Electric MotoGP Sejauh Mana Teknologinya ???


Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan


Tahun ini motor balap listrik (electric motogp) mulai diperkenalkan dan diuji di lintasan balap menjadi bagian dari pertunjukan motogp. Dari aktifitas ini nantinya akan diperoleh data untuk pengembangan dan peningkatan performanya, agar siap dipertandingkan pada balapan resminya di tahun 2019 nanti. Jadi nanti pertunjukan motogp semakin lama, karena ada tambahan satu partai lagi yaitu motoE, selain yang sudah ada (moto3, moto2 dan motogp).

Banyak yang terkagum-kagum dengan perkembangan teknologi balap yang sekarang sudah mulai merambah motor listrik. Tapi tahukah kita bahwa sesungguhnya inti dari sistem penggerak motoE hampir sama dengan skuter listrik macam  gesits ? Dimana sebuah motor balap listrik lebih mudah dibangun ketimbang superbike atau motogp, bahkan seseorang bisa membuat sendiri sepeda motor berpenggerak motor listrik performa tinggi di bengkelnya.

Perbedaannya antara sepeda motor listrik harian dan motoE lebih disebabkan oleh fungsinya sebagai motor balap. Dengan performa tinggi dibutuhkan elemen-elemen yang lebih besar kapasitasnya. Dan handling yang mantab, membutuhkan rangka dan kaki-kaki layaknya superbike.

Di artikel yang lalu motogokil pernah menceritakan sekilas tentang elemen yang dibutuhkan untuk penggerak sebuah motor listri. Nah pada artikel ini motogokil akan mencoba memaparkan lebih detil apa saja yang dibutuhkan jika seseorang ingin membangun sebuah motor listrik. Minimal sebuah motor listrik membutuhkan :

  1. Rangka, dan yang termasuk bagian rangka adalah setir dan roda. Bagi yang punya rangka motor yang tidak dipakai, bisa digunakan untuk membangun sebuah motor listrik.
  2. Motor DC dengan power yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, dana dan konstruksi kerangka. Semakin besar power, biasanya dimensinya semakin besar dan semakin berat juga semakin mahal.
  3. Baterai, yang besarnya disesuaikan dengan kapasitas daya yang akan disedikan untuk menggerakkan motor DC. Jadi kapasitas baterai akan menentukan sejauh dan secepat apa motor listrik akan bergerak. Baterai mengampil porsi volume dan bobot terbesar pada motor listrik. Oleh karena itu baik dimensinya maupun volumenya harus bisa diakomodir oleh rangka.
  4. Controller, controller digunakan untuk mengatur besar kecilnya arus yang akan disupali ke motor dc, sehingga pengaturan kecepatan motor tergantung controller ini. Tegangan controller disesuaikan dengan tegangan motor dc, akan tetapi kapasitas arus (ampere) akan sangat menentukan besarnya range kerja motor, berbanding lurus dengan harganya. Semakin besar kapasitas arus controller semakin mahal harganya.
  5. Charger, dibutuhkan untuk mengisi kembali baterai yang sudah mengecil kapasitasnya. Tegangan charger disesuaikan dengan tegangan baterai, akan tetapi kapasitas arus charger akan sangat menentukan kecepatan dalam pengisian.
  6. DC-DC converter, diperlukan untuk menjembatani perbedaan tegangan baterai dan tegangan yang dubutuhkan motor dc. Motor dc yang digunakan bisa memiliki tegangan 72 volt, sedangkan aki hanya 12 volt, maka dibutuhkan dc-dc converter untuk menaikkan tegangan suplai dari 12 volt ke 72 volt.
  7. Fuse/sekring, penting untuk melindungi komponen dari kerusakan akibat konslet (sort).
  8. Contactor, ini digunakan sebagai kunci kontak seperti pada motor umumnya.
  9. Kabel baterai dan kenektor, kadang komponen ini diabaikan. Padahal komponen ini harus diperhitungkan spesifikasinya. Jika powernya besar, maka pasti arusnya juga besar karenanya dibutuhkan kabel yang cukup besar dan konektor yang baik. Jika tidak maka kabel akan cepat panas, isolasi meleleh bahkan kabelpun bisa leleh dan putus.
  10. Instrumen, minimal alat ukur kapasitas baterai sehingga user akan tahu sejauh mana ia akan bisa berjalan dengan kapasitas baterai yang tersisa.
  11. Part lain seperti kabel konektor, jika dibutuhkan kabel yang lebih panjang untuk menjangkau stop kontak yang tersedia.

