Menggabungkan 2 Paten dalam Satu Prediksi Suzuki GSX R250. Bisa Menyesatkan ???


Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan


Pernah dengar kata-kata modifikasi sesat atau oli sesat ? Pasti pernah lah, modifikasi sesat adalah modifikasi yang tidak semestinya (tidak fungsional), bahkan terkadang malah membahayakan rider motor tersebut dan juga orang lain, seperti aplikasi ban cacing pada motor sport. Sedangkan oli sesat, bukan olinya yang sesat, akan tetapi ownernya yang tersesat karena menggunakan oli mesin diesel untuk mesin bensin.

Barangkali seperti itulah makna sesat di dunia permotoran nasional. Nah saat ini ada lagi yang mungkin juga bisa menyesatkan. Ketika dua patent yang berbeda digabungkan menjadi satu, dan dianggap sebagai satu cikal bakal sebuah motor produksi masal, yaitu suzuki gsx r250. Karena memang (menurut iwf) dua patent tersebut untuk 2 motor yang berbeda, salah satunya mungkin akan menjadi gsx r250, akan tetapi bukan campuran dari kedua patent tersebut.

Mengapa iwf katakan demikian ? Karena dua paten tersebut sangat berbeda terutama pada bagian engine-nya. Iwf katakan bisa menyesatkan jika frame diambil dari patent A dan engine-nya dari paten B. Meskipun hal itu bisa saja diwujudkan, akan tetapi produsen (dalam hal ini suzuki) harus mengusulkan paten baru. Karena spesifikasi engine-nya berbeda, otomatis frame untuk mensuport (menggendongnya) juga akan berbeda. Mari kita cermati dua paten tersebut.

Patent A

Muncul pertengahan tahun 2018, dengan informasi cukup lengkap

Motor ini patent-nya dirilis cukup lengkap dan utuh baik frame maupun engine-nya. Dan engine dari motor di patent ini adalah

Patent B.

Engine pada patent B berbeda dengan engine pada patent A (seperti artikel yang iwf buat kemarin). Lihat penampakan engine pada patent B yang sudah mengaplikasikan pendingin tambahan oil cooler di bawah ini.

Engine ini mengaplikasikan turbo pada sistem pemasok udaranya. Sehingga konstruksi knalpotnya berbeda, juga tenaganya. Karena itu engine membutuhkan frame yang berbeda yang (mungkin) harus lebih kokoh dari patent A. Dan engine di atas justru sangat mirip dengan patent motor sebelumnya (patent C ). Patent C ini sempat ramai dibicarakan ditahun 2015 saat muncul engine XE7 dan juga saat muncul patentnya tahun 2017. Sesuai dengan keberadaan turbocharge-nya maka bentuk engine-nya kira-kira seperti ini

Udara dihisap bukan dari depan lewat air ram (dengan bantuan tekanan udara saat kecepatan tinggi). Akan tetapi dihisap dari belakang dengan bantuan turbo. Sedangkan bagian depan dipenuhi oleh perangkat pendingin, radiator dan oil cooler.

Perhatikan bentuk 2 bundaran bagian depan di bawah knalpot, sama kan dengan patent engine B ? Karena memang sistem pendinginannya sama persis, sama-sama menambahkan oil cooler. Dan frame yang digunakan untuk engine seperti ini seharusnya mirip dengan yang ada pada gambar ini. Perhatikan kombinasi gambar engine (patent B) dan frame+engine (patent C), mirip sekali.

Semoga memjadi jelas, bahwa sesungguhnya ada tiga patent yang iwf bicarakan (A, B dan C). A sangat berbeda dengan B dan C. Sedangkan B seakan-akan ingin menjelaskan isi dari engine yang pernah diperkenalkan di patent C. Pencampur-adukan frame di patent A dengan engine di patent B, bisa menimbulkan kerancuan, bahkan bisa menyesatkan.

Mohon maaf jika ada salah dan kurangnya. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

 

 

 

 

Advertisements

$where = 0;

One response to “Menggabungkan 2 Paten dalam Satu Prediksi Suzuki GSX R250. Bisa Menyesatkan ???

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan