ganti-oli-bloger

Menggali Potensi Terpendam Motor Sport Tua Tiger

Diposting pada

tiger putih

Assalamu;alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat diperjalanan sampai ke tujuan

Halo Bro, bisa dikatakan sebahagian besar rider, terutama rider motor sport mengenal sepeda motor honda tiger. Dulu saat awal kemunculannya di tahun 1990-an, tiger menjadi primadona motor sport lokal 4-tak, dengan cc paling besar dan performa paling mantab. Seiring dengan bertambahnya tahun dan kemunculan pesaing2 baru yg lebih gress seperti scorpio, gsx250, p200 dll, tiger seperti mulai kehilangan taring dan pamornya. Apalagi sejak kemungculan motor2 dengan mesin high performance seperi ninja250, p200ns, dll membuat tiger semakin keliahatan inferior. Bahkan tiger sering di-bully oleh motor high performance dengan cc yg lebih kecil, seperti vixion, cb150r, bahkan oleh cs1 pada kondisi “tertentu”.

Mungkin banyak yang bertanya2 :

” Mungkinkah ATPM sebesar AHM membuat motor (tiger) yang begitu inferior dibandingkan dengan motor2 sport sekelas saat ini?”

Sebelum menjawabnya, mari kita mencoba melihat agak ke dalam, bagaimana mesin tiger sebenernya.

Top Speed  — Tiger memiliki perbandingan transmisi dan limiter (10000 rpm) sedemikian rupa sehingga top speed maksimum yang “seharusnya” mampu digapainya adalah :

potensi tiger3

Pada gigi 6/10000 rpm, seharusnya topspeed nya 139.7 kpj, lumayan tinggi untuk motor daily-use dengan kompresi 9 :1. Akan tetapi kenyataannya, ternyata sangat jarang tiger std bisa memiliki top speed segitu, hal ini desebabkan beberpa faktor yang ada dalam motor tiger itu sendiri, diantaranya :

  1. Power-nya pas2 an banget, mungkin pada masa itu sdh dianggap cukup
  2. Lumayan berat sehingga pwr nya kecil, mungkin pertimbangannya akan enak buat turing.
  3. Karena mengedepankan kenyamana, pada rumah kopling terdapat judder-spring, yg berfungsi untuk melembutkan perpindahan gigi. Akan tetapi bagian ini memiliki efek negatif, yaitu meningkatkan efek selip kopling jika dibandingkan tanpa judder-spring (kampas+plat kopling biasa)

Baik mari kita bahas permasalahan yang pertama, yaitu powernya pas2 an.

Jika dilihat dari spek brosur, power tiger =16,7 ps = 16.49 hp. Dan kalau kita lihat karakter mesinnya adalah sebagai berikut

potensi tiger0

Terlihat karakter mesin tiger dalam gambar tersebut :

  1. AFR di setting irit, hampir mendekati ideal lambda = 0.902 atau AFR=13.26, maka jangan salahkan kalo di seting lebih irit lagi dengan melonggarkan celah klep in, mesin bakalan kepanasan.
  2. Efisiensi volumetrik nya “biasa” saja, cuma men-tuning sedikit dibagian intake.
  3. BMEP nya juga tergolong pas2an, hanya sedikit di atas mesin “low” CR dan masih dibawah performa mesin 4-tak umumnya.
  4. Karena power puncaknya diletakkan di 8500 rpm, piston speednya pun hanya 17.63 m/s, masih jauh dari batas bahaya (21 m/s)

Dengan karakter yang pas2an tersebut, jelas saja tenaganya juga pas2an. Akan tetapi jadi tahulah kita bahwa banyak yang bisa di-upgrade dari mesin tiger ini, sehingga mendapatkan power yg jauh lebih besar. Misalnya

  1. Kita optimalkan efisiensi volumetrik, dan hal ini sangat mungkin karena bore tiger sangat besar 63.5 mm. Upgrade ini bisa dilakukan dengan; a. mengganti filter racing b. porting+polish c. reamer ventury karbu jari 28 mm (asalnya 26 mm) d. naikkan lift dan durasi camshaft, atur besarnya overlap e. rancang ulang panjang header knalpot kalau perlu ditambah “power boom”. Dan jika efisiensi volumetriknya   mencapai 95%, maka tenaga yang dihasilkan akan melonjak menjadi 18.42 hp.
  2. Jika dilanjutkan dengan sedikit memboroskan bahan bakar dengan lambda = 0.85  (AFR=12.6/posisi power maksimum), maka tenaganya akan melonjak lagi menjadi 19.55 hp. Ubahan ini sangat mudah dilakukan dengan meningkatkan mainjet 1 step dari 120 menjadi 122
  3. Dan yang terakhir dengan menaikkan CR dari 9 menjadi 10.5, maka power tiger bisa didongkrak menjadi 20.49 dk (on crank). Penaikkan kompresi tiger sangat mudah, yaitu dengan mengadopsi piston megapro neotech160 (bagian kepalanta di coak sedikit/2mm, untuk menghindari tumbukan dengan klep), dan dengan mengurangi packing di antara silinder han head 1 lembar. Pada tingkat CR ini maka pendinginan tiger harus ditambah minimal dengan menggunakan oil cooler milik pulsar200.

upgrade tiger tahap1

upgrade tiger tahap 1

upgrade tiger tahap2

Upgrade tiger tahap 2

upgrade tiger tahap3

 

Upgrade tiger tahap 3

Sementara sampai disini dulu penggalian potensi yang terpendam yang ada pada mesin tiger, yang mungkin tidak/belum kita sadari. Labih kurangnya mohon maaf, bagi suhu2 yg lebih kompeten mohon koreksi dan masukannya.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaaikum wR wB.