Airbag Diwajibkan dalam Turnamen MotoGP. Bagaimana Teknologinya ???

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Tahun 2018 ini, di semua balapan motogp, moto2 dan moto3, pembalapnya wajib menggunakan kelengkapan airbag sebagai protektornya. Karena telah teruji bahwa dengan adanya airbag ini, dainese mengklaim sistem D-Air Racing buatannya mampu mengurangi energi benturan sebesar 85 persen dibandingkan dengan armor/pelindung tubuh komposit tradisional. Mantab ya, jatuh dari motor tetap berasa empuk, seperti jatuh di kasur.

Pertanyaannya adalah kok bisa ya airbag dipasang di baju balap ? Teknologinya bagaimana …?

Ternyata airbag ini bisa dianggap sebagai rompi “anti benturan” yang terpasang di dalam baju balap. Dan menurut persyaratan yang ditetapkan, bahwa airbag ini paling tidak harus mampu melindungi tulang selangka dan pundak. Sedangkan pelindung punggung (back protector) bersifat opsional, jika back protector juga disertakan dalam sistem airbag ini, maka harus mampu melindungi seluruh bagian tulang belakang.

Jadi jika dilihat airbag bagian punggung, tampak seperti ini untuk merk alpinstar

Bagian depannya mirip rompi

Sedangkan untuk model dainese, agak berbeda. Ada dua model, yang pertama model mugello

Dan model misano

Airbag ini bisa mengembang sangat cepat, lebih cepat dibandingkan saat pembalap terlempar dan jatuh. Sehingga mampu memberikan perlidungan optimal pada bagian-bagian tubuh yang biasanya menerima benturan terbesar, seperti pundak, punggung dan lain-lain. Menilik proses jatuhnya pembalap, dainese membagi 2  model, yang menjadi dasar pengembangan airbag D-air nya. Berikut model jatuh para pembalap motogp, yaitu highsides

Dan lowsides

 

Dari kedua model crash ini diperoleh data (sesuai kecepatan motor saat jatuh), yaitu pembalap mulai melayang dan jatuh pertama kali dengan gaya benturan yang paling besar. Loris Baz dengan kecepatan 290 kpj, terdeteksi oleh airbag microprocessor jatuh setelah terlempar selama kurang lebih 1.9 detik. Sedangkan airbag mampu mengembang sempurna hanya dalam 50 milidetik saja. Perhatikan grafik berikut

Terlihat di grafik bahwa airbag sudah mengembang sempurna sebelum tubuh baz menyentuh bumi. Padahal saat itu tubuh baz menyentuh permukaan bumi dengan gaya 29.9 G pada pundak kirinya. Dan terus berguling sampai lebih dari 6 detik. Dan baz masih bisa bangkit dan berjalan, meskipun dengan siku memar.

Dan begitu pula yang terjadi pada marc marquez yang cras dengan kecepatan 209.9 mph. Dan airbag juga mengembang dengan sempurna, sebelum pundak kiri dan kanannya membentur permukaan bumi. Lihat grafik benturan pada sensor-sensor yang ada di tubuh marquez. Gaya benturannya cukup tinggi dan berulang, tercatat maksimum 25 G. Dan marquez hanya mengalami bengkak di dagu, retak di tulang tangan serta luka ringan di bahunya.

Bagaimana proses bekerjanya airbag ini ? Ternyata cara kerjanya cukup sederhana, yaitu :

  1. Sensor-sensor akan selalu menscan kondisi pembalap setiam 1 millisecond. Sensor-sensor tersebut adalah accelerometer dan gyro sensor serta gps. Data yang diberikan diolah sehingga menghasilkan grafik-grafik di atas.
  2. Data ini selalu dipantau oleh airbag microprocessor/ airbag contro unit (ACU). Dan jika teridikasi pembalap mengalami loss of control (hilang kendali) maka microprecessor segera melakukan kalkulasi dengan algoritma tertentu untuk menentukan kapan airbag mengembang.
  3. Selanjutnya microprocessor memberikan sinyal trigger kepada cartridge untuk melepaskan isinya. Isi cartride bisa berupa gas argon atau gas berbasis nitrogen dingin bertekanan tinggi. Dan untuk mengisi airbag sampai penuh sempurna hanya dibutuhkan 50 ms saja.

Posisi sensor

Posisi ACU dan Gas Cartridge

Dengan semakin kencangnya motor-motor yang berlaga di motogp, semakin besar pula resiko pembalap crash dan cidera. Sehingga baju balap ber-air bag menjadi sangat penting, bagi keselamatan pembalap dan juga kelangsungan hiburan motogp. Teknologi yang diterapkan pun cukup canggih, wajar saja harganya sangat mahal. Di luar negeri sana  Alpinestars Air tech suit dihargai £5400 (atau sekitar Rp. 102. 3 juta) sedangkan Dainese D-Air costs dihargai £2400 (atau sekitar Rp. 45.5 juta), kalau dijual di sini pasti jatuhnya lebih mahal.

Begitulah cerita singkat tentang teknologi baju balap ber airbag, yang diwajibkan bagi pembalap di bawah asuhan dorna. Lebih dan kurangnya mohon maaf, wassalamu’alaikum warochmatullohi wabarokatuh.

sumber :

  1. Alpinstar
  2. Dainese
  3. Motogp
  4. Lincolshirebiker

 

3 Komentar

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan