Alasan Mengapa Honda Tidak Memilih 4 Silinder untuk CBR250RR

cbr250rr 4 vs 2 cyl

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Setelah honda mengeluarkan cbr250rr 2-inline, menghangatlah rumor bahwa kawasaki akan menyiapkan yang lebih, yaitu ninja250 4-inline. Tentunya jika rumor ini benar, telik-sandi honda tidak mungkin lalai, mereka juga pasti mengetahuinya. Jika memang demikian, pertanyaannya mengapa mereka tidak langsung saja membuat cbr250rr 4-line (4 silinder) ? Toh mereka sudah pengalaman, saat memproduksi cbr250rr mc22.

Rupanya mereka sudah mempertimbangkan, mana yang paling menguntungkan. Maklum mereka membuat cbr250rr kan memang buat dijual, maka tujuan utamanya bukan terfokus pada performa, style dan lain sebagainya. Akan tetapi tujuan utamanya adalah keuntungan. Tentunya dengan tahap-tahap berikut :

  1. Disukai banyak konsumen, karena penampilan, fitur, performa, handling dan lain-lain
  2. Dibeli oleh konsumen, karena konsumen percaya kualitas, aftersales, dan lain-lain
  3. Untung besar.

Oleh karena itu atas dasar pertimbangan itulah cbr250rr dibangun dengan 2 silinder, ketimbang 4-silinder. Kok kelihatannya kurang berhubungan ? Sekilas memang kurang berhubungan, akan tetapi kalau kita cermati dan simpulkan dari apa yang dikatakan Inuma San (presdir pt. ahm), terlihat sangat berhubungan. Berikut ini kesimpulan jika cbr250rr dibangun dengan engine 4 silinder :

  • Power maksimum baru bisa dikail pada rpm yang  lebih tinggi. Sementara friksi yang terjadi lebih besar (lebih banyak komponen yang bergesekan), sehingga komsumsi bbm menjadi lebih boros. Banyak rider sport 250cc masih “mikir” tentang konsumsi bbm, bisa dibuktikan di spbu.
  • Dimensi mesin 4 silinder yang pasti lebih berat dan lebar, sementara postur rider Indonesia rata-rata kecil. Sehingga akan mengurangi rasa “fun” terutama saat melewati kemacetan, parkir dan jalan-jalan yang sempit.
  • Part yang digunakan jauh lebih banyak, sehingga cost (biaya) maintenance lebih mahal
  • Suhu pada silinder head juga jauh lebih panas, tidak cocok dengan cuaca Indonesia yang panas. Hal ini akan banyak menyiksa rider
  • Harganya pasti jauh lebih mahal, dibandingkan mesin 2 silinder. Karena mulai dari crankshaft, conrod, piston, silinder, head beserta isinya (klep, per klep, camshaft dan lain-lain), intake-injector beserta tb dan sensor, header knalpot, semuanya dua kali lipat mesin 2 silinder.

Tentunya akan ada pertanyaan, “Meskipun demikian (banyak ruginya), bukankah dengan engine 4-silinder akan diperoleh performa yang lebih besar ?

Inuma san memberikan jawaban :

……dengan teknologi terbaru yang membuat mesin lebih kecil, ringan dan presisi. Kalian sudah lihat part mesinnya satu persatu??

“Tentang power?. Akan sangat bagus. Sekarang kita sedang ngecek kualitas part satu persatu jadi spek akhir bisa saja berubah. Karena itulah kami belum bisa katakan sekarang. Tapi sepertinya akan jauh lebih baik  dari……[sumber]

Jadi optimasi jumlah silinder – power, menjadikan cbr250rr lebih cocok bagi rider di Indonesia. Dan tentunya harapannya lebih menguntungkan bagi honda (ahm). Apakah bro-bro percaya dengan ucapan inuma san ? Bagusnya sih tidak percaya, sebelum melihat perbandingannya dengan nyata. Mari kita lihat perbandingan cylinder head – nya

cbr250rr 4 vs 2 head

Lebar frame-nya

cbr250rr 4 vs 2 frame

Dan contoh jeroan cylinder headnya (jumlah klep-nya)

cbr250rr 4 vs 2 valves

Jadi menurut motogokil, honda merusaha melakukan optimasi dari segi kepraktisan pengguna, performa, harga dan ongkos pemeliharaan. Maka dipilihlah 2 silinder untuk mesin cbr250rr. Masalah power honda menjanjikan, tidak perlu khawatir. Ada korelasi (berbanding lurus) antara kualitas part dan performa, pastinya jauh lebih baik dibandingkan kompetitor (untuk sementara ini).

Semoga informasi ini bermanfaat, lebih kurangnya mohon maaf, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

 

 

Advertisements

$where = 0;

33 responses to “Alasan Mengapa Honda Tidak Memilih 4 Silinder untuk CBR250RR

  1. Sanggup beli, ga sanggup pemeliharaannya. Kira2 begitu pak

    • kalau ay sbg business man, pasti mikir produk yang akan ay lempar bisa laris manis meski tentu bukan laris selaris mesin uang yang sudah ada sebelumnya (misal; Beat, NMax)..

      Jika langsung bikin 4 silinder, bisa bisa saja, tapi pasarnya niche banget, dengan harga yang relatif tinggi, sebulan belum tentu laku 20 biji sementara running cost jalan terus (bayar pegawai dan sejenisnya)..

      Meski bisa saza dilakukan subsidi silang, keuntungan dari produk mesin uang untuk nutup cost production cbr250rr misalnya.. tapi kembali lagi, ay bikin produk untuk laris, selain cari untung juga sebagai bukti bahwa produk saya diterima dengan baik di masyarakat..

      Tapi berpikir sebagai business man lagi, ketika 2 silinder sudah diterima dengan baik oleh konsumen (laris), baru berpikir membuka lahan baru bermain di niche market, kemungkinan ya bikin 4 silinder sebagai flagship dari kelas 250cc yang sudah terbentuk tadi..

    • ngebayangin nyekur klep-nya grand (saat turun mesin) yang cuma 2 biji aja udah keringetan, campur was-was masih bocor apa nggak
      lah ini nyekur 16 klep, apa nggak klenger mekaniknya

      • Sementara resources jumlah mekanik, part dan dana buat biayain semua aja terbatas…. (1)

        Oot dikit, mau ngebahas alasan p200ns gak diurus serius sama mekanik dan kawasaki sendiri, kan diakuin kalau ngurus produk sendiri aja masih rada keteteran (2), apalagi ngurus p200ns yg produk orang (cek gugel pernyataannya) toh. Padahal p200ns yg dititip bajaj itu 1silinder aja, lebih simpel daripada service motor kawak yg mayoritas cc besar dan multi silinder

        Terus banyak user ninin 250 service bongkar mesin dan halhal njelimet lainnya di beres, lebih banyak lagi bengkel luar yg professional menangani 250 cc keatas toh.

        Kalau ngelihat part 250cc inline 4 yg banyaaaak dan kecilkecil gitu (250:4 brrti +-62.5cc per silinder, kecilll) dan dihubungkan dengan pernyataan (1) dan (2), kayanya kecil kemungkinan kawak buat 250cc 4 silinder, apalagi waktu dekat ini sih

        Cuma pendapat nubi, jangan dianggep serius ehehe

  2. dear kanjeng pembaca sekalian saza…

    lagi-lagi para blogger dolariah selalu membahas motor mubazir ini
    yagh juragan jadi makin pusing kalo begini teroos kira2
    juragan mau bikin artikel apa lagi yagh…?

    hmmm nanti dech dibahas lagi time will tell lagh..

    ciaoo…

  3. Jawabanny simple sbenarnya honda g punya mesin 2 silinder yg dijual…… Masak langsung lompat ke 4 silinder… Hitung2an marketnya ya lbh besar yang 2 silinder…

    Berbeda dengan kawak yang uda punya 2 silinder…. Keuntunganny banyak jika mau luncurkan 4 silinder…. Baik dri sisi image dan memenuhi hasrat para bike enthusiast…

  4. saya jadi ingat komentar bro pengamat tentang stroke 44 lebih baik dari 41 , logikanya hampir sama dengan mesin 2 silinder vs 4 silinder, Kalo dengan 2 silinder aja udah dapat power yang besar dalam rpm yang lebih rendah ngapain bikin 4 silinder

  5. 4sil 250cc sutandar rata2 dpt 45hp, redline 18rb rpm..medeni…tinggal tunggu brp power cbr…

  6. geng ijo bisa jadi sih ngeluarin yg 4cyl, katanya kan mrk sbg pelopor pasar bkn follower & pecinta produk mrk loyalis yg pasti takkan berpindah kelain hati (katanya)

    • Mereka bilang pelopor sih tp apa iya??
      Byk contohnya jg kawak.sbg follower lho,, itu namanya munafik..kcuali bilangnya kawak selalu berusaha jd pelopor, beda dg kawak selalu jd pelopor ini munafik knyataannya bbrapakali ngekor jg.

    • Pelopor darimana, pabrikan honda jauh lbh tua drpd kawasaki, stlh honda besar, toyota membiayai yamaha utk melawan honda sampe skrg, sbnrnya honda ingin menghancurkan toyota, baca dong baca.

  7. Tapi pridenya pasti mantep

  8. mungkin analisanya bisa dipertajam lagi.. selain dr segi kondisi bumi pertiwi Indonesia Raya yg tropis dan full of traffic jam di kota2 besarnya, dan perkara2 teknis laen (panas mesin, power dan efisiensi). CBR250RR ini kan katanya bakal jd produk global, otomatis risetnya kan ga cuma di mari (wlpn potensial marketnya gede disini), kira2 kalo biker enthusiast secara global lebih suka mana 2cyl inline, V twin, atau 4cyl inline, trus perkara2 teknis lain di berbagai belahan dunia..
    trus.. ga tau lg dah

  9. Ada cara yg lbh mudah membandingkan spec mesin dengan perbandingan Bore/Strokenya.

    Spec mesin tertinggi/terbaik tetap overbore dgn perbandingan Bore/stroke 1,1~ s/d 1,2~

    Mesin 4 silinder……. Bore/stroke
    CBR250RR 48,5mm/33,8mm= 1,439
    FZ250. 48mm/34,5mm= 1,391
    GSX250RR 49mm / 33mm= 1,48
    ZX250R 49mm/33,1mm= 1,48

    Mesin 2 silinder……. Bore/stroke
    CBR250RR 62mm/41,36mm= 1,499
    R25 60mm/44,1mm= 1,36

    Artinya Mesin 4 silider 250cc speknya tidak lebih baik dari R25. Masalah kecepatan tergantung rev rpmnya & seberapa cepat rpm mesin melengking.

    Masalahnya adalah tahu kah kita cara tuning mesin agar mampu berkitir 13rb rpm saja, ngak usah 21m/s. apa rahasianya? Apa mesin yg punya overlap besar/overlap kecil?

    • dengan hanya bermain di 13000rpm kira” kurva powernya seperti apa ya? meledak” atau cendrung linear seperti jenis mesin v paling jinak rc211v yang baru kaluar tenaga setelah 7000rpm atau malah seperti rc213v-s yang ga terasa engine breaknya, mohon pencerahanya, soalnya saya jadi teringat waktu ducati stoner bisa di geber 220000rpm malah tidak terdengar adanya understear

    • Inimah ank buah EP, R.25 motor dewa tp gk tahu dewa apa…dilihat saja ntar dirace stlh cbr250rr ikutan, yg disanjung stroke 44, apa iya 44 itu plg top didunia…dg cc yg sama ..

    • Masalah kurva power & torsi tergantung settingannya, bisa naik curam rentang rpm sempit atau bisa naik landai & linier rentang rpm panjang.

      Kurva power dan torsi Tergantung durasi camshaft, kecepatan pengisian udara+bbm, besaran port in & out, timming pengapian, serta berat reduksi gear yg digunakan saat test dyno.

      • Saya juga pernah denger jaman dulu ada mesin 250cc 4tak paling ganteng, karena bisa mengalahkan 2tak pada cc yang sama tapi dengan putran mesin 2x lipatnya, apa itu juga pake rumus yang sama

    • Speck mesin terbaik dengan perbandingan bore/stroke 1.1~s/d1,2~ ini rumus dari mana om pengamat ..

  10. triatmono si penggiring opini

    cbr250rr tinggal ditambah fitur traction control, pasti langsung bikin botak si trimomok gara2 harus mikir keras lagi buat bc nih produk

  11. mbah darmo=momok?

    skutik dikuasai honda

    bebek dikuasai honda

    sport 150cc dikuasai honda

    sport 250cc dikuasai kawasaki

    trus yamaha dapat apa?

    • lho bener juga ya?
      kasian juga sy kadang kadang

    • hla jelas dapat ampaz. ngoahahahaha.
      sorry to say saat ini motor bikinan YIMM yang paling diminati cuman Nmax, orang udah bosen dengan mesinnnya vixi- mesin loh bukan model- , matik yang telat dan nanggung update-nya, xabre kemahalan-menurut ane- , si lemot byson yang entah gimana nasibnya-ngga tega bilangnya- , R15 – udah ketinggalan model, fitur dan mesinnya dibanding kompetitor. R25 -jarang liat ni motor masih ramean ninja -yang jelas R25 kurang fitur, mesin udah bagus – , apaan lagi ya? yang jelas kalo YIMM mau motornya laku ya harus berbenah. itu ajah, ngoahahahaha

  12. Gw gak yakin klo kawak bsa ngasih banderol ninja 250 4 silinder dibawah 85 juta.. apalagi orang skrg demen sm usd, swing arm almu dsb..

    Kyknya kawak lagi blunder

  13. udah pernah nyoba sih pakai bor, tapi ya itu feel nggak kena

  14. Waduh, kalo 4 silinder ya sekalian yg 600cc aja pakde, kan udh ada tuh 600 ato 1000cc, tinggal pilih.

  15. Pingback: Honda CBR 250 RR Tembus 40 PS ? Biasa Saja…Sudah Terprediksi Sejak Lama di Motogokil | Rider, Mechanic, Engineer, Researcher

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan