ganti-oli-bloger

Pengaruh Suhu Panas Terhadap Performa Engine Sepeda Motor [ Bagian 1]

Diposting pada

hot engine

Assalamu’alaikum wR wB.

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Mengingat cerita (testimoni) klasik antara pengguna motor hon** dan yam***, yang katanya mesin hon**  jika semakin panas semakin mantab powernya dan kalo dingin loyo. Lain halnya dengan mesin yam*** yang kalo dingin gesit bin kenceng, lalu setelah panas malah semakin loyo. Yang sampai saat ini cerita ini terus bergulir, bagi fansboy yang smart tentunya akan mencari kebenaran informasi tersebut, tapi bagi yang lain hal ini malah menjadi silang pendapat yang mengarah pada pertengkaran.

Kadangkala cerita ini sepertinya benar adanya, jika kita mendengar  dari blog2 kondang seperti ini dan itu. Akan tetapi ada baiknya kita bahas secara ilmiah “Apa pengaruh suhu panas terhadap performa engin sepeda motor”

Kita ketahui bersama bahwa di dalam silinder ada beberapa komponen yang bergerak yang memiliki kemungkinan menimbulkan kerugian. Komponen2 tersebut adalah piston dan klep (terutama klep buang /exhaust valve).

temperatur effect to

Gesekan Antara Piston+ Ring dan Silinder

Gesekan piston + ring piston terhadap silinder merupakan salah satu penyebab kerugian, yang menyebabkan tenaga yang sampai ke roda belakang berkurang. Semakin besar gaya geseknya, semakin berkurang daya yang sampai ke roda belakang, sehingga seakan2 tenaga mesin menjadi loyo. Lalu apa pengaruh suhu terhadap gesekan antara piston + ring piston dan silinder silinder ?

Piston bertindak sebagai bagian yang bergerak di ruang bakar yang sangat panas. Pistons biasanya terbuat dari paduan aluminium cor agar memiliki sifat konduktivitas panas yang sangat baik dan ringan. Piston akan memuai ketika terkena suhu tinggi saat terjadi pembakaran di ruang bakar, sehingga kerenggangan antara piston dan silinder akan berkurang. Penentuan kerenggangan harus tepat agar piston dapat bergerak bebas dalam silinder. Sedangkan jika terlalu sempit maka silinder akan menjepit piston sehingga daya gesek meningkat, sehingga daya yang sampai ke roda belakang menjadi turun, mesin terasa loyo.

Bukankah antara piston dan silinder masih ada celah (meskipun sekarang mengecil akibat pemuaian piston) ? Betul, akan tetapi antara piston dan silinder ada penyekat yang namanya ring piston. Mari kita perhatikan bagaimana ring piston bekerja.

02

Pada saat langkah kompresi gas bertekanan tinggi menekan, dan sudah pasti gas tersebut juga mencari jalan keluar. Pada saat gas melewati celah antara piston dan silinder, gas panas tersebut dihadang oleh ring pisto no.1 (top compression ring). Gas tersebut masuk ke celah/jalur di piston kemudian mendorong ring keluar sehingga menjadi tegang dan menekan dinding silinder.

ring piston pressure

Semakin panas ruang bakar, maka akan terjadi

  1. Piston semakin mengembang menjadikan celah piston-silinder semakin sempit
  2. Suhu gas pembakaran semakin tinggi, mengakibatkan tekanan semakin tinggi dan gaya tekan ring piston ke dinding silinder juga semakin besar
  3. Efek pelumasan semakin berkurang, sehingga koefisien gesek semakin tinggi karena semakin banyak timbul titik gesek, dan otomatis gaya geseknya juga meningkat.

ring and liner

Sementara itu kerapatan ring piston ke dinding silinder juga sangat dibutuhkan,hal ini untuk menjaga agar kompresi tidak bocor. Karena kalau kompresi bocor, juga akan meningbulkan kerugian daya. Oleh karena itu “celah yang ideal” sangat diperlukan untuk tetap menjaga kondisi :

  1. Tidak ada kebocoran kompresi dan
  2. Piston bisa bergerak bebas tanpa terjadi gesekan yg berlebihan

Untuk menjaga kondisi di atas maka setting ini sangat dibutuhkan :

  1. Penentuan suhu kerja optimum, kemudian dilanjutkan dengan disain pendingin (sirip mesin atau radiator) untuk menjaga konsistensi dari suhu kerja ideal tersebut.
  2. Penentuan besarnya celah dalam kondisi dingin dan dalam kondisi suhu kerja ideal. Pada suhu tersebut, semua pemuaian sudah diukur sehingga tetap memberikan kebebasan piston bergerak tanpa menimbulkan gesekan yg berlebihan
  3. Sistem pelumasan yang mendukung, termasuk desain nozel2 di piston dan kekentalan pelumas yg sesuai dengan celah ideal yang dan ditentukan dan suhu kerja idealnya.

Jika 3 aspek di atas tidak dipenuhi, maka panas pada mesin akan menjadikan piston memuai, celah piston-silinder menyempit, begitu pula dengan celah bebas antara piston dan ring piston, sehingga ring piston akan terjepit diantara piston dan dinding silinder. Pada kondisi ekstrim, celah bebas antara piston dan ringpiston benar2 habis, dan piston dipastikan macet, dan dinding silinder pasti cacat, karena ring piston lebih keras dari dinding silinder.

Mungkin saja pada sepeda motor tertentu, kondisi kerja engine idealnya berada pada suhu yang tinggi. Sehingga pada suhu tersbut performanya maksimum akan tetapi saat awal dikendarai (kondisi mesin masih dingin) tenaganya terasa loyo.

Sedangkan pada sepeda motor lainnya, sebaliknya, suhu kerja engine idelanya berada pada suhu yang lebih rendah, sehingga pada suhu tinggi justru kerugian (losses) akibat gaya gesek di silinder begitu tinggi sehingga, power mesinnya terasa drop dibandingkan kondisi sebelumnya (waktu dingin).

Demikian sedikit penjelasan dari ane “al fakir”, tentunya banyak kekhilafan dan kekurangan. Mohon maaf wallohua’lam.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

[……….efek panas terhadap kinerja klep menyusul di artkel berikutnya].

Baca beberapa artikel yang tidak kalah menariknya. Dijamin nggak bakalan rugi, pasti pakalan tercerahkan den semakin cerdas dalam memahami permotoran khususnya bagian mesin

  1. piston-speed-antara-penyelamat-dan-penghalang-pengembangan-mesin
  2. pengaruh-suhu-panas-terhadap-performa-klep
  3. semakin-panas-mesin-cbr150-performanya-semakin-optimum-semakin-ngacir
  4. penyebab piston terkunci di dalam silinder, bikin mesin ambrol
  5. memprediksi-besarnya-gaya-gesek-antara-piston-dan-silinder
  6. rugi gesek piston-silinder penyumbang terbesar kerugian akibat gesekan di engine
  7. kasus ngebul engine vixion, fenomena piston dan silinder modern