ganti-oli-bloger

Sedikit Matematika untuk Mengetahui Power Engine Motor Kita

Diposting pada

comb chamber4

Assalamu;alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalan sampai ke tujuan.

Dalam banyak artikel yang sudah dibahas bersama, sering dijelaskan mengenai performa engine yang diperoleh dari data pokok engine nya, yaitu bore, stroke, rpm, efisiensi volumetrik, lambda (AFR) dan lain2. Performa yang ditampilkan adalah power. Seperti tampak pada gambar berikut

10 performance of CB150R race

Mungkin ada diantara bro2 semua yang ingin tahu, darimana angka2 itu berasal….???

Mari kita bahas bersama, nggak apa2 ya pakai sedikit matematika, jangan alergi ya bro…

Yang harus diingat kembali adalah bahwa tenaga engine dari motor kita berasal dari pembakaran bbm + udara. Sehingga untuk mengetahui seberapa besar energi yang dihasilkan, maka harus diketahui seberapa banyak bbm dan udara yang dibakar di ruang bakar (combustion chamber).

1. Yang pertama harus diketahui adalah seberapa banyak udara yang berhasil dihisap masuk kedalam silinder. Untuk mengetahuinya kita harus melakukan beberapa tahap perhitungan. yaitu

Densitas udara (kepadatan udara/gas O2, CO2, N2 dll di atmosfer), bergantung pada suhu ketinggian dan kelembaban udara. Persamaan densitas  udara yg mempertimbangkan kelembaban udara agak ruwet, kita sederhanakan saja, untuk menghitung densitas udara kering (dry air) yang persamaannya :

rho 0 yang mana

pressure dan temperature altitude

sedangkan konstanta yang ditetapkan secara internasional

international standart atmosphere

Jadi jika ketinggian lokasi = 300 m dan suhu udara-nya = 30 derajat celsius maka densitas udaranya adalah = 1.164 kg/m3

densitas udara\

Selanjutnya dengan menggunakan ukuran bore x stroke, rpm dan VE, volume udara yang terhisap per-jam-nya bisa dihitung, yaitu

  1. Hitung volume silinder Vol0 = pi x bore^2 x stroke /4 /1000000 (lt)
  2. masa udara pada 13150 rpm Mat = volume silinder x rpm x 60 x densitas udara /2/1000 (kg/jam)
  3. masa udara riil Ma = Mat x VE  (kg/jam), mengenai cari mencari VE ada hitungan tersendiri yang sangat rumit

Atau bisa dilihat dalam tabel berikut

masa udara 13150rpm

2. Setelah diketahui masa udara, baru masa bensin bisa dihitung yaitu; masa bensin (Mf) = masa udara (Ma)/AFR

3. Selanjutnya dari masa bensin inilah kita bisa mengetahui berapa power engine motor kita, berikut ini tahap perhitungannya adalah:

  1. Dari masa bensin tersebut hitung energinya per detik dengan mengali masa bensin tersebut dengan nilai bakar (heating value (HV)= 45000 kJ/kg ) dibagi 3600–> Pfe=Mf x HV/3600
  2. Kemudian kalikan nilai panas total dengan efisiensi termal –> Power indikasi (Pi) = Pfe*eff_termal
  3. Kemudian hasil akhirnya adalap Pi dikurang rugi2 gesek, misalnya rugi geseknya 40%, maka powernya adalah –> Pcrank = Pi x (1-40%).

conversi bensin ke power

Jadi hasil perihitungan manual nilainya hampir sama dengan kalkulator power (HP) yang ada di internet (32.11 hp).

Kiranya cukup sampai disini dulu, itung2 kita, lebih kurangnya mohon maaf. Kepada suhu2 yang lebih faham, mohon koreksi dan masukannya. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

 

NB: Yang berminat untuk men-copy file excell dari Perhitungan Power di atas, silahkan mengisi alamat e-mail yang asli di kolom pada halaman/page “reques”

page reques