WSBK : Ketika Motor dengan Engine V4 Optimal, Maka Inline-4 Rontok


Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan


Dominasi ducati panigale v4 di tangan alvaro bautista di kancah wsbk (world superbike) benar-benar membuat galau. Setelah dalam 6 race tidak pernah kalah, seakan-akan kombinasi panigale v4-bautista akan memenangi seluruh balapan, alias pemenangnya sudah bisa di tebak. Tentu saja hal ini manjadikan balapan tidak seru dan cukup berbahaya bagi panitia, karena penonton bisa berkurang akibat bosan.

Dan ternyata dominasi motor dengan engine v4 bukan hanya di wsbk, akan tetapi sudah lama mendominasi motogp [artikel]. Memang pada kenyataannya motor balap dengan engine berkonfigurasi v4 memiliki banyak keunggulan performa dibandingkan inline-4, akan tetapi memiliki kekurangan yaitu handling-nya  cenderung liar [artikel]. Dan ketika seorang pembalap sudah mampu menaklukkan ke-“liar”-an motor ber-engine v4, dipastikan ia akan sering mendominasi balapan.

Mungkin para pembaca motogokil.com masih mengingat bagaimana casey stoner bisa langsung juara dunia dengan menggunakan ducati dan honda rc213v, sementara dani pedrosa (pembalap honda) dan loris capirossi, andrea dovizioso, valentino rossi (pembalap ducati) tidak mampu melakukannya. Begitu pula dengan marc marquez bisa langsung juara dunia dengan honda rc213v dengan mengandalkan riding style-skill nya sementara pembalap honda lainnya kewalahan menahan gempuran power yang dimuntahkan oleh engine v4 rc213v. Kedua contoh tersebut menggambarkan kemampuan pembalap dalam menaklukkan keliaran motor ber-engine v4.

Dan begitu pula dengan alvaro bautista yang sebelumnya adalah pembalap motogp dengan motor honda rc213v (gresini), pembalap ducati (aspar) dan kemudian menjadi test rider ducati gp18. Selama menjadi pembalap dan test rider ia bergelut dengan motor dengan engine v4 yang power-nya mungkin di atas 250 hp.

Mengembangkan, memeriksa dan mengoptimalkan honda rc213v dan juga ducati gp18 tentu saja jauh lebih sulit dibandingkan panigale v4 yang merupakan downgrade dari ducati motogp. Karena power panigale jauh di bawah gp18 atau gp19, maka mudah saja alvaro bautista menaklukkannya. Ibaratnya seperti rider motor profesional (balap) menggeber motor harian.

Jadi motor ducati khususnya panigale v4 dan juga motor-motor berkonfigarasi v lainnya, bisa saja power-nya ditingkatkan setinggi mungkin. Akan tetapi balapan bukan cuma power-akselerasi-top speed, handling juga sangat menentukan. Percuma juga motor kencang di lintasan lurus, tapi sangat sulit ditaklukkan (dibelokkan) saat memasuki tikungan. Yang ada pembalapnya akan cepat lelah dan akhirnya performanya malah terus menurun di akhir balapan, dan ujung-ujungnya malah kalah.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

 

 

Advertisements

$where = 0;

8 responses to “WSBK : Ketika Motor dengan Engine V4 Optimal, Maka Inline-4 Rontok

  1. Bautista sudah sangat berpengalaman bawa ducati motogp,memang tidaklah aneh kalau bawa ducati wsbk,dia bisa superior

  2. kocak itu mahh gambar mesin VR4. katanya pengamat otomotif wkwkwkw

  3. Valentino Rossi pake mesin Honda RC 211V V5 990cc + minim elektronik bisa juara.. Dan ketika pake Ducati malah zonk

  4. baru tau mesin V4 pakai 4 bandul

  5. jadi hilang respect gw sama blogger ini, enggak berani mengakui kesalahan malah ngatain sotoy setidaknya situ pernah membuat artikel yang berkualitas, gw akan gunakan ilmu itu, walaupun ternyata penulisnya seperti ini

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan