ganti-oli-bloger

[Belajar ECU bag-2] Belum Mampu Ngoprek ECU…. Ya Sudah Oprek Sensor O2-nya Saja. (Resep Ringan Upgrade Top Speed New Vixion Lightning)

Diposting pada

O2Sensor

Asslamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selalu selamat diperjalanan sampai ke tujuan

Kemarin kita sudah sedikit membahas ECU beserta kerumitannya, yang membuat kita jadi nggak pede buat ngoprek-nya, takut kenapa2, ntar malah rusak lagi ??.

Ok, untuk sementara kita mulai dari yang gampang dulu, yaitu prangkat/device pendukung ECU yang terdiri dari sensor dan actuator.

Sensor bagi ECU adalah sebagai indra perasa untuk mengumpulkan informasi mengani kondisi baik sebelum proses kerja mesin (pembakaran) ataupun setelahnya berupa informasi umpan balik untuk mengoreksi kesalahan dalam keputusan (kuantitas bbm yang disemprotkan dan waktu pengapian) yang barusaja diambil. Dalam system mesin bakar/engine, sensor yang terlibat banyak sekali, IAT, AF, MAP, TPS, crank sensor, rpm sensor, O2 sensor/AFR sensor dll

Sedangkan aktuator berperan sebagai eksekutor/pelaksana kerja, dari perintah (sinyal) yang diberikan ECU dengan mempertimbangkan semua informasi dari sensor. Dalam engine actuator yang terpenting adalah injector dan busi (pemantik api).

Nah sekarang, kita bahas yang lagi heboh nih, yaitu sensor O2. Heboh karena sekarang sudah ramai dijual manipulator sensor O2, yang bertindak sebagai “penipu” ECU dengan memberikan informasi “palsu” yang seakan berasal dari sensor O2. Kehebohan ini mungkin akibat ditanamkanyan system FI close-loop pada NVL, sehingga susah ngopreknya, ya…jalan paling gampang adalah dengan menggunakan piggyback, dan manipulator sensor O2 ini adalah versi mini-nya.

Sebelum mari kita pelajari dulu apa itu sensor O2, kalau kita sudah faham, maka akan dengan mudah memahami cara memanipulasi sinyalnya, atau bahkan merancang sendiri manipulator O2 sensor. Sensor O2 bekerja dengan merasakan perbedaan konsentrasi antara kandungan O2 luar dengan kandungan O2 gas buang di knalpot,

O2sensor2

yang kemudian di-representasikan sebagai tegangan AC, sumbu gelombang AC naik dan turun sesuai nilai AFR.

bentuk_gelombangO2_sensor

yang jika di hitung nilai rms-nya naik-turun sesuai kandungan O2 di gas buang tersebut, nilai2 ini juga dipengaruhi oleh temperatur knalpot.

kurva O2

Jika sensor O2 menginformasikan ke ECU bahwa pembakaran yang telah dilakukan miskin, maka siklus berikutnya ECU akan memberikan perintah ke injector untuk menyemprotkan bbm lebih banyak dari sebelumnya, begitu pula sebaliknya.

Nah disinilah yang akan kita lakukan, yaitu :   “Kita berikan info palsu ke ECU seakan2 pembakaran miskin sehingga ECU akan memerintahkan injector untuk menyemprotkan bbm lebih banyak, padahal kondisi sebenarnya tidak demikian”.

Meskipun demikian, kita tidak boleh membuat campuran terlalu kaya, karena akan menjadikan pembakaran tidak sempurna, tenaga/power malah turun. Yang terjadi malah pemborosan dan peningkatan kandungan racun dalam gas emisi knalpot.

AFR

Garis di tengah adalah kondisi ideal/stoichiometric, semakin ke kiri semakin kaya, semakin ke kanan semakin miskin. Lihat kurva power (bagian kiri), semakin kaya power naik, setelah sampai puncak kemudian turun. Jadi jika kita gagal menempatkan AFR di tempat power max, maka peningkatan konsusmsi bbm justru akan menurunkan power.

Cara masangnya kira2 kaya gini; kabel penghubung sensor O2 dan ECU dipotong, yg dari sensor dihubungkan ke manipulator, kemudian keluaran manipulator di-inputkan ke ECU. Di manipulator terdapat dip switch yang merupakan pengatur tinggi/level tegangan manipulasi yang akan di-inputkan ke ECU.

pasang EFIE

Jika ini kita terapkan di motor dengan sistem FI model close-loop, misalnya NVL, dengan setting yang tepat, maka torsi akan semakin meningkat, akselerasi meningkat, akan tetapi kemungkinan besar topspeed tetap, karena topspeed dipengaruhi oleh pencapaian rpm maksimum (dibatasi limiter) dan perbandingan gigi rasio. Kalau mau naik topspeed-nya ya ganti gir depan-belakangnya, bisa pake old vixion, atau yang lebih berat.

Terus, rangkaian manipulator sensor O2 gimana ?…… Ntar deh kapan2 kita bahas bersama.

Sampai disini diskusi kita, lebih-kurangnya mohon ma’af. Bagi suhu2 yang udah biasa nge-tune piggyback, mohon pencerahannya.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

 

Artikel yang terkait dengan manajemen optimasi pembakaran mesin motor :

Tantangan mempelajari dan merancang ECU

Hubungan antara RON – CR – Sistem Pengapian