Penyebab Knalpot Racing R25 Kurang Signifikan Peningkatan Performanya

knalpot racing r25

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Setelah ramai tentang pemotongan power r25 versi masal dibandingkan versi test ride, kemudian ada lagi tentang aplikasi knalpot racing pada r25 yang pengaruhnya kurang signifikan dibandingkan jika (merek yang sama) diaplikasikan pada merek lain (cbr250 atau ninja250). Menurut om Leo, aplikasi knalpot racing pada r25 hanya memberikan peningkatan power, maksimum 1.37 hp. Sedangkan aplikasi knalpot racing merek yang sama memberikan peningkatan sampai 4 hp [artikel]

Menurut sebagian pengamat hal tersebut nggak normal, bagaimana mungkin perbedaan peningkatan performanya beda jauh ? Apa salah ngerancang knalpotnya ? Atau salah motornya ?

Mari kita bahas bersama…

Mengamati pesamaan dasar dalam mendisain knalpot, yang mana panjang header/pipa-nya ditentukan oleh persamaan ini

rumus panjang knalpot

Kemudian diameter header-nya ditentukan oleh persamaan ini

rumus diameter pipa knalpot

Maka ukuran panjang dan diameter header knalpot ditentukan oleh besarnya (derajad) bukaan klep buang (exhaust valve) dan rpm power maksimumnya (puncak). [Aplikasi penggunaan rumus ini dalam mendisain knalpot untuk ninja250 ada di sini dan untuk nvl – cb150r ada di sini].

Untuk motor yang telah eksis lebih dulu (cbr250 dan ninja250) risetnya telah dilakukan sangat lama dan maju karena efek ikut sertanya dalam IRS maupun OMR. Sehingga data-data mengenai profil camshaft dan penempatan power maksimum pada rpm tertentu sudah diketahui. Sedangkan untuk r25, (menurut perkiraan ane) knalpot2 racing yang tersedia telah diriset bahkan sebelum r25 dirilis. Pada saat itu ada beberapa hal dari r25 yang bisa diacu dalam mendisain knalpot racing-nya yaitu :

  1. Power maksimumnya berada pada 12000 rpm, artikel
  2. Bukaan klep buang dapat ditentukan jika ada bocoran spek dari fihak dalam YIMM kepada industri knalpot. Atau dengan memperkirakan bukaan klep buang/EVO (exhaust valve open) mengacu pada motor yang sudah ada yaitu:

prediksi EVO r25

Setelah knalpot diriset dan dibangun dengan data ini kemudian, pada kenyataannya terjadi perubahan performa standar pada r25 versi masal yang sangat signifikan (pada posisi power maks-nya), maka hasil dari desain awal knalpot racing tersebut menjadi “buyar” yang pada akhirnya peningkatan performanya kurang signifikan dibandingkan dengan harganya. Mari kita lihat perbedaan grafik hasil dyno dari kedua versi r25

grafik-dynojet-yamaah-r25

dan posisi power maksimum-nya pada rpm tertentu

penurunan power r25

Jadi knalpot racing untuk r25 dirancang bekerja optimum pada 12000 rpm dengan EVO=70 deg (prediksi). Dan ternyata spek pada r25 versi masal power maks-nya berada di 10500 rpm dan dengan EVO = 65 deg (prediksi). Jika knalpot racing tersebut diaplikasikan pada r25 versi test-ride tentunya akan cocok, akan tetapi menjadi tidak cocok jika diterapkan pada versi masal. Sekarang mari kita lihat perbedaan ukuran header yang seharusnya menurut rumus di atas

error desain knalpot racing

Jadi menurut rumus tersebut akan terjadi kasalahan dalam desain panjang knalpot racing sebesar 3.75 cm dan diameter sebesar 1.1 mm.

Sekarang sudah bisa difahami mengapa knalpot racing yang dipakai om leo memberikan peningkatan performa yang kurang signifikan. Mungkin setelah mesin r25 dibongkar camshaft-nya, baru desainnya bisa lebih sempurna dan menghasilkan performa yang kebih baik.

Lebih kurangnya mohon maaf, wassalamu’alaikum wR wB.

 

 

37 Komentar

  1. std aja dah kencang kq, ntar dilakukan modifikasi mlh durability part mesinnya jd lbh pendek. skrg byk macetnya lbh baik std aja deh..

  2. impresif ombro, saya paling suka biker yang brainy, seksi.. semoga ada knalpotR25 yg performanya sama dng kompetitornya, bagaimana dgn sakura bawaan YIMM. ini lama2 kita clashaction jg neg ke YIMM, sbg R25rider kt pgn gaspol

    • mbah ko dr jmn dlu ente dendam bgt m cbr, ap krna g ksmpean toh hihikkk.. tp mnrt ane, ente tuh brhrp bhw ahm dengan smberdaya yg mlimpah knpa g bikin motor yg diatas kompetitor dn superior bukan GL seris melulu. yim j mampu knpa ahm ga, gtu kn mbh.

  3. yang punya/segera punya R25 memang lebih baik nge-dial (di ukur derajat bukaan & tinggi angkatan klep) dulu saja atau minimal cari info dari bengkel yg sudah pernah dial tuh camshaft, jangan liat spek di kertas, Baru deh benahin leher knalpot kalau mau pake knalpot aftermarket tanpa harus ubah noken as.. Good Tips om MotoGokil

    • tapi opo yo tego, baru datang trus di turunin mesine? diedel-edel cyl head nya? yo wis terimo wae lah nasipmu, yg penting kelihatan seperti motor kentjang,,, kecuali aseli pembanter, datang langsung turun mesin …

  4. kaya hp china aja ya…

    😀

    spek tertulis camera 5 mega pixel
    aslinya cuma 1 mega pixel..

    😀

    power bisa standar unit test ride, caranya
    tambahin 1unit mio trus dilakban…

  5. maap om gokil, kalo ane nyimak artikel ini kayaknya bentuk knalpotnya 1 on 1 ya? satu knalpot satu silinder ya? kalo konfigurasi 2-1 atau 2-1-2 bagaimana? ada pengaruhnya kah? tolong penjelasannya om

  6. knalpotnya 2-1, atau 2 silinder jadi 1 muffler. konstruksi kruk as ninja, pembakaran antar silinder berlangsung tiap 360 derajat (1 putaran), mengakibatkan jeda yang sama antar silinder (360 derajat) tiap siklus. jadi pake knalpot 2-1 efeknya bagus.
    beda dengan r 25,
    konstruksi kruk as membuat jarak pembakaran/pengapian 180 derajat. berarti pembakaran siliinder 1 dengan 2 ada jeda 180 derajat, lalu jeda ke siklus berikutnya 540 derajat. kalau pake knalpot 2-1, jelas performa tidak akan maksimal karena tekanan balik gas buang tiap silinder berbeda.
    lebih bagus knalpot 1-1, tiap 1 silinder 1 muffler. tenaga akan terkoreksi jauh dari knalpot tipe 2-1.

    • bisa juga gan kayak begitu konstruksinya jadi kayak R1. tapi knalpot aftermarket macam RX8 sama GBR ada yg claim bisa dapet 3 HP juga dengan ganti knalpot aja dan mereka menyertakan dengan hasil DYNO. Silencer 1 header 2.CMIIW

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.