Menurut Motogokil Sensor O2 CBR150 Lokal (K45) Bukan di Knalpot, Tapi di Head

cbr150 lokal ahm

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Pernyataan Deputy GM Sales Division PT Astra Honda Motor, Pak Thomas Wijaya tentang cbr150 lokal

” ………kualitas CBR 150 ini nggak downgrade dibanding CBR 150 CBU Thailand ..”

Diindikasikan dengan sistem penginjeksian bahan bakar yang menganut sisten close loop seperti cbr150fi thailand. Karena basis enginenya sama dengan cb150r street fire, maka ada yang beranggapan bahwa sensor o2 (sebagai ciri sistem close loop) akan ditempatkan di leher knalpot. Karena pada head cb150r juga tidak terpasang sensor o2, jadi sama plek dan dapat dibuat dalam satu line pabrik.

Tapi menurut motogokil tidak demikian, sesor o2 tetap ditempatkan di head pada saluran buang. Hal ini disebabkan oleh…

1. Karena pada head mesin cb150r street fire, sudah disediakan tempatnya, hanya saja buntu (belum dilubangi)

no_o2_cb150r[sumber :tmcblog]

2. Jika di pasang di leher knalpot harus malakukan pekerjaan tambahan pada pembuatan kanlpot yaitu

  • melubangi knalpot
  • menyediakan pangkon ber-drat dalam seukuran sensor 02
  • pengelasan pangkon ke knalpot

kira-kira secara kasar seperti inilah hasilnya

??????????[sumber]

3. Melubangi dan men-tap head di tempat yang sudah disediakan jelas lebih mudah dan lebih praktis, serta lebih indah dilihat. Untuk men-tab, hanya dilakukan dengan proses putar2 yang sangat biasa dilakukan mesin, yaitu ;

  • melubangi
  • men-tab dengan 3 tahap : intermediate, tapper, botoming. Cara nge-tap bisa dilihat di sini

Sehingga hasilnya akan sama persis dengan head cbr150fi tahiland

o2_cbr150r[sumber :tmcblog]

Perhatikan posisi sensor o2 di cbr150fi dan tempat yang yang disediakan untuk sensor o2 di cb150r, sama kan ?

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB

36 Komentar

  1. melubangi
    men-tab dengan 3 tahap : intermediate,
    tapper, botoming. Cara nge-tap bisa dilihat di

    sini

    itu kalo tap manual gan….yg d puter tangan…krik…krik…hihihi…tap manual kan ada 3 model dlm 1 ukuran…ya itu d atas jenise….malah kurang 1 lagi tu prosesnya….camfering….
    kl pabrikan bor,chamfer,finish dah satu tool…sangat presisi ukuran toolnya…..kl tap nya dgn turbo tap….d proses d cnc machining center….sangat2 cepat…IMHO
    cuma nambahi…hehe

  2. Tapi nurut bocoran dari blog lain, sensornya ada di knalpot.. lagian knalpotnya juga beda, system slip on. Lebih logis di knalpot

  3. Dua-duanya nothing to lose kok si AHM. Mau di head ongkos produksi head cylinder meningkat. Mau di leher knalpot juga ongkos knalpot meningkat. Tapi ga masalah kalau ditaruh di leher knalpot, karena knalpot CB sama CBR beda sehingga ongkos knalpot juga bakal beda. Dan untungnya malah CB sama CBR bisa tuker-tukeran cylinder head.

  4. di machining Ahm mah kaga pake ribet jika ada modifikasi pada prosesnya, mesin machining merk Fanuc itu 1 jig bisa berbagai macam proses tidak seperti mesin dulunya…tinggal tambahkan tool yg diinginkan pada mataharinya (tempat tool) program, tinggal berdansa aja tuh Jig (proses)

  5. Mau di knalpot ato di head bg ahm kagak ada kesulitan dan tdk menambah cost tinggi. Lawong dr karbu ke injeksi aja cuman nambah RONGATUS SEKET EWU.
    Kalo pabrik sebelah ya tau sendirilah 😛

  6. Kemungkinannya besar kok sensor di knalpot… CBR250R aja yang single lamp (lampu sempak kata FBY) di head… tapi yang dual lamp di knalpot…

  7. Bisa jadi bisa jadi . Secara mesin CNC ( fANUC , Brother ) . Bisa proses lagi buat bikin hole 02 sensor . Tinggal bikin program . Pasang tool drill sama taping d magazine . Kalo perlu jig nya d rubah . Trus bikin lagi cutting proses . . . Kasus nya sama kayak ILB . Sudut kemiringan manifold intake nya d rubah .

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan