya cbr 150r facelift menyamai performa r15 dan gsx r150 ? Tunggu artikel berikutnya…

Jika ada kurang dan salahnya, mohon maaf. Mohon masukan bagi suhu-suhu yang lebih ahli. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.