ganti-oli-bloger

Inilah Alasan Mengapa CB150R Kalah 6 Detik Dari R15

Diposting pada

beda 6 detik

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Judul dan gambar artikel yang sangat menarik. Hal ini terkait dengan ramainya jargon “6 detik”, yang saat ini menghangat. Sebenarnya bagi mekanik atau tunner yang menangani kedua motor tersebut, beda 6 detik ini bukan merupakan sesuatu yang aneh, biasa2 saja. Akan tetapi karena beda 6 detik ini terkait dengan 2 merek yang saat ini sedang bersaing memperebutkan pasar motor sport di Tanah Air Indonesia, maka hal ini menjadi menghangat, bahkan memanas. Ditambah lagi dengan dukungan fans masing2, bahkan ada yang mengembangkan jargon “salam 6 detik”, makanya ane jadi tertarik membahas hal ini menjadi sebuah artikel.

Pada artikel sebelumnya, mengenai oprekan baik cb150r maupun r15 (NVL bergigi-6) untuk keperluan OMR, telah ane bahas dalam artikel sendiri2, hal ini untuk menghindari benturan antara fb merek masing2. Jadi masing2 fb pendukung bisa dengan tenang menikmati artikel tsb. Tapi karena ada suatu fakta menarik selain fakta2 yang sudah disampaikan dalam artikel terdahulu, maka ane sepertinya perlu menyampaikan analisis “Mengapa CB150R bisa kalah TELAK 6 detik dibandingkan R15”.

Penyebab kekalahan cb150r dari r15 dalam “OMR” masing di sirkuit sentul adalah, tingkat modifikasi yang berbeda seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel sebelumnya. Selain itu dengan bentuk cb150r hampir std, maka cb150r memiliki beberapa kelemahan (minimal 5, lihat gambar di judul artikel), yaitu;

  1. Fairing bagian head lamp (1) dan bagian bawah (4) tidak mendukung aerodinamika sehingga koefisien drag-nya besar,
  2. Pembalap tidak bisa nunduk lebih dalam lagi sehingga menambah nilai koefisien drag, karena terjadi turbulensi udara di belakang punggung pembalap. Dua hal ini sangat berpengaruh dalam pencapaian topspeed, artinya untuk mendapatkan akselerasi dan topspeed yang sama, cb150r membutuhkan power yang lebih besar, untuk menghadapai kerugian2 akibat koefisien drag yg lebih tinggi dari r15.
  3. Posisi stang tidak mendukung pembalap untuk dapat melibas tikungan dengan cepat.
  4. Knalpot racing yang aneh ?????   Inilah yang terpenting yang mau ane bahas.

Perhatikan gambar2 knalpot yang diaplikasikan pada cb150r baik yang std, racing harian (street performance) dan yang digunakan di OMR.

alasan cb150 kalah 6 detik

Perhatikan panjang exhaust header pipe (pipa primer knalpot), yaitu pipa knalpot yang paling dekat dengan mesin sebelum terjadinya pembesaran (yang ane kasih panah warna-warni). Mana yang lebih panjang ?

Ternyata header knalpot racing yang digunakan OMR cb150r lebih panjang dari kanlpot racing cb150r harian bahkan std. Dan ini sangat berpengaruh terhadap performanya, mari kita analisis bersama…

Sesuai dengan formula untuk mendapatkan panjang header

rumus panjang knalpot

Jika camshaft (noken-as) std, maka panjang knalpot racing cb150r (merek “over”) hanya dipengaruhi oleh “RPM”. Terlihat bahwa rpm berbanding terbalik dengan panjang header, semakin tinggi rpm, header akan semakin pendek. Dengan header knalpot cb150 di OMR yang lebih panjang dari header std, maka engine cb150r OMR “bermain pada rpm yang lebih rendah dari engine std”. Pantesan saja topspeed-nya cuma 145 kpj di lintasan lurus sentul.

Mengapa AHM melakukan ini ? yang mengakibatkan rider cb150r sering di”bully” dengan cemoohan “kalah 6 detik”. Mungkin inilah alasannya :

  1. Tujuan utama OMR ini adalah untuk pembibitan/pemula, jadi bukan untuk kenceng2an, tetapi untuk mengasah feeliing pembalap pemula
  2. Terkait dengan tujuan utama no.1, maka “rpm di-setting rendah”, bahkan lebih rendah dari std. Kalo rpm di-setting tinggi (full-race), maka akan sangat berbahaya buat pembalap pemula (tenaganya terlalu besar).
  3. Jumlah yang disediakan ahm 25 unit (18 untuk race, 7 untuk cadangan). Untuk race diperlukan free practice, qualification dan race, yang nyebabkan motor bekerja keras luar biasa. Jika power berada di rpm tinggi kemungkinan terjadinya kerusakan akan sangat besar, bahkan  bisa memperpandek umur 25 motor yang disediakan tsb. Bisa2 race-nya dalam setahun belum jangkep/lengkap, motornya udah protol semua.
  4. Untuk menggapai topspeed yang “lumayan” para tuner dengan mudah mengoptimalkan torsi di rpm bawah dengan memainkan LSA noken-as (diperlebar). Modif ini sangat mudah karena cb150r sudah dohc, tinggal modif sedikit gigi sentriknya sementara profil camshaftnya dibiarkan std. Kemudian dilanjutkan dengan penggantian gir depan-belakang (memperberat reduksi akhir), tapi hal ini berdampak pada penurunan akselerasi.

Kira2 itulah analisis ane, bisa salah, bisa bener. Tapi ane berharap kalaupun meleset, mudah2an nggak jauh2 amat dari yang sebenernya. Maklum informasi yang diberikan terkait dengan oprekan cb150r OMR sedikit banget.

Jadi para fansboy tidak usah saling mengejek, fansboy yang lain juga nggak perlu minder dan berkecil hati. Mari kita per-erat tali silaturahim, yang akur bro, biar kita damai. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.