Kalau Hanya untuk Melawan CBR250RR, Memang Kawasaki Tidak Perlu Engine 4 Silinder

ninja vs cbr

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Saat ini kawasaki masih memimpin penjualan motor sport 250cc di tanah air. Menguasai lebih dari 60% pangsa pasar, merupakan posisi dan keuntungan yang sangat menggiurkan. Dan kedatangan pendatang baru (cbr250rr) yang sedikit banyak akan menggerogoti pangsa pasarnya nanti, tentunya sangat tidak diharapkan. Oleh karena itu, kawasaki tidak akan tinggal diam, pasti akan berusaha mempertahankan status quo yang dimilikinya.

Melihat dari apa yang ditawarkan oleh honda lewat cbr250rr-nya, membuat kawasaki ninja250fi terlihat inferior, terutama pada aspek performa. Karena memang performa adalah salah satu yang paling diutamakan pada jatidiri motor sport, maka bagian inilah yang akan digarap lebih dahulu oleh kawasaki. Dan untuk menandingi performa cbr250rr, tidak perlulah kawasaki mengeluarkan motor sport dengan engine 4-silinder, yang (menurut motogokil) kontra produktif.

Bisa dikatakan kontra produktif karena :

  1. Harga akan sangat tinggi, selisih harga dengan motor sport 2 silinder sangat besar, sehingga menjadi barrirer calon konsumen untuk membelinya
  2. Performa yang dijanjikan tidak terlalu signifikan bedanya dibandingkan 2 silinder, untuk produk masal
  3. Utilitas akan menurun, karena engine 4-silinder memiliki beberapa kelemahan dalam penggunaannya, yaitu besar, berat, panas dan boros.

Jadi untuk melawan cbr250rr, cukuplah kawasaki meng-upgrade beberapa sisi yang dinilai sangat besar perbedaannya dibandingkan cbr250rr, salah satunya adalah performa. Sekali lagi motogokil sampaikan bahwa untuk mendapat performa, maka variabel yang perlu diperhatikan adalah :

  1. Volume udara yang mampu dihisap
  2. Penempatan peak power pada rpm tertinggi
  3. Rasio kompresi
  4. AFR
  5. Dan rugi-rugi, baik dari sisi engine, maupun aerodinamika-nya.

Secara spesifikasi, baik cbr250rr maupun ninja250fi memiliki konfigurasi engine dan fairing yang hampir sama. Sehingga dalam hal mengoptimalkan no 2,3,4 dan 5 bisa setara. Sayangnya untuk kondisi no.1 sangat berbeda, yang menjadikan hasil tuning maksimal ninja250fi selalu di bawah cbr250rr. Inilah yang membedakannya :

ninja vs cbr intake port

Jadi jika kawasaki ingin menyetarakan potensi maksimum performanya, bagian intake port harus dibenahi, menjadi downdraft seperti cbr250rr. Ya terpaksa membangun cylinder head baru, dan karena power di-setting jauh lebih tinggi dari ninja250fi saat ini, maka wajar jika ingin optimal rasio gigi transmisi diubah. Mengingat konstruksi engine ninja250fi adalah konstruksi engine yang paling kuno diantara r25 dan cbr250rr, maka sudah sepatutnya kawasaki membangun engine baru, yang menurut motogokil, setidaknya memilki tujuan :

  1. Meningkatkan VE, ubahan di sekitar head (intake port, camshaft profile, valve-in diameter)
  2. Meningkatkan optimasi pembuangan, ubahan disekitar head dan header knalpot.
  3. Meningkatkan ketahan pada putaran tinggi, ubahan di sekitar per klep, konstruksi crankshaft, saluran oli mesin dan posisi off set piston
  4. Optimasi di sektor penyaluran tenaga, ubahan di sektor rumah kopling dan gigi transmisi
  5. Karena power sudah semakin tinggi, maka mesin semakin panas, maka saluran cairan pendingin juga akan diupgrade, beserta pompa dan dimensi radiatornya.
  6. Dan yang terahir adalah pengurangan rugi-rugi gesek, ubahan disekitar penggunaan bearing loseless beserta rumahnya pada crankcase.
  7. Dan lain-lain

[Dengan ubahan ini berapa powernya ??? Tunggu artikel berikutnya..]

