" Hasil Dyno ? "…Percaya Boleh, Fanatik Jangan, Karena Banyak Cara Ngakalin-nya

inertia dyno

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Salah satu cara mengukur performa motor yang paling aman adalah dengan mengukurnya di atas mesin dyno. Tapi hal ini memiliki kelemahan jika dibandingkan dengan performa sesungguhnya di jalan. Karena pengukuran power/torsi dengan menggunakan mesin dyno tidak melibatkan kerugian2 yang paling penting, yaitu kerugian perlawanan udara (drag force) dan kerugian gesekan ban-aspal. Meskipun demikian pengukuran performa dengan dyno sangat banyak manfaatnya dalam pengembangan engine tanpa harus mencobanya di jalan raya (umum). Karena pengujian performa maksimum di jalan umum beresiko sangat besar hingga kematian rider dan penggunua jalan lainnya.

Pengukuran dengan menggunakan mesin dyno memiliki beberapa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap hasil pengukuranseperti yang pernah ane bahas di artikel ini. Salah satu hasil pengukuran yang kontroversial yang juga sangat dipengaruhi oleh variabel yang berubah, adalah adu performa antara cb150r dan nvl sebagai berikut

cbsf-vs-nvl[sumber : Bonsaibiker, senaponda]

Kelihatan bahwa terjadi suatu keanehan dalam hasil pengukuran tersebut yaitu :

  1. Power NVL yang di brosur tertulis 16.59 ps terukur di dyno sebesar 14.9 hp (15.11 ps) turun 1.48 ps
  2. Sedangkan CB150R yang di brosur tertulis 17 ps terukur di dyno sebesar 17 hp (17.24 ps) malah naik 0.24 ps

Suatu perbedaan yang sangat mencolok, yang NVL turun akibat rugi dyno (wajar), tapi yang CB150R malah naik, ini yang nggak wajar.

Ada beberpa hal yang bisa dicermati yang menyebabkan perbedaan tersebut yaitu :

1. Perbedaan suhu dan kelembaban ruangan, hal ini akan menyebabkan perbedaan rapat massa udara, yang juga akan menyebabkan perbedaan power yang dihasilkan. Semakin dingin-udara semakin rapat, power semakin berasa tambah. Hal ini sudah pernah ane tulis di artikel ini. Dan data suhu tersebut sudah dituliskan di grafik, perhatikan gambar ini

cbsf-vs-nvl var

2. Kemudian karena cb150r mudah diseting TB-nya (kata fby nyeting injeksi pake obeng/injeksi setengah karbu), maka dengan men-tuning campuran udara bensin mendekati ideal, performa cb150r akan meningkat. Mungkin ini kelemahan sekaligus kelebihan cb150r.

Perhatikan perbandingan performa cb150r pada kondisi di atas, yang pertama misalnya kondisi spek std pada suhu 35 derajat

power cbsf 35deg861AFR

Kemudian pengukuran dilakukan dengan sedikit perubahan setingan (tetep std) :

  1. Suhu turun dari 35 menjadi 28 derajad, power jadi 17.4 ps
  2. AFR diseting ideal, dari 12.657 menjadi 12.58, power naik jadi 17.5 ps
  3. Power max digeser, dari 10000 rpm menjadi 10685, power naik jadi 18.7 ps

power cbsf std kilik dikit

Dengan power sebesar ini, maka bisa saja pengukuran dyno akan menunjukkan 17 hp. Berikut ini perubahan parameter dan pengaruhnya terhadap performa mesin

power cbsf std 3kilik

Kok kebetulan pas ya.

Jadi begitulah cara berubahnya hasil dyno, dengan sedikit kilik/oprek power naik sedikit (1.7 ps), yang mana jika diteliti sekilas motor bener tampak seperti standart. Dan yang seperti ini bisa juga dilakukan pada motor2 lainnya, hanya saja lebih mudah dilakukan pada CB150R SF dibandingkan pada NVL.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

 

 

56 Komentar

  1. Bbrp hal yg kutangkap dri artikel ini;
    *pak dosen ingin mengatakan klo dyno cb150 yg kmarin itu bneran gak boong, riil, nyata, bkn hoax, rasional dan logis
    *naikkin power cbr150 itu gampil gampil gampil dibanding nevil
    ya toh ya toh??
    Smntara itu dlu ya huahahahaha

      • klu saya mbah..
        dlihat dr konfigurasi bore x stroke nya..jk stroke lbh pj drpd diameter piston lbh efektif pakai sohc yg 4v..jk sbaliknya lbh efektif pakai dohc krn karakter mesinnya brbeda..mslh superior/inferior itu trgantung dr fungsinya..motor saya jg sohc mbah tp jg kncang kq, sampai saat ini blm pernah top speed krn gk berani gas open full, stengah aja nyali dah ciut

  2. Percaya !! Ane percaya pak dosen paling benar dan paling joss !! Walau dia gak punya cbsf tapi dia selalu membenarkan apa2 yg terjadi pada cbsf .. !! Cbsf gak boleh salah !! Dohc itu maha benar bagi beliau… Dan tungganganya sendiri nvl itu produk yg selalu salah buat dia .. Dan wajib di protes !! Hebat dan salut .. Ku angkat kolor buat pak dosen !! Unik dan hanya ada satu di dunia ..

  3. pak Dosen..nanti kalo main puter2 skrup di injektor itu bakal mengacaukan ECU gak ya?
    atau no problemo?!
    minat jg nih muterin skrup itu biar power lebih plong terutama di rpm atas.. paling gak bisa ngejar abangnya (red=cbr)
    #peace for all ^^]v
    sy bukan fbh, cmn kebetulan ada cbsf di rumah buat ngantar mencari nafkah 😀

  4. iya deh.,. injeksi stengah karbu nyeting pake obeng
    tapi kn ngg mledhug di IRS,.
    juara 3 di blakang 2 FU yg karbu sie emang tp ya gmnaa gtu yah
    FBH sy yakin sepakat dan redho aj tuh asal jgn jagoan FB mbachot aj yg gdhe yg menang,.

  5. seting pada tb, itu buat nyari langsam, putaran stasioner, dari cb150r, 1500+-100, bukan buat otak atik ecu, boleh di katakan, itu air screw,

  6. py to om??
    katanya kalo sdh injeksi ntar campuran bensin plus udara bisa ideal utk kemudian dicrotkan ke ruang bakar??
    la kalo sdh injeksi full kan si vikson sdh bisa nyetting otomatis tu campuran bahan bakar. brarti injeksi si vikson lbh katro dr si cb dong?? sama2 semi cuman si cb msh dikasih tu buat colokin obrng??

  7. bisa juga dilakukan sebaliknya …..

    CB lebih mudah dikebiri performanya hanya dengan sebuah obeng…

    tinggal siapa yg jadi penuang corong…

    kalau dituang sirup keluar sirup.

    dituang bensin keluar bensin..

    itulah fungsi “corong”

  8. terlepas dari argumen pak dosen sama mas reza, klo saya lebih konsen ke metode pencatatan data yang dipake. saya baca dari m+ maupun media yang lain, cara ambil datanya, motor di run beberapa kali di atas dyno. trus data diambil yang nilai datanya paling besar. harusnya, semua hasil pengukuran dicatat, data yang ditampilkan diambil dari rerata nilai semua hasil pengukuran. ini standar buat semua pengukuran saintifik. temen2 yang pernah jadi mahasiswa dan udah ambil makul metopen/statistik insya Allah paham. ini tujuannya untuk mengurangi kesalahan pengukuran dan mendapatkan data yang lebih dipercaya.

    ini contoh, biar ada gambaran mengapa nilai yang diambil rerata dari semua pengukuran. pengambilan data 5x. hasilnya 50, 51, 49, 52, 65.
    klo pake metode yang dipake sekarang, data yang ditampilkan di publik cuma 65. data yang lain gak dianggap. padahal kalau kita cermati nilai datanya kebanyakan di sekitar 51.

    nah…besok lagi, ini sekedar saran. klo ada tes dyno lagi, minta yang ngetes nampilin semua data yang diambil. biar baik kita-kita yang awam maupun kalangan akademisi bisa lebih obyektif dan menilai lebih baik.

  9. aneh juga lah masak rugi gesek malah gak ada pda cbsf

    klw mau independet yg ngetes non pabrikan, suhu dan ruangan sama, semua standart keluaran pabrikan, gak di utak atik gak pake programmer ecu dsb, klw toh di utak atik dua2 nya harus sama 2 di utak atik smpe dapat kondisi ideal

    nah dari hasil dyno keduanya dari pihak indepedent, non pabrikan ketahuan hasilnya, itukah hasil sebenar2 nya karena intervensi pabrikan tidak ada

    biar lah berkata jujur meski pahit seperti jamu, dari pada bohong rasa manis tapi itu racun dan membunuh anda

1 Trackback / Pingback

  1. Beberapa Hasil Pengukuran Dyno Satria Fu 150 Fi | motorgoodness

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.