ganti-oli-bloger

Beberapa Istilah Penting Terkait Variabel Penentu Performa Engine Motor

Diposting pada

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Banyaknya pengunjung yang bersemangat belajar mesin/engine, tetapi terhalang oleh beberapa istilah yang kurang difahami, maka ane mencoba membuat semacam glossari singkat yang mudah2an mampu memberikan penjelasannya. Beberapa istilah tersebut, sebenernya sudah terkandung dan telah sedikit dijelaskan dalam beberapa artikel sebelumnya, akan tetapi mungkin akan terasa lebih mudah jika disatukan dalam sebuah artikel. Istilah2 yang biasa disebutkan di dalam pembicaraan performa engine, sebenarnya sudah tersirat dalam tabel penghitungan power, seperti pada gambar berikut :

term ninja250 fully tuned

  1. Atmospheric air condition (kondisi udara) : istilah ini untuk menggambarkan kondisi lingkungan/udara pada saat engine dinyalakan. Kondisi udara yang sangat mempengaruhi kinerja mesin adalah kerapatan udara (air density)  dengan satuan kg/m3. Karena kerapatan udara mewakili banyaknya oksigen per liter yang akan dibakar bersama bbm. Semakin besar nilai air density, power yang hasilkan semakin besar. Variabel yang lain adalah tekanan udara dan suhu udara, yang mana dua variabel ini yang menentukan besarnya air density.
  2. Jenis engine, engine yang kita bahas adalah engine yang menggunakan piston (piston engine)
  3. Stroke : jumlah langkah per siklus mesin, yang kita sering diskusikan adalah engine 4-langkah (four stroke engine)
  4. Air factor (lambda) adalah satuan yang berasal dari pembagian AFR riil dengan AFR stoichiometric (14.7). Jadi kalau lambda < 1, maka AFR riil < 14.7, berarti campuran lebih kaya, hasil pembakaran masih menyisakan bensin dalam bentuk HC. Jika lambda =1 , AFR rii = AFR stoich, inilah yg disebut kondisi ideal, hasil pembakaran tuntas menghasilkan H2O dan CO2. Jika lambda lebih dari 1, berarti AFR riil > AFR stoich, campuran miskin, pembakaran menyisakan gas O2.
  5. AFR stoich (AFR stoichiometric) yaitu perbandingan yang pas antara masa udara sebesar 14.7 gram untuk membakar masa bensin 1 gram, menghasilkan pembakaran yang tuntas.
  6. BMEP (Brake Mean Effective Pressure)  adalah tekanan efektif rata2 yang besarnya ditentukan oleh = 2 x Power /(volume silinder x rps ). Sementara besarnya rps = rev per second = rpm/60.
  7. BSFC (Brake specific fuel consumption) komsumsi spesifik engine dengan satuan lb/mil –> kg/km
  8. (a).VE (volumetric efficiency), efisiensi volumetrik adalah parameter yang menunjukkan perbandingan antara volume udara riil yang dihisap dgn volume silinder VE= Vriil / Vol cyl. (b). Pressure boosting , saat mengaplikasikan turbo booster.
  9. Torque = torsi, momen puntir
  10. RPM = putaran mesin per menit
  11. Mean piston speed (kecepatan piston rata2) = stroke x rpm x 2 / 60000 (m/detik)
  12. Number of cylinder = jumlah silinder
  13. Bore = diameter piston
  14. Stroke = panjang langkah
  15. Displacement = volume silinder = 2 x pi x diameter piston^2 / 4
  16. Volumetric flow rate = jumlah volume yang masuk silinder per menit (CFM)
  17. Power = Daya yang dihasilkan engine dengan satuan HP

Sementara segini dulu bro semua, tadinya mau ane kasih gambar tapi belum sempat, kapan2 ane lengkapi.

Semoga bermanfaat wassalamu,alaikum wR wB.

31 thoughts on “Beberapa Istilah Penting Terkait Variabel Penentu Performa Engine Motor

    1. pake sensor lambda, seperti dynojet wideband commander. Dengan sensor utamanya adalah sensor O2.
      Atau maksudnya “pas” sesuai kebutuhan?
      kalau ini maksudnya, maka mencari lambda yg pas sama dengan jetting karbu, atau setting nilai CO

  1. Mas bro, saya heran utk CR mesin 2 stroke kok malah pada rendah cmn skitar 6-7,5:1, padahal 4 stroke minimal pd 8:1 n bisa sampe 11:1. tu gimana penjelasanya mas?

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan