Engine Supersport 600 CC Memang Sulit Memenuhi Euro 4, Bawaan Lahir.


Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan


Dalam artikel sebelumnya iwf (admin motogokil.com) menggambarkan bahwa profil camshaft motor supersport 600 cc menjadi salah satu kendala sulitnya memenuhi standar euro-4. Sepertinya agak sulit memahami hubungan antara kedua hal tersebut. Dan memang penjelasannya sedikit panjang, tapi iwf mencoba merangkumnya agar mudah difahami dan tidak membosankan.

Mari kita mulai …

Menurut menulusuran iwf, engine motor supersport 600 cc memang lebih produktif dibandingkan superbike 1000 cc. Misalnya honda cbr 600rr cc (599 cc) mampu menghasilkan power 120 hp, sedangkan cbr 1000rr hanya mampu menyemburkan tenaga 189 hp. Dari perbandingan kubikasi dan tenaga yang dihasilkan, menunjukkan bahwa cbr 600rr lebih produktif. Karena mampu menghasilkan power 0.2 hp/cc sedangkan cbr 1000rr hanya 0.189 hp/cc.

Rahasia dari produktifitas supersport 600 cc adalah pada putaran engine yang sangat tinggi. Ya…power besarnya diperoleh karena puncak tenaga diletakkan pada rpm yang tinggi. Dan salah satu resep untuk mendapatkannya adalah dengan mebuat desain profil camshaft-nya memiliki overlap yang besar.

 

Masih ingat artikel lama yang pernah iwf buat ? Semakin tinggi performa yang diharapkan dari suatu engine, maka dibutuhkan putaran yang setinggi-tingginya. Untuk mendapatkannya adalah dengan meningkatkan efisiensi volumetrik pada putaran yang sangat tinggi tersebut. Caranya adalah dengan memanfaatkan efek scavenging saat gas yang telah terbakar terbuang dan menghasilkan kevakuman. Dan hal itu bisa terjadi jika ada overlap camshaft yang besar.

Permasalahannya adalah ketika motor dengan karakter seperti ini diperkerjakan pada putaran rendah, maka akan terjadilah kebocoran kompresi. Dan hal ini sekaligus menurunkan rasio kompresi efektif dalam ruang bakar. Sehingga dua hal ini mengakibatkan pembakaran yang tidak sempurna. Persentase bbm yang tidak terbakar semakin banyak dan hal ini pasti akan meningkatkan kadar hc (hydrocarbon) dalam gas emisi.

Sehingga tingginya kadar emisi motor supersport 600cc memang bawaan lahir, alias dari sononya. Jika karakternya ingin dipertahankan maka konsekuensi besarnya emisi gas beracun (hc) di putaran rendah harus ditanggung. Jika sebaliknya ingin meminimalkan kandungan hc dalam gas emisi maka harus dilakukan penyempitan “overlap” dari profil camshaft-nya. Dan hal ini akan memberikan kerugian performa, karena mau tidak mau power puncaknya harus digeser turun ke rpm yang lebih rendah.

Perhatikan grafik pengaruh besarnya overlap terhadap konsentrasi gas beracun yang dihasilkan oleh pembakaran engine.

Jika ingin mengambil jalan tengah (memenuhi standar emisi euro4 sekaligus menjaga karakter supersport 600 cc), maka memang harus dilakukan konfigurasi ulang dari enginenya yaitu dengan :

  1. Memperbesar kapasitas mesin
  2. Perubahan rasio bore-stroke, stroke dibuat sedikit lebih panjang
  3. Meskipun overlap in-ex mengecil, peak power berada di rpm yang lebih rendah, akan tetapi torsi yang besar dapat diakali dengan rasio gearbox untuk mendapatkan kecepatan yang setara.
  4. Mengaplikasikan variable valve timing (vvt), yang agresif di putaran tinggi (overlap besar) akan tetapi tetap ramah lingkungan di putaran rendah (overlap kecil).
  5. Mengaplikasikan twc [artikel]

Makanya tidak heran, mengapa honda lebih memilih mendiskutinyu cbr 600rr ketimbang meng-upgrade nya agar memenuhi standar emisi euro-4. Karena dengan membangun engine dengan konfigurasi baru, nantinya suksesor cbr 600rr akan lebih mampu menghadapa standar emisi yang lebih ketat (euro-5 dan euro-6), sekaligus performanya mampu bersaing dengan rival-rival yang dipastikan juga agan berubah.

Demikian penjelasan singkat iwf mengapa engine motor supersport sulit menghadapi standar emisi euro-4. Mohon maaf jika ada salah dan kurangnya. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

Advertisements

$where = 0;

One response to “Engine Supersport 600 CC Memang Sulit Memenuhi Euro 4, Bawaan Lahir.

  1. Luar biasa sangat detail serta teknis sekali penjelasan nya..sangat bermanfaat

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan