ganti-oli-bloger

RIP [ Salam 6 Detik ], IRS Membuktikannnya

Diposting pada

irs_150[Sumber : TMCBlog]

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Balapan IRS kemarin benar2 ingin membuktikan performa motor sport, karena memang diadakan di sentul besar. Masing2 motor benar2 diuji performanya dan ketahanannya, harus kenceng dan harus finis. Dan bebek hyperunderbone satria fu benar2 membuktikan kedigjayaannya, berhasil menjadi kampium mengungguli motor batangan asli baik cb150r maupun vixion. Jangan2 power satria fu-nya sudah di atas 27 hp…, korekannya pernah ane tulis di artikel ini. Hasilnya ternyata sesuai hasil yang pernah kita diskusikan di beberapa artikel yang lalu.

Sangat pantas jika ada motor sport baru 150 cc, kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan, ” Kencengan mana dengan Satria FU ?”, seperti yang pernah ane tulis di artikel ini.

Mengenai hasilnya, sudah dipaparkan di blog2 kondang tanah air, silahkan mengunjungi blognya wak kaji Taufik, IWB, Pertamax7, pan Bonsai dll, karena bukan itu yang ingin ane sampaikan. Yang ingin ane sampaikan adalah tumbangnya slogan

“Salam 6 detik”

Itulah akibat kesombongan dan ternyata sekarang malah menjadi sesuatu yang memalukan. Coba seandanya kemarin2 tetep santai, santun dan sederhana dalam berkomentar, tentunya kekalahan menjadi sesuatu yang biasa2 saja. Berikut perbandingan performa antara R15 OMR dan CB150R IRS

 

hasil yamaha asean cup race 2[Sumber : balapmotor.com]

Best time R15 OMR 1.59.587 , sedangkan rivalnya

Sport-150[Sumber: balapmotor.net]

Best time CB150R IRS 1.59.077 .

Sekarang jadi terbalik cb150r malah unggul 0.5 detik dibandingkan R15, dan “Salam 6 detik” sudah RIP.

Semoga menjadi peringatan buat kita, bahwa nggak ada yang perlu disombongkan di dunia ini, toh pada akhirnya akan tumbang. Karena yang tampak, sering nya “ora mesti”, alias belum tentu, mungkin suatu saat akan berubah.

Pesan moral dari kejadian ini adalah, “Yang berhak untuk sombong cuma Allah SWT, Tuhan Yang maha Esa”.