ganti-oli-bloger

Mengapa AHM Membangun All New CBR150R Facelift yang Inferior ?

Diposting pada

gsx-r150-cbr-150r-r15-v3

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Suzuki mengeluarkan gsx r150 dengan power 19.17 ps, dan yamaha mengeluarkan r15 v.3 dengan power 19.3 ps. Dan tampaklah motor sport honda cbr 150r sebagai motor yang paling rendah tenaganya, yaitu 17.1 ps. Tentunya akan menjadi banyak pertanyaan apakah hanya sampai disitu kekuatan cbr 150r ?

Menurut motogokil, tentunya honda memiliki mata-mata, yang terus mengamati secara seksama perkembangan kompetitor. Dan apa yang dilakukan kompetitor dalam meng-upgrade barang dagangannya, juga sudah pasti diketahui. Serta sudah disiapkan langkah-langkah mengantisipasinya, berupa produk dengan platform yang sama, tapi dengan performa yang jauh berbeda. Dan anggapan tersebut, juga dapat kita sangkakan kepada honda (ahm) dalam kasus persaingan motor sport full fairing 150 cc.

Apakah membangun All New CBR 150r facelift dengan kode k45g, adalah sebuah kesalahan atau blunder bagi ahm dan honda ?  Mari kita diskusikan bersama…

Dua tahun terakhir, terlihat sangat jelas bahwa honda berusaha keras memenangkan market share motor sport di Indonesia. Dan akhirnya pada tahun 2016 kemarin, handa mampu merajai pasar motor sport dengan penguasaan 49,4 % (naik 14,8 %, tahun 2015 hanya 34,6 %). Pada tahun 2015 ahm berhasil mendisitribusikan motor sport sebanyak 257.179 unit, kemudian tahun 2016 berhasil menaikan distribusi motor sport menjadi 313.982 unit.

Dan motor sport berbasis engine k56 memberikan sumbangan yang cukup besar. All New Honda CB150R StreetFire memberikan kontribusi terbesar dengan total penjualan sebanyak 152.263 unit, dan diikuti oleh Honda CBR series sebanyak 90.252 unit. Jumlah ini 2 variant ini setara dengan 77% dari seluruh distribusi motor sport honda di tahun 2016. Artinya apa yang dikeluarkan honda (all new cb150r dan cbr150r) telah berhasil melaksakan tugasnya menumbangkan klan vixion (nva, xabre dan r15), dan tentu saja itu yang diinginkan ahm.

Lalu bagaimana dengan upgrade yang dilakukan rival-rivalnya dengan menaikan power dan fitur yang ada ? Ahm dan juga honda tidak mungkin tidak tahu akan skenario ini, dan pastinya mereka sudah menyiapkan jawaban (antisipasinya). Jika dilihat dari konfigurasi awal dari engine all new cbr/cb150r, memang terjadi pembatasan performa yang sangat ketat, kalau tidak bisa dibilang keterlaluan. Dan jika dibandingkan dengan gsx r150 dan r15 v3 memang sangat jauh. Berikut tabelnya [perhatikan bagian N (putaran engine) dan Mf (konsumsi bensin perjam.kg/jam)]

gsx-r150-cbr-150r-r15-v3-stock-performance

Jika dilihat dari piston speed saat power maksimum, jelas honda hendak bermain sangat aman di 9000 rpm, dengan piston speed 17.34 m/s. Selain bermain aman, dengan rpm yang cukup rendah tentunya akan lebih efisien, dan terbukti dalam tes yang dilakukan media otomotif nasional all new cbr 150r bisa lebih irit dibandingkan r15. Selain itu, dengan konfigurasi yang seperti itu, menurut ahm/honda (saat itu) sudah cukup untuk mengungguli rivalnya.

data-test-otomotif

Dan perfomanya dibandingkan calon rivalnya (saat itu) juga tidak terlalu jauh. Pembuktiannya justru dilakukan oleh suzuki saat tes prifat adu drag antara gsx r150 dan cbr 150r. Artinya jika gsx r150 unggul sedikit dibandingkan cbr 150r, maka seperti itu pula nantinya perbandingkan dengan r15 v.3. Berikut videonya

Jadi, sesungguhnya tidak ada yang salah dalam arah pengembangan engine yang baru ini. Baik dari sisi performa maupun dari sisi penerimaan masyarakat. Performanya di atas rivalnya (saat itu) dan penjualannya naik signifikan. Pertanyaan berikutnya adalah,

“Apakah ahm dan honda sudah menyiapkan langkah dalam mengantisipasi lahirnya gsx r150 dan r15 v.3 dengan performa yang jauh lebih tinggi ?”

Menurut motogokil, hal tersebut sudah difikirkan. Karena honda sudah terbiasa dengan budaya kaizen, yaitu perubahan (sedikit-sedikit) menjadi lebih baik dengan platform yang tetap. Seperti yang dilakukan pada mesin gl-series dan c-series. Dan hal tersebut pasti akan dilakukan pada motor berbasis engine k56 ini. Lalu kira-kira apa yang akan dilakukan oleh AHM/honda untuk menjadikan cbr 150r seimbang atau bahkan lebih tinggi dari gsx r150 dan r115 v.3 ?

Dengan tetap menjaga basis engine yang sama, maka engine cbr 150r dapat ditingkatkan performanya dengan cara yang hampir sama seperti yang dilakukan yamaha, yaitu :

  1. Menurunkan semua rugi-rugi yang mungkin terjadi, yaitu pada bagian piston+ring piston, dinding silinder, rocker arm, camshaft, big-end, small end dan poros crankshaft. Penurunan rugi-rugi akan berpengaruh sangat signifikan dalam meningkatkan power yang sampai ke roda, meskipun konsumsi bensinnya tetap.
  2. Menaikan posisi power puncaknya, dari 9000 rpm menjadi 10000 rpm.

Dengan dua langkah ini saja, sudah mampu mengerek power cbr 150r dari 17.1 ps menjadi 19.85 ps. Sudah cukup untuk mengungguli baik r15, maupun gsx r150. Dan hal ini sangat mudah bagi pabrikan sebesar ahm, bahkan praktek untuk mengupgrade dalam level street performance seperti dapat dilakukan dengan mudah oleh mekanik balap pinggir jalan dengan cara :

  1. Mengganti throttle bodi dengan diameter yang lebih besar, misalnya 32 mm. Hal ini wajib dilakukan untuk memenuhi pasokan udara yang optimum di rpm yang lebih tiinggi, misalnya 10000 rpm.
  2. Penggantian injector dengan debit yang sedikit lebih besar
  3. Remap ignition timing dan injection duration pada ECU, untuk mendapatkan AFR dan power yang diinginkan.

Untuk pabrikan, ke-3 ubahan ini bukan pengadaan komponen baru, hanya perlu dilakukan sedikit ubahan, maka tidak perlu biaya besar dalam membangun cbr 150 v.2 dengan power 19.85 ps. Dan bagusnya, agar ahm tidak mengecewakan konsumen yang sebelumnya telah membeli all new cbr 150r, maka perubahan part-part ini juga bisa diadopsi oleh versi sebelumnya dan dapat ditangani dengan mudah oleh mekanik ahass. Sehingga owner cbr 150r tinggal bilang “Tolong di-upgrade ke v.2!”.

Sementara itu dulu yang bisa motogokil sampaikan kepada para pemirsa yang tercinta. Lebih kurangnya mohon maaf, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.