"Oprekan OMR (One Make race)" Panduan Modifikasi Street Performance

omr acuan modif

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Pada artikel yang lalu diceritakan bahwa untuk rider yang kurus/enteng, dengan ubahan sederhana disektor reduksi ahir (gir belakang-depan), sudah cukup untuk meningkatkan topspeed. Lalu bagaimana dengan rider dengan badan agak gemuk ? Memperberat reduksi akhir jelas akan sangat terasa pada menurunan akselerasi, dan hal ini tentunya tidak diinginkan. Oleh karena itu diperlukan ubahan tambahan dalam meningkatkan performa mesin.

Terkadang seorang rider merasa kesulitan dalam menentukan piliihan, part apa yang pertama-tama harus dibeli dan diaplikasikan untuk meningkatan performa engine motornya. Terlalu banyak pilihan, yang jika salah pilih komponen peningkat performa (racing), yang ada malah membuang duit sia-sia. Dalam artian jumlah uang yang dikeluarkan tidak sebanding dengan performa yang didapatkan. Beberapa part “racing” yang sering menjadi target belanja para biker adalah :

  1. Knalpot
  2. Filter udara
  3. Camshaft / noken as
  4. Koil pengapian
  5. Busi
  6. Oli full sintetis
  7. CDI / ECU
  8. Karburator / injektor
  9. Boreup kit
  10. Throttle body
  11. Super head dengan klep lebar
  12. Kampas + per kopling
  13. Dan lain-lain

Nah sekarang mumpung persaingan r15 dan cbr150 masih hot, maka mari kita lihat beberapa part racing yang disematkan pada motor2 tersebut dalam rangka meningkatkan performa untuk OMR.

Seperti yang telah dipublis beberapa waktu yang lalu bahwa baik r15 maupun cbr150 yang digunakan OMR sudah tidak standar lagi, alias sudah mengalami ubahan sedikit atau banyak. Berikut data ubahan r15 saat omr yacr 2013, beserta prestasinya

  1. ECU racing DAYTONA
  2. Knalpot racing Sakura
  3. Head cylinder buatan BRT, dengan klep in: 22 mm dan ex: 19 mm (std in 19mm-ex 17mm), seating klep menggunakan berilium
  4. Camshaft racing
  5. TB (throttle body) menggunakan 30.4 mm (std tb: 28 mm)

Dengan ubahan ini raihan waktu tercepat r15 di sentul adalah 1 menit 58.063 detik

Sedangkan uabahan cbr150 lokal saat omr kemarin adalah

  1. Knalpot racing WRX
  2. ECU racing ARACER RC1

Dan dengan ubahan ini cbr150 meraih waktu tercepat di sentul sebesar 2 menit 1.796 detik

Dari ubahan tersebut diatas maka dapat disimpulkan bahwa untuk mengupgrade performa r15 ada 3 tahap upgrade yaitu :

  1. Meningkatkan volume udara yang masuk (efisiensi volumetrik/ve)
  2. Menyeimbangkan AFR
  3. Menyeimbangkan pembuangan

Sedangkan ubahan untuk cbr150 omr adalah :

  1. Menyeimbangkan AFR
  2. Menyeimbangkan pembuangan

Jadi untuk keperluan harian, oprekan street performance yang paling sesuai adalah yang dibawah oprekan OMR, atau maksimal setara. Untuk r15, menurut ane, ubahan yang paling rasional adalah :

  1. Meningkatkan ve dengan menggunakan filter racing dan menyeimbangkan pembuangan dengan knalpot racing.
  2. Biarkan ECU dengan bantuan O2 sensor untuk menyeimbangkan AFR
  3. Jika hasil pengamatan busi menunjukkan terlalu kering (elektroda berwarna putih) maka sudah waktunya meningatkan nilai co+ secara bertahap dengan setting ECU
  4. Jika sampai co+ 30 belum juga pas, berarti waktunya ganti injector yang lebih besar debitnya. Kemudian nilai co di setting ulang.

Sedangkan untuk cbr150 ubahan yang paling rasioanal adalah :

  1. Ganti knalpot racing dengan tetap mempertahankan keberadaan O2 sensor, agar ECU mendapatkan umpan balik untuk menyeimbangkan AFR.
  2. Jika pembakaran terasa terlalu kering, maka ada dua pilihan; mengganti ECU ori dengan  ECU racing atau mengganti injector dengan debit yang lebih besar.

Itulah oprekan sederhana street performance untuk r15 dan cbr150 mengacu pada oprekan omr masing2 motor. Part2 lainnya bisa menyusul jika ada rejeki.

Semoga bermanfaat, wasslamu’alaikum wR wB.

46 responses to “"Oprekan OMR (One Make race)" Panduan Modifikasi Street Performance

  1. setelah itu silakan diadu lagi di suramadu …

  2. Mantab pak dosen… apakah masih ada yg nyolot?. Semakin nyolor semakin seru..

  3. klw kata mekanik langganan saya,
    udah mas klw untuk sekedar transportasi di jalan raya,
    motor itu ga usah kenceng2 amat, ,
    makin kenceng makin sakit kalau jatuh

    well, I thought I started to admire that kind of logic
    LOL

    • makanya bro pilih R15
      sudah irit tampang juga dipegang R15 poenya
      ditambah banana arm, deltabox
      motor expor lagi prestige nya jga dapet+ forged piston dyasiil cylinder

      sakit hati tu baru beli keluar diler dapet motor cacat klothok2 kualitas abal2

  4. Wah tbh kncang, sbenarnya std aja dah cukup,

  5. Lagi2 tanpa praktikum …..

    Ini yg bikin ngeri …..

    semoga ahm cepet rekrut pak cakil jadi mekanik di team nya ….

    😀

  6. Kalau injeksi investasi terbaik utk belanja part awalan yah ecu minim sih piggyback dan kedua performance filter macam K&N atau ferrox sama busi dahulu, udah paling enak segitu, Menurut saya begitu om, IMHO

  7. nah newbie mau nanya juga mas,cara geser peak power itu ganti apa an dulu?,yg biayanya lebih murah mksudnya mas.

  8. Tak pikir-pikir kakean teori ning blog iki.
    konspirasi juga ada.
    kebanyakan artikel yang dimuat menggiring opini, mirip-mirip blog yg proud-proudan itu.
    implementasi ke real lapangan sangat susah karena semuanya di definisikan dalam kondisi ideal, padahal di lapangan banyak faktor X.

    • ya sebelum implementasi kan teori dulu bro, urutan yang bener kan begitu

    • Faktor X nya klu saya itu dwit bro Marwoto,,he.he.heh peace

    • hahaha
      lah kadang teori itu berasal dr praktek pak dhos…hayooo
      jd urutannya prakter dulu baru teori …hhehe .

      toh faxtor x jga berpengaruh loh
      mending pak dhosen melamar di YIMM pasti terbuka lebar sumbangan ilmu pak dhosen ..

      • ya itu kalau teorinya belum ada bro.
        kalau dah ada teori trus mau prkatek yang standar atau yang oprekan, ya pastilah teori dulu
        mana ada dalam pendidikan (tinggi) praktek dulu, kemudian teori ???
        dimana2 teori dulu, baru praktek untuk memantapkan pemahaman teori, faham ?

        • nah loh kaya mana duluan telor sama ayam, tapi semua berdasar dari pengamatan (fenomena alam) dibuat teori dan diuji praktiknya, atau pengamatan (fenomena) dibuat beberapa praktik dan dibuat teorinya. jadi tergantung dari pihak yang meneliti om, Kita ga pernah tau bagaimana Newton bisa menemukan teori gravitasi biasanya berdasarkan pengamatan, diuji baik teori dan praktik. IMHO.. 🙂
          Nah berhubung database penelitian mesin banyak baik di akademis maupun di Internet, Jadi knp ga pakai acuan mereka yg sudah ada (teorinya) baru dikembangkan sendiri nantinya di praktik. 🙂

          • tapi, biasanya semua karya baik formula ataupun fenomena empirik, harus selalu didahului dengan teori yang pernah ada sebelumnya
            makanya dalam semua artikel ilmiah, selalu ada tinjauan pustaka dan daftar referensi

          • brarti pakai -> fenomena empirik -> teori baru dibuktikan dalam praktik.
            sehubungan generesi akhir jaman ( miris denger kata “akhir jaman” 🙁 ), database penelitian sudah banyak om jadi sudah ada teori klop, jadi skrg sbg org yng awam (bukan ahlinya) pakai rumusan teori yg sudah ada. dan pendapat om Benar adanya..

          • ya begitulah, meskipun teori tersebut nggak 100% betul, tapi untuk praktisnya dengan segala keterbatasan kita, kita bisa mengunakannya (teori yang sdh ada) untuk melakukan praktek untuk mengaplikasikannya dan bukan untuk menyanggahnya
            kaena menyanggah teori adalah isi dari desertasi program doktor, terlalu jauh dari tujuan blog motogokil ini

          • wew berat om, saya aja mau S2 belum ada kesempatan, apalagi masuk kelas doktor, hehehhe. :D, Teori baru biasanya bukan menyanggah om, tapi lebih dikatakan saling menyempurnakan. Indah kan lao perbedaan,

          • kalo menurut ane itu bukan teori baru murni, tapi teori lama yang diberikan koreksi

        • ane juga pernah nanya gitu ke dosen,

          teori yg dah ada itu apakah sudah diprakteken?

          jwb , yg sudah dong

        • bener pak dosen,

          mungkin om rdy belum masuk dunia kuliah,

          mudah-mudahan dia bisa kuliah.

          waktu baru kuliah , ane juga berpikiran sama kaya om rdy

          • Hm… Kalo teori yg ada sekarang, sudah dipraktekan di zaman dahulu… Jadi kalaupun mau dipraktekkan ga akan berbeda… Agar lebih mudah diingat ya ingat teorinya… Gitu aja kok repot… Simpel….

  9. pilh CBR 150 bro msin standar bisa rpm 12.000 tnpa ngedrop MLH TMBH GANAS… sohc rpm 10.000 semkin ngedrop (loyo)…coba honda dohc sampi limt baru komen…

  10. kalo ane biasanya cdi, busi, knalpot, trus gear dpn -blkg, ganti spuyer…. kalo kurang bisa ganti clutch house, kampas kopling… kalo masih kurang ganti gearbox…. masih kurang, bore up – stroke up….

    masih kurang…. ganti motor aja….
    ribet bener hidup ini….

    wkwkwk,…….

  11. Teori sih sah2 saja ,,,,

    Tapi ini praktikum blas ora ono …..

    lirik cebong 32dk

    😀

    • ya gantian mbah, ente yg praktek
      masa, sudah teori nggak ngerti, praktek nggak bisa, bisanya cuma nyela orang !!!
      mau jadi apa bangsa Indonesia kalo pemudanya kaya ente mbah ???

      • Sabar pak dosen..

        Mbah darmo tu tanpa dia sadari memberi 10 hits setiap harinya.. percaya ga percaya, simbah modar ini bisa jadi indikator keren/ tidaknya blog, karena hanya blog2 keren aja yg dia kunjungi..artinya blog pak dosen itu termasuk keren!

        Sering2 diladedin aja karena simbah buyut tuh paling seneng kalo ada yg dengerin ocehannya..

  12. kalo ingin top speed bertmbah tapi diraih pada putaran mesin lebih rendah dari sebelumnya, bisa dong dilakukan dg jalan bore up?

  13. Beli 2 tak aja, mumpung masih ada yg jual.

Leave a Reply