[VE] “PnP”… Antara Usaha Meningkatkan Performa dan Seni [Bagian 2]

engine 2012 suzuki GSX-R1000

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Pada artikel terdahulu, telah dijelaskan bahwa “udara” dalam  perjalanannya melalui intake mengalami gesekan dan hambatan, oleh karena itu perlu dilakukan porting and polish (PnP). Sedangkan untuk melakukan PnP yang baik dan benar, harus dilakukan dengan hati2 dengan menggunakan alat bantu, misalnya flow bench.

Meskipun demikian telah ada beberapa acuan dan panduan yang dibuat oleh para peneliti sebelumnya, sehingga jika kita telaten mengikuti langkah2 yang telah ditentukan, maka kita juga dapat menghasilkan peningkatan performa (VE) melalui PnP. Langkah pertama sebelum melakukan PnP adalah mengetahui porting dasar yang tampak seperti gambar ini

porting

Jadi jika porting intake belum berbentuk seperti ini, maka kita harus berusaha mengikuti bentuk ini. Hal ini dapat segera dilakukan, jika ukuran diameter klep-in sudah ditetapkan. Artinya jika menggunakan  ukuran klep std, porting dapat segera dilakukan. Jika tidak, maka ukuran diameter klep-in harus ditentukan terlebih dahulu, biasanya diperbesar dari ukura std-nya.

Selanjtnya perhatikan bagian2 yang memberikan kontribusi besar dalam menghambat laju aliran udara, seperti yang telah disampaiakan pada artikel yang lalu

Daerah ini yang memberikan kontribusi menghambat laju udara

02 porting area3

Persentase besar hambatannya adalah :

02 intake losses percentage

Dari tabel di atas kalau kita lakukan porting di bagian 3,5,6,7,9 maka kita bisa ngurangi kerugian sekitar 90%. Jadi tuner2 akan intens menggarap bagian ini untuk optimasi aliran gas. Beberapa acuan (bisa browsing di internet) yang bisa digunakan adalah, porting di daerah 3, tekukan dengan bos klep (valve guide)

00 pro porting2

Juga daerah mulut klep-in

00 porting back of valve

Intinya daerah yang memiliki tikungan tajam, harus di-porting sehingga tikungannya smooth. Dan yang paling penting adalah daerah seating klep (top-cut) dan back-cut dan juga margin payung klep.

02 porting area2

Daerah yang lainnya adalah memangkas (modif) valve guide, sehingga total dari porting didaerah mulut klep saja bisa mengkatkan aliran udara sampai 20 cfm (untuk stock engine 260 cfm).

03 improvement after porting

Jika diperlukan, tunner profesional akan melakukan welding/las untuk merubah arah port-in

05 welding port

Biasanya dilakukan untuk perubahan port-in yang sangat ekstrim seperti tampak pada gambar ini

00 pro porting

Dari semua teknik yang diterapkan dalam usaha porting intake, maka peningkatan performanya memang sangat siginfikan, contoh porting pada GSXR1000 yang dilakukan oleh racingdevelopment :

03 improvement after porting GSXR

Jika kita tinjau spec engine std gsxr1000 ini :

  1. Displacement : 999.00 ccm (60.96 cubic inches)
  2. Engine type : In-line four
  3. Compression : 12.5:1
  4. Bore x stroke : 73.4 x 59.0 mm (2.9 x 2.3 inches)
  5. Power max : 167.9 hp / 11750 rpm

Dari data ini kita coba untuk memperkirakan performanya :

06 gsxr1000 stock

 

Kemudian dari kenaikan power kita bisa memperkirakan kenaikan efisiensi volumetriknya (VE)

06 gsxr1000 porting

 

Dari hasil ini menunjukkan bahwa porting yang dilakukan dengan baik pada gsxr1000 bisa meningkatkan VE sampai 12% dengan peningkatan daya 17 hp, mantabkan….Lalu bagaimana melakukan porting yang mampu menghasilkan peningkatan performa seperti ini ? Nanti kita lanjutkan pada artikel berikutnya.

Karena kondisi ini sifatnya universal, maka kita pun bisa melakukan porting seperti ini tentunya dengan segala keterbatasan yang ada.

Sementara sampai disini obrolan kita mengenai PnP, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

Advertisements

36 responses to “[VE] “PnP”… Antara Usaha Meningkatkan Performa dan Seni [Bagian 2]

  1. pertamax dulu

  2. ditunggu episode berikutnya mas..

  3. ♠ mb@h d@rmo ♠

    Woh njimet tenan …

    Mo kencang tapi ribet !!

    Biaya pasti mahal …

    😀

  4. ♠ mb@h d@rmo ♠

    Nggak heran mesin honda banyak yg jebol

    Kalo modif agak ekstrim ..

    Mungkin material kuatan yamaha ..

    😀

  5. Sederhana. cuman resikonya gimana ya kalo terlalu halus

  6. Bro, sudah baca mototuneusa.com? Mungkin bisa memberi alternatif lain cara memporting.. 😀

    Sudah2, markijum..

  7. Kira” perlu ongkos brp yg kalo mau porting polish bwt CBR250 gan?

    • sayang bos kalo diporting, pasang power commender aja ato ganti ecu vortex, udah ampuh nakiti nakuti n250 he he he…tapi mahal rek…

  8. bacanya kudu berulang2 😀

  9. Om mokil lbh baik porting pake bor tuner apa mesin cnc…?
    Krn katanya kalo kulit jeruk diilangin malah bikin rugi mesin krn molekul udara ama bensin kgk bs nyampur, tapi kalo di brt porting malah pake mesin cnc yg bikin lobang in jd alus bener…? Mohon dijawab suhu biar kgk slah ilmu ane…!

  10. Kata ya sich Teori gak selalu berbanding lurus dengan praktik,,…
    absen dulu di motocakil hehe “justkiding”

    • nggak masalah, memang selalu ada perbedaan/simpangan antara teori dan praktek. Trus kalo mau praktek nggak pake teori, mau pake apa dong?
      ngghayal?

      • pembalap jalanan

        he he he… pake ilmu aji pamungkas…ilmu kira kira…
        ini lah yg dari awal di bincangkan, yg mengawali adalah pemikiran, theory, hayalan, angan angan, nafsu, apa lagi yak?…tinggal yg ngerjakan, tunner premium ato bengkel pinggir jalan…

      • setuju bro, ibarat kata, kita kalo ngelakuin satu pekerjaan ga pake ilmu( teori, pengalaman yang udah pernah ngelakuin) pasti butuh waktu lama buat melakukan yang benar.

        Trus kalo ada teori yang pada kenyataannya tidak sesuai dengan prakteknya, balik lagi, pada saat teori dibuat, seluruh variabel pendukung teori tersebut pasti ada perbedaan dengan praktek dilapangan.

        Contoh kalo 1 tambah 1 sama dengan 2, kemudianh kita ganti angka 1 yang pertama dengan angka 2, tentu hasilnya tidak akan 2 melainkan 3.

        IMHO, mekanik yang hebat tidak hanya berpegangan pada teori semata, mereka akan beradaptasi dengan kondisi dilapangan, mereka berimprovisasi dengan berdasar pada teori yang ada.

        Just my two cent bro.

  11. Yg msh jd pertanyaan ane,kok dr factory ngga lgs dibikin kaya gitu ya Min??… Btw bicara upgrade performa mesin tetap berpegang pada kualitas bahan part dan mesin bawaan..meskipun scr spek bisa diupgrade max,tapi kualitas bawaan(cashing mesin,logam,chasis,dll)ngga mendukung,ane yakin performa ga akn sesuai harapan…malah ambrol…cmiiw

    • Kalo ga salah mimin pernah bahas ini di artikel sebelum2nya deh.. Kalo mau bikin motor yang kuenceng, pasti part2nya menyesuaikan, otomatis harga jadi mahal, nah konsumen pada mau beli g, tetap si produsen mikirin apakah marketnya ada.

      d Honda sendiri mesin 250cc sampe 50HP juga ada, tapi ga mau dikeluarin, karena marketnya kagak ada, yamaha juga gw denger2 punya mesin kayak gitu..

      Namanya juga orang cari duit bro..hehe

    • karena power yang ingin disajikan secukupnya, jadi fabrikasi-nya menyesuaikan, pakai yang paling murah.
      cetak, periksa, langsung pasang. Lagian kalo dibikin VE besar berarti jika menyesuaikan AFR, maka powernya memang besar tapi akan semakin boros. Mungkin ini yang dihindari oleh pabrikan.

    • Kembali lagi ke itungan dagang ya?? Siip dah..

      • betul banget bro, mereka riset/meneliti sudah habis trilyun-an, dan mem-bagi2 teknologi menjadi beberapa step.
        jadi dalam proses produksi, hitung-menghitung keuntungan menjadi faktor terbesar, apakah teknologi yang advance saat ini memang perlu untuk dikeluarkan atau belum perlu.

  12. @gunrave: ane sepakat bro… Bicara teori dan real,teori adl andasan dasar utk do…yg perlu diingat adl teori itu di laboratorium,membutuhkan kondisi yg sangat ideal,sdgkan real itu banyak faktor penghambat atau byk yg tak terduga,tetap byk modifikasi rumus n do utk mendapatkn hasil mendekati ato sama dg teori/perhitungan. Nah disini faktor kematangan analisa yg berperan… Sdgkan pemakai jalur realis/otodidak yg lgs do tanpa bikin teori dlu, bisa saja menghasilkan hasil yg sama dg yg menggunakan teori..TAPI biasanya memerlukan pengorbanan ygjauh lbh besar saat trial n eror(bongkar pasang,gonta-ganti part dll)..

    • Setuju bro..
      Duit buat trial n error nya mending buat kuliah/belajar lg ttg mesin..
      Jadi makin dalem ilmunya..
      Teori dan praktek mirip2 kayak pertanyaan duluan mana telor sama ayam..

      Ayo bro semangat ngerjain artikel bermutunya!

  13. Joss
    ………./–)
    ………/…/
    ……./….(__ ____
    ▓▓……….((_ i___)
    ▓▓……….((_ i___)
    ▓▓……….((_ i___)
    ▓▓—.___((_i__ )

  14. Cari bengkel yang sudah “kepake” oprekan PnPnya, kalau di mobil itu misal Sigma Speed, Firna, R Speed, RS Tuning, SS Performance…adalagi namanya apa yah, three point PnP kalau ga salah. Ora mudeng lah prakteknya hehehe.
    Kalau bengkel rumahan yang PnPnya kepake di kalangan komunitas ada OSF di jl Panjang.
    http://kobayogas.com/2013/12/27/test-ride-singkat-mv-agusta-brutale-675/

  15. Bonn Djoovy CBSF

    om suhu, ane numpang nanya, apa bedanya antara mesin prototype dgn mesin oprekan?? harap dimaklumi om ane nubie banget… mksih banyak sebelumnya 🙂

  16. Pingback: [VE] “PnP”…Panduan Porting yang Baik dan Benar | motorgoodness

  17. salam juga bro
    setau ane dulu ada kuncung dekat jembatan kalisari, jalan adi sucipto
    sekarang ada :
    1. BMS 12 : Jl.Ciliwung I/1 Malang
    2. CG2 Racing speed : pertigaan ciliwung
    3. WISNU AUTO RACING. Jl. Mahakam No. 72, Malang. Telepon (0341) 717440.
    4. BRC (Bowo Racing Concept) : Jl. Galunggung

Silahkan komen, anda sopan ..kami segan