Dan ubahan seperti ini mudah saja bagi kawasaki, karena data hasil riset sudah tersedia. Tinggal minta data dari semua tim balap yang menggunakan ninja250/300, kemudian menjadi basis perancangan engine baru. Dan harga akan menjadi penghalang/pertimbangan penting dalam menentukan setinggi apa kualitas komponen untuk mendukung ubahan-ubahan tersebut.

Pastinya harga akan tidak jauh dari kompetitor. Dan jika harga cbr2250rr sekitar 70 juta, maka ninja250fi dengan engine terbarunya juga di sekitar 70 juta. Dan akhirnya akan terasa bahwa harga ninja250fi yang sekarang terlalu mahal.

Lebih dan kurangnya mohon maaf, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

 

Advertisements

$where = 0;

39 responses to “Kalau Hanya untuk Melawan CBR250RR, Memang Kawasaki Tidak Perlu Engine 4 Silinder

  1. Iya 4 silinder sia sia sih

  2. R25 ga ikut di bahas nih

  3. kawasaki mulai panik….

  4. 70 vs 70 pilih kawasaki dongs…

    Battle of Ultra Long Haul Airplane: http://wp.me/p7LBn5-1Vg

  5. klo masalah teknologi mereka dah hebat kaleee….. gampang bagi mereka…

    yg jadi masalah tuh bukan mesin bodi desain itu kecil buat kawak…yg jd masalah kekuatan brand honda…nama astra ahm itulah yg bikin puyeng kawak… ahm dah siapin dealer khusus..bengkel khusus n aftersalesnya kawak ga bejaban!!!

    berat2…..!!!

    klo dl cbr jomblo kalah ya ahm blom niat aja… cm impor itupun jualan males2 an… ahm tuh nunggu musuh sebenarnya yimmi..r25…

    klo skrg dah head 2 head sm2 2 silinder.. bakal seru neh perang baratayuda….jossssss

  6. disinyalir ngerubah durasi camshaft yang sebelumnya 270an derajat menjadi 290an derajat seperti zx-10r

    tp tetep mentok <15rb rpm, tahu ngak kenapa?… xixixixixixi

    • sesuai pakem tuning kawasaki, (overlap besar, LSA sempit).

      setidaknya ada 2 alasan:

      1, silinder pressure yang dibangun terlalu besar crankshaft sudah ngak kuat ngempresnya dirpm tinggi. gejala paling gampang di analisa “rpm naiknya lambat terutama diatas 11rb rpm” sekalipun pake gear ringan G1-G3

      padahal langkah kompresi sudah berkurang, contoh zx-10r durasi in close 80 abdc atau langkah kompresi cuma 100 derajat sebelum TMA.

      2, duarsi overlap terlalu besar beresiko tabrakan antara klep dan piston dirpm tinggi.

    • saya mau nanya nih katanya konstruksi stoke yamaha r25 paling bagus kok kemarin pembalapnya mengeluhkan power drop kira” apa penyebanya

      • untuk mengetahui penyebab pastinya, coba cari bocoran durasi camshaftnya.

        sesuai pakem tuning yamaha ( durasi overlap besar, LSA sempit.

        pakem tuning yamaha mirip sama kawasaki istilahnya satu guru satu ilmu.

        namun untuk pakem tuning ini kawasaki lebih advance, dimana durasi overlapnya lebih besar dan LSA lbh lebar, efeknya power dan topspeed bisa diraih lebih tinggi, .

        ada kesamaan dari pakem tuning ini, sama-sama payah coz sulit tembus >15rb rpm….. xixixixixixi

        ok kembali ke jawaban, ini hanya contoh saja ya:
        anggaplah durasi R25 sama dengan R15
        durasi in : 29-180-59= 268 derajat
        durasi out : 59-180-29= 268 derajat

        jika overlapnya besar (58 derajat), jangan sekali2 durasi in close dimajuin dari 59 derajat dirubah menjadi 45 derajat.
        karena meskipun ubahan ini akselerasinya lebih nendang namun rpm atasnya lemot karena silinder pressure yang dibangun terlalu padat. faktor lain header kebesaran dan relatif pendek mungkin ini penyebabnya.

        • kalo pakem tuning cbr yang di pake di ARRC kemarin gimana kira” nih penasaran banget karena infonya pake spek stock tanpa bore up karena ada pabrikan yang protes tapi masih mampu bejaban sama inline 2 meski saat deselerasi terlihat kedodoran tapi mampu mengimbangi saat stright

          • pakem tuning honda dan suzuki kebalikan dari yamaha dan kawasaki.

            buat yang faham pakem tuning honda dan jago tuning mesin maka mesin 1 silinder stroke 55,1mm seperti CBR250R sebenarnya sudah cukup ngelawan 2 silinder atau bahkan 4 silinder sama2 250cc.

            jika mesin 2 atau 4 silinder “bisa” tembus 14rb- 20rb rpm, logikanya semua mesin dohc, valve tegak bisa tembus 20rb rpm. ini dulu harus kita fahami.

            reduksi gear CBR250R paling berat dibandingkan spec mesin 250cc lainnya. kebayang ngak akselerasi dan topspeednya jika CBR250R dituning 14rb-20rb rpm.

            namun kekuranga CBR250R ada pada headnya masih menggunakan roller arm penekan valve, padahal bisa saja honda membuat CBR250R bore 76mm real DOHC dimana Cam langsung menekan tappet shim.

            sepertinya disengaja seperti itu agar rpmnya dibatasi sekitar 14rb rpm.

    • berarti kalau masih ikutan pakem kawak ya bakal gitu2 aja ya om.. mengenaskan juga ya…

  7. waduh padahal “kami” ingin Yamaha Ninja 250cc 4 setengah silinder pak!!! biar cbrrrr250rrrrr gak laku wjwjwjwjw

    http://warungasep.net/2016/08/05/motor-baru-apa-yang-terkencang-di-indonesia-2016-ini-hasil-tesnya/

  8. Sayang banget belum dapat kesempatan memiliki

  9. Segment panas nih pak dozen

  10. sumpah ini blog dari dulu komen dn isi artikelnya mencerdaskan org2 goblok macem gue, klo kang yogas impresi dn testimonial test ridenya emg rada lebih jujur naah bedanya klo dsini ga cm bakar2an ga jelas tp jg mbahas secara teknis.. tetap pertahanin yak pak dosen..

  11. Kawak itu yg penting up grade mutu part nya, masih inget kasus klep mlungkung ketika di betot 14rb disentul besar?

  12. @pngamat: jk pakem tuning ymaha n kwasaki sama, knp nasib dua pbrikan ini brtolak blkang baik d ajang motogp maupun wsbk? ktanya satu guru satu ilmu???

    • dalam kontek ini yang saya bicarakan adalah versi stock antara yamaha dan kawasaki.

      namun dalam ajang balap agar kompetitif pekem tuning bisa berubah atau tidak digunakan lagi.

      wsbk :
      ZX-10R stroke 55mm vs YZF-R1 stroke 50,9mm, sama2 mesin 4inline.
      jelas secara spec YZR-R1 bukan tandingan ZX-10R,
      *jika pakem tuningnya sama.

      MotoGP:
      YZR-M1 rossi on board bisa tembus 17rb rpm di mugello,
      ini jelas team movistar yamaha meninggalkan pakem tuningnya meskipun masih trouble.

      jika YZF-R1 merubah pakem tuningnya kemudian dituning up 17rb rpm mungkin bisa kompetitif di ajang wsbk.

  13. Perasaan yg dibahas cuma cbr250rr sama satria 150 fufi aja..

  14. overconfidence..thu ninja ktemu cbr juga langsung mlipir minggir. kkkkkkkk :0
    kawasaki suzuki udh andalany itu itu aja.. diasepin sama yamaha honda

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan