Aplikasi Klep Lebih Lebar, Tidak Selalu Lebih Baik.

motogokil.com – Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa baroaktuh, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Sebelumnya hal ukuran klep/katup (valve), kita memiliki logikan bahwa semakin besar klep, semakin besar pula volume udara yang dapat dihisap melalui port.

Hubungan diameter klep dan performa

Namun, ternyata banyaknya udara yang masuk, bukan hanya disumbangkan oleh ukuran klep, masih ada beberapa pertimbangan lainnya. Mari kita bahas bersama…

4 Klep vs 2 Klep

Saat ini di pasar otomotif, terdapat teknologi  dua katup melawan teknologi empat katup. Akan tetapi banyak kendaraan sudah mengaplikasikan head silinder dengan empat katup, baik karena peningkatan kinerja maupun keandalan. Karakteristik aliran udara 4 katup memiliki banyak kelebihan, dan akan dapat meningkatkan sistem apa pun yang diterapkan pada engine tersebut, bahkan pada kendaraan hibrida.

Lalu akan timbul pertanyaan

” lebih banyak klep akan selalu lebih baik ?”

Kelebihan head silinder ber-klep banyak

 

Logikanya lebih banyak katup akan memberikan jalan yang lebiu luas untuk udara mengisi ruang bakar. Akan tetapi ada banyak hal yang harus dipertimbangkan yaitu : Jaket air pendingin dan sudut klep.

Sudut Klep

Sudut klep untuk harian jauh berbeda dibandingkan dengan yang dikembangkan untuk balapan. Demi pertimbangak kekompakan sistem, OEM mungkin menggunakan sudut klep 25 derajat. Klep pada mesin balap, akan bergerak begitu dekat satu sama lain, sehingga hampir menabrak satu sama lain. Hal ini mengakibatkan memilih ukuran klep yang lebih besar menjadi sangat beresiko.

Posisi dinamis dan jarak bebas dari katup yang lebih besar juga ikut berperan. Saat ingin mengupgrade performa dengan memperbesar klep, terkadang harus menguraangi 10 hingga 12 cfm dari ukuran maksimal klep, agar tidak kehilangan garis tengah camshaft ideal. Dan harus mengubah timing klep agar secara fisik sesuai dengan klep yang lebih besar.

Port dan Saluran Masuk (Throat)

Salah satu poin penting adalah bahwa ukuran klep, harus cocok dengan komponen lainnya. Menggunakan klep yang lebih besar, tidak selalu memberikan hasil yang positif.  Perlu mengukur seating klep, saluran masuk, dan port agar bisa pas secara fisik di head cylinder. Aplikasi kepala silinder dengan oprekan minimum, biasanya ubahan lebih pada bagian port dengan tetap menggunakan klep standard, ketimbang aplikasi klep yang lebih besar.

Bentuk port dan desain saluran masuk memainkan peran besar dalam menghasilkan tenaga. Mengoptimalkannya bisa lebih bermanfaat daripada meningkatkan ukuran katup di kepala silinder multi-katup. Terkadang ukuran klep buang (exhust) yang sedikit lebih kecil dapat memberikan tenaga yang lebih besar.

Pengaruh perbaikan poerting terhadap performa

Hal yang sama terjadi pada engine 4 klep, klep yang lebih besar (in dan exh) dibandingkan standarnya ternyata menghasilkan tenaga yang sama atau bahkan lebih kecil dibandingkan ukuran klep standar yang lebih kecil. Untuk kasus seperti ini dapat diartikan klep terlalu besar, sehingga tidak memberikan efek positif pada performa. Bahkan untuk aplikasi turbo, timing klep menjadi lebih penting daripada ukuran klep dalam menentukan seberapa banyak udara yang akan memasuki ruang bakar.

Kesimpulannya : 

Aplikasi 4 klep secara inheren memberikan efisiensi lebih baik daripada 2 klep. Dan perbaikan kualitas port, saluran masuk dan dudukan klep (seating valve) memiliki kontribusi lebih banyak untuk meningkatkan power ketimbang hanya menaplikasikan klep yang lebih lebar.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum warochmatullohi wa baroaktuh

 

Artike terkait dengan klep :

 

1 Komentar

1 Trackback / Pingback

  1. Aplikasi Klep Lebih Lebar, Tidak Selalu Lebih Baik. | Jatimotoblog

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan