ganti-oli-bloger

Jika Volume Silinder CBR 150R dan GSX R150 155 CC, Berapa Power-nya ?

Diposting pada

gsx-r15-cbr

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Sudah menjadi kebiasaan pabrikan yamaha, bahwa untuk bersaing dengan honda, cc harus lebih besar sedikit. Sehingga tanpa harus bersusah payah melakukan tuning, powernya relatif lebih besar. Tentu kita ingat (bagi remaja tahun 90-an), bahwa untuk melawan honda grand, legenda, supra, revo (97.1 cc), yamaha mengeluarkan crypton, jupiter, vega (101.8 cc). Dan untuk melawan tiger (200 cc) terbitlah scorpio (225 cc). Dan untuk melawan kirana, karisma, supra125 (125 cc), yamaha mengeluarkan jupiter mx (135 cc).

Dan strategi yang sama dilakukan, untuk melawan vario 150 dikeluarkan nmax 155. Dan yang terahir kali ini, untuk melawan cbr150r (150 cc) lahirlah all new r15 (155 cc). Tentunya untuk membandingkan performanya jadi kurang pas, karena beda kapasitas silinder. Bagaimana kalau volume silindernya disamakan, apakah all new r15 masih menjadi motor yang terkuat ?

Mari kita lihat hasilnya….

Perhitungan ini dilakukan dengan tanpa merubah variabel lain, seperti posisi rpm saat power maksimum, rasio kopresi, afr, efisiensi volumetrik. Dan hanya merubah diameter bore-nya sehingga volumenya menjadi 155 cc. Dan ahirnya diperoleh performa masing-masing

gsx155-r15-cbr155

Ternyata dengan volume 155 cc, yang terkuat adalah gsxr, kemudian r15 dan yang paling buncit adalah cbr. CBR menjadi yang paling lemah karena power puncaknya diletakkan pada putaran mesin yang paling rendah yaitu 9000 rpm. Sedangkan gsxr menjadi yang terkuat, karena posisi power puncaknya ada di putaran engine yang tertinggi yaitu 11000 rpm. Jadi, ternyata ketika volumenya sudah sama-sama 155 cc, yang menentukan besarnya power adalah rpm.

Bagaimana jika cbr menggeser power puncaknya ke 10000 rpm ? Tentu saja powernya naik, dan lebih tinggi dari r15, yaitu sekitar 19.8 ps. Tapi karena cbr memiliki stroke yang lebih pendek, piston speed nya saat itu lebih rendah dibandingkan r15, yaitu sekitar 19.2 m/s.

Itulah gambaran kasar, bagaimana power sebuah motor ditiingkatkan. Dan hal ini mudah sekali bagi pabrikan. Hanya saja pabrikan juga akan mempertimbangkan aspek lain seperti efisiensi, emisi, kecukupan performa, kekuatan material, harga dan lain-lain. Sehingga apa yang dihasilkan merupakan pilihan optimum masing-masing pabrikan, “mungkin” dengan pertimbangan yang berbeda.

Sementara itu dulu para pemirsa motogokil. Kalau ada kurang dan salahnya, mohon maaf. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.