Berikut ini penampakan komponen-komponen yang harus disediakan untuk membangun sebuah motor listrik

Aki/Battere

Motor DC

Rangka Motor

Kontak dan sekring

Controller

Throttle (Potentio meter)

Nah sekarang marilah kita lihat diagram kelistrikan (wiring diagram) minimalis sebuah motor listrik.

Dan jika ingin tampilan yang lebih simple beserta part-part yang bisa dibeli di pasaran, bisa dilihat blok diagram berikut

 

Dari gambaran sederhana ini, seorang hobies elektronika dapat dengan mudah merangkai part-part ini sehingga bisa difungsikan sebagai penggerak sebuah motor listrik. Selanjutnya, tinggal memasangnya di rangka motor yang justru memerlukan kesabaran dan ketelitian. Dan ternyata memang sudah banyak yang mambuat sepeda motor listrik, baik sekala pribadi, riset unversitas, maupun pabrik. Berikut penampakannya

Sepeda Motor Listrik Karya Pribadi, Motor listrik ini dibangun oleh noah podolfsky berbasis rangka suzuki gsx-r1100. Hasilnya sangat memuaskan, bahkan membuat orang lain penasaran.

[sumber]

Karya Riset Mahasiswa, Motor listrik ini merupakan hasil riset mahasiswa universitas di canada. Berikut gambar sketsanya

Dan setelah jadi, ini hasilnya

Sedangkan sepeda motor listrik buatan pabrik sangat banyak sekali. Mulai dari pabrik motor raksasa seperti honda, yamaha, suzuki, ktm, zero dan yang lainnya telah memeliki motor listrik baik prototipe/konsep maupun yang sudah di produksi masal. Bahkan ada yang sudah menghasilkan electric superbike seperti tampak pada gambar judul. Berikut ini parade motor listrik buatan pabrik

Undankbare Aufgabe: Für die BMW-Designer stellt der massive Batterieblock ein unüberwindbaresx Hindernis dar. Da kann man nur drum rum bauen.

Jadi riset tentang sepeda motor listrik sudah sangat maju. Belum santer terdengar karena memang belum waktunya untuk digencarkan soundingnya. Hal ini sangat terkait dengan masih menguntungkannya sepeda motor konvensional bermesin bakar (engine). Kita jangan sampai ketinggalanan dengan teknologi yang tidak terlalu rumit ini, karena bisa kita praktekkan sendiri maupun bersama teman di rumah.

Demikianlah cerita singkat tentang motoE dan sejauh mana perkembangan motor listrik dunia. Mohon maaf jika ada salah dan kurangnya. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

Advertisements

$where = 0;

4 responses to “Electric MotoGP Sejauh Mana Teknologinya ???

  1. gesit mana gesit ?

  2. yg model KTM boleh tuh, lampu nya model Jupe Burhan kekx keren…

  3. kalo menurut saya, superbike kan motornya para hobbyist, makannya jumlahnya juga enggak mungkin seperti seperti matic atau bebek. jadi untuk apa banyak mengeluarkan dana untuk riset motornya para hobbyist, yg kemungkinan besar juga petrol head garis keras (ICE for life).

    kalau riset buat matic macem mbeat atau nmax yg udah bejibun di jalan sih masuk akal banget, nah ini yg beli superbike cuma segelintir orang saja (di eropa sana orangnya juga rata2 menggunakan mobil atau transportasi umum).

    just my 2 cents

  4. Riset pasti akan berjalan ke arah positif, soal motor model apa yg akan diproduksi massal, tentu pabrikan bakal mengikuti permintaan pasar. Terlepas dr itu, produk e-flagship tiap pabrikanngk ada salahnya kan dibuat? Laku syukur, gk laku yo rapopo..

Pemirsa motogokil yang terhormat, jika ingin komentar mohon subscribe ulang, karena baru migrasi self hosting