Salah Satu Rahasia Motor dengan Stroke 57mm Mampu Berkitir 13000 RPM

Sonic150 vs MXKing

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Pada even balap mp1 saat ini, dominasi silih berganti antara sonic150r dan mxking. Menurut sorang tuner kawakan/senior, korekan motor mp1 sudah mentok, dengan power berkisar 30-32 dk. Untuk mencapai power ini dengan volume silinder yang relatif kecil (150cc dengan stroke 57-58 mm) maka power setinggi itu baru dapat dicapai pada putaran yang sangat tinggi, yaitu 12500 – 13000 rpm [artikel].

Bagi motor dengan stroke pendek seperti cs1, old cb150r (47.2 mm) dan satria (48.8 mm), oprekan sampai 13000 rpm sudah terhitung cukup ekstrim. Karena sudah mendekati piston speed 21 m/s, bahkan untuk satria sudah mencapai 21.15 m/s, sudah diambang bahaya untuk durabilitas piston-ring piston-silinder. Apalagi untuk sonic150r dengan stroke 57.8 mm dan mx king dengan stroke 58.7 mm, lebih riskan lagi. Karena piston speed sonic150r dan mxking sudah mencapai 25.05 m/s dan 25.44 m/s. Piston speed setinggi ini hanya bisa disamai oleh motor sekelas motogp atau mobil f1. Lalu bagaimana mekanik mengakali sampai-sampai piston speed motor tersebut bisa mencapai 25 m/s ? Berikut ini jawabannya…

Dalam dunia balap, beberapa aspek dari sepeda motor harus dipenuhi. Diantaranya adalah performa, handling, aerodinamis dan durabiliti serta yang lainnya. Nah khusus untuk aspek durabiliti sangat dipengaruhi oleh beberapa variabel, diantara :

  1. Kecepatan putaran engine/rpm
  2. Pelumasan
  3. Suhu,
  4. Durasi saat di titik ekstrim, dan lain-lain

Katika performa ingin digali pada putaran engine yang sangat tinggi, maka suhu harus dinimalkan dampaknya. Dan durasi saat performa maksimum dibatasi sebentar/sesaat saja (tidak terlalu lama). Jika ketiga hal ini berhasil dioptimasi, maka engine akan terhindar dari failure/jebol/ambrol.

Ketika performa yang ingin digali berada di putaran engine yang melebihi batas standarnya, maka sudah pasti part standar tidak akan sanggup menanganinya. Yakinlah bahwa piston-ring piston-boring standar hanya untuk putaran engine maksimum 21 m/s. Jika piston speed melebihi itu maka part standar harus diganti dengan part racing.

Pergerakan piston akan berdampak pada rugi gesekan antara ring piston dan dinding boring. Semakin tinggi rpm, semakin tinggi piston speed, maka besar rugi-rugi gesekan tersebut [artikel]. Semakin tinggi rugi gesek, semakin tinggi suhu yang diterima ring piston dan dinding silinder (juga menerima suhu dari pembakaran). Ketika suhu naik, maka kedua komponen tersebut akan memuai, dan jika pemuaiannya diluar batas, maka inilah awal terjadinya engine failure. Diameter dinding boring lebih kecil daripada diameter piston, maka piston akan terjepi, alias jam. Crankshaft akan oleh, connecting rod (conrod) akan patah. Sangat sering conrod yang patah tersebut menghantam dinding crankcase sampai jebol.

Salah satu part yang cukup beralasan untuk digunakan untuk hal ini adalah boring racing. Boring ini dapat memeliki sifat tahan panas dan tahan gesek (kurang faham, bagaimana material dari boring ini bibsa memiliki sifat seperti ini). Salah satunya adalah boring westw**d ini

00 Boring_Westwood

Boring/liner ini berteknologi centrifugal spun cast iron special, dibuat menggunakan material dengan spesifikasi khusus untuk high performance. Bahan tersebut diklaim memiliki kekuatan 2-3 kali lebih kuat dari produk standar, bahkan boring diesel. Untuk pasar di Indonesia, liner/boring ini baru tersedia untuk empat ukuran, yaitu 62 mm, 63,5 mm, 66 mm, dan 68 mm. Semua varian tersebut dibanderol dengan harga jual yang sama, yakni Rp 1,6 juta. Mahal juga ya, tapi buat balap mungkin harga ini masih wajar.

Nah mungkin saja baik sonic150r maupun mxking menggunakan boring sejenis ini, tentunya dengan diameter yang lebih kecil. Nah bagi bro-bro yang mau bore-up sampai 62 mm, mungkin bisa mempertimbangkan aplikasi boring ini. Kalau sudah ada, bolehlah cerita impresinya terkait dengan kenaikan suhu engine-nya.

Lebih kurangnya mohon maaf. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

Advertisements

$where = 0;

21 responses to “Salah Satu Rahasia Motor dengan Stroke 57mm Mampu Berkitir 13000 RPM

  1. Saya pribadi boro2 racing, bawa ncb aja cuma berani ampe 90an kph

  2. podium

  3. sangar yo… koyok moge…

  4. Aku nyimax aja lihat part racing yg cocok bbuat motor jadul saya tiger 2000 biar joos lagi

  5. part LAT NCB yang buat racing pake apa ya kang… coba selidiki ya kang barangkali ada yang jual.. dah risih banget sama suara cekrok cekrok NCB ane. pengin tak bungkam pake part racing kalo ada..

  6. Ukuran boring segitu pnp ke motor apaaja tuh ?

  7. Berbanggalah FXR user, dengan teknologi era 90-an spek standar bisa berkitir sampai 13.000 rpm

  8. oprekan segitu sebenarnya cuma sedikit di atas motor2 superbike standar
    contoh aja cbr1000rr redline 13000 rpm, dengan stroke 55 mm

    kalau pake part exotics harusnya bisa lebih tinggi lagi powernya

  9. om motogokil, klo motor mtor 4 silinder 250 cc jadul kan terkenal tuh dengan screamer engine nya.. nah itu motor piston speed nya berapa sih ? limitnya berapa ya ?

  10. Masalah mean speed piston itu skrg ini jg masih diperdebatkan om. Krn ada tambahan faktor akselerasi piston om. Tp ruwet jg kalo dijabarin. Krn mean piston speed itu kecepatan rata2 piston. Sedangkan akselerasi piston adalah momentum piston dengan gaya tekanan ketika laju dari titik teratas menuju kebawah begitu juga sebaliknya.

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan