Beberapa Pemikiran Mengenai Bentuk dan Performa Dari Honda CS1 DOHC 150cc

CS1 dohc jadi apa

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampia ke tujuan.

Rupanya AHM memang berniat membombardir kelas sport 150 cc, apalagi mulai terdengar sayup2 isu tentang CS1 dohc 150 cc. Berarti ahm memang sengaja menjadikan genre dohc 150cc beberapa varian, mungkin ingin menerapkan sistem”PALUGADA” , apa yang lu mau, gua ada.

Tapi khusus untuk pencangkokan engine dohc 150 cc ke motor CS yang telah eksis, bisa jadi ahm rada kesulitan, seperti yang pernah ane tulis di artikel terdahulu. Hal ini disebabkan oleh “FOKUS”-nya honda terhadap faktor keselamatan di setiap produknya, gara2 unsur “safety” inilah yang membuat ahm banyak mikir, kira2 gini gambarannya.

yang difikirkan honda

Gambar di atas dapat dijelaskan secara ringkas yaitu : pada prinsipnya semua produk honda harus safety, termasuk New CS1 dohc 150cc. Lalu bagaimana membangun new cs1 yang safety dan menarik bagi konsumen, baik dari sisi desain, performa dll. Nah yang perlu difikirkan adalah jangan sampai mengurangi market share honda yang sudah ada, tapi menambahnya dengan cara menggerogoti MS pabrikan lain. Dan jika ini tercapai, maka tujuan utamanya pasti tercapai yaitu “UNTUNG alias BATI”.

Mari kita diskusikan pelan2 mengenai bagian2 dari gambar di atas, yang pertama adalah “SAFETY”. Kalau kita ikut ngelamun, kira2 apa yang harus dilakukan ahm agar aplikasi engine dohc 150 cc ke CS1 tetap safety, dengan mempertimbangkan :

  1. Engine dohc 150 cc jelas lebih berat, lebih bergetar sehingga perlu diperhitungkan kembali center of grafity, pengikat engine mau ditaruh dimana, karena minimal 2 ada di belakang dan satunya di tengah.
  2. Engine dohc 150 cc jelas lebih bertenaga, sehingga perlu difikirkan bagaimana mengontrol tenaga yang bertambah besar tersebut, berarti ini masalah handling.
  3. Engine dohc 150 cc jelas lebih besar, sehingga harus difikirkan disain frame yang mengakomodasi no. 1 dan 2, sekaligus memberikan kemudahan dalam hal service dan  maintenance.

Jadi yang pertama kali didisain adalah frame-nya, apakah mau menggendong mesin atau menggantung mesin. Kalo mau menggendong mesin, maka menggunakan model frame-nya pulsar, seperti ini.

frame gendong

Jika ingin menggunakan model gantung bisa beberapa model diantaranya

Frame ori CS1

frafe cs1

Frame cbr 125/150

f29frame-f171f34

Frame gl

frame GL

Atau bentuk2 lainnya seperti framenya ninja, p200ns dan jupiter mx. Yang jelas semua frame tersebut harus mampu memberikan posisi mesin yang paling memungkinkan agar semuanya ter-handle dengan sempurna. Juga memudahkan dalam penanganannya, baik reparasi maupun servis. Perhatikan bagian mesin dohc 150 cc turunan cbr 150 ini.

DOHC setting

Yang perlu diperhatikan dalam memilih frame untuk engine dohc 150 cc ini adalah :

  1. Sudut kemiringan engine, engine berdiri hampir lebih dari 45 derajat dari garis horisontal
  2. Posisi throttlebody yang mengarah ke balakang yang harus disambungkan dengan box filter
  3. Posisi knalpot
  4. Posisi pompa air radiator.

Nah frame2 yang sudah dijelaskan di atas memang didisain untuk mengakomodasi keperluan2 ini, jadi pasti cocok. Lalu bagaimana dengan frame lain, misalnya motor bebek, seperti framenya suprax125.

frame supra 125

Ya pasti bisalah, mekanik Indonesia jago2 masalah beginian. Jangankan sasis suprax125 yang sudah modern, sasis monokok grand-prima-legenda aja bisa, perhatikan sasisnya.

frame legenda grand prima

Tapi ya begitu deh jadinya kayak gini

supra cbr150

Itu baru sasis, bagaimana dengan roda? Jika melihat kasus satria fu, memang nggak bisa dicontoh, lha mesin dohc 150 cc, cuma dibelaki ban bebek, layaknya supra 125, bahaya sekali. Tapi kita bisa merujuk bannya cbr125 yang mana powernya hampir sama dengan CS1, yang dibekali dengan ban depan ukuran 80/90-17 dan ban belakang 100/80-17. Jadi ban untuk new cs1 dohc 150cc, pastilah lebih besar dari ukuran yg sekarang, atau minimal sama dengan bannya cbr125.

Mengenai faktor2 “konsumen, market share dan keuntungan” kita obrolin lain artikel aja.Semoga berguna, wassalamu’alaikum wR wB.

Advertisements

32 responses to “Beberapa Pemikiran Mengenai Bentuk dan Performa Dari Honda CS1 DOHC 150cc

  1. Pertamax

  2. klo buat kemacetan, beli dohc perlu pikir ulang….jgn sampe jd org konsumtif….gonta ganti mtr…..selain boros, dohc tdk enak untuk berkitir di rpm bawah

    • dan perlu tambahan, klo saya mending beralih dr honda karena smkin bru kualitasnya tmbah meragukan 😀

      note : saya korban cs1 2012 mesin gmpang membara pdhal udah stel karbu, klep…radiator…..

    • Perlu diluruskan agar tdk salah kaprah :
      yg menyebabkan performa tdk enak di RPM bawah adalah karakter mesinnya yg overbore (stroke pendek), bukan DOHCnya. Kebetulan aja mesin DOHC umumnya berkarakter overbore.

      DOHC kalo dipadukan dg karakter mesin square ataupun overstroke, hasilnya torsi di RPM bawah lebih besar dr torsi mesin DOHC overbore.

      Sekedar saran, beli motor sesuaikan dg kebutuhan aja.
      Kalo tiap hari sering lewat jalan yg macet, butuh torsi besar -> itu adalah karakter mesin overstroke.
      Gak terkait SOHC ataupun DOHC.
      Mungkin Anda lebih cocok dg karakter mesin NVL / MX.

  3. wiro gak pake sableng

    jooz.

  4. Mantabs ulasannya mas…

  5. mesin tercanggih dikelasnya siap merajalela. mulai batangan sampai bebek n ayago dan mungkin sekalian ke matik. ntar lg vario kan 150cc mngkin bukan mesin pcx yg nancep tp mesin cbr150.

    ngawur sambil ngopi “mode”

  6. Perbedaan crankcase mesin CS1 dg CB150R yakni adalah letak lubang pegangan mesin/engine mounting-nya.
    Meskipun keduanya sama2 punya sepasang lubang mounting di bagian belakang mesin, tapi CS1 punya engine mounting satu lagi yakni sepasang lubang di belakang silinder blok.
    Sedangkan sepasang lubang mounting lainnya di crankcase mesin CB150R terletak di bawah dinamo starter.

    Dgn mengacu pada pengaplikasian head+silinder mesin CBR150R ke crankcase CS1/Sonic memang bisa saja satu mesin utuh CB150R dipasang di rangka CS1.
    Tapi perlu diperhatikan juga plat pemegang mesin sebelah kiri (di crankcase atas, belakang silinder blok) tempat menggantung mesin akan mentok tonjolan tensioner cam-chain.
    Biasanya sih plat tsb dicoak sedikit agar tdk mentok tensioner camchain di belakang silinder blok.

    Pabrikan perlu memikirkan hal tsb jika nanti jadi memasang mesin CB150R di rangka CS1.
    Apalagi mesin CB150R 150cc DOHC tentunya berbobot lebih berat dr mesin CS1 karena menggunakan part mesin lebih banyak & berukuran lebih besar.
    Perlu dipikirkan juga centre of gravity-nya agar handling keseluruhan tetap stabil & mantab.

  7. mas grand dohc nya itu tetep pake blok ori grand ya?
    tetep 4 speed

  8. Soal ukuran ban yg tepat, kalo nanti konsepnya ayago, menurut ane cocoknya pake ban depan 80/80 & belakang 90/80.
    Masa’ mau disamain dg ukuran ban CB150R? 😀
    Ayago kan lebih mungil dr light sport.
    Tapi lebih baik jika ukuran bannya lebih besar dr ban FU.
    Btw, boleh deh pake ban tubeless biar lebih value 😉

  9. Sudut inklinasi (kemiringan) silinder mesin CS1, CB & CBR150 sebesar 40 derajat dr vertikal.
    Sudut segitu tdk terlalu tegak ataupun datar, ideal utk menghasilkan performa mesin yg bagus.

  10. Cs1 150 apamungkin kayanya sih layu sebelum berkembang mas klo saya jadi ahm maaf mas ya yang saya benerin dulu itu sportnya yang 150-250ccnya buatkan yang race dulu biar pada melotot semua konsumen muda baru yang sport turing macam tiger dst,karena apa sekarang yang muda mulai tua 40th lagi boming motor kencang tapi irit kaya vixion semoga pabrikan suzuki juga dengar dan bisa membaca situasi ini.

    • mungkin ahm juga melakukan itu secara paralel, segede-gede nya ahm, tetep saja power “bukan” tak terbatas.
      Jadi jika melakukan kerjaan yg banyak secara paralel, maka beberapa bagian akan terlihat lambat, sedangkan yang lain lebih cepat.
      Tapi yang pasti semua bagian harus menghasilkan untung, dan pembagian power yg terbesar adalah yang memberikan untung paling besar, nah bagian itu yang akan terlihat paling dinamis.

  11. Dibikin roadventure keren kayanya lo.

  12. wah ngalamat 20juta kalau gitu

  13. Pingback: Siapa Saja Calon Konsumen CS1 DOHC 150cc ? | motorgoodness

  14. PALUGADA = apa yg lu mau gua ada. wk.k.k plesetan lu jual gua beli…wk.k.k juozzz gandozzz njotozzz njotozzzz….CS1 DOHC??? mnding pakai Casis Sonic aja,,, raider 125DOHC lari stelah d jotozzziiii sonic tiap event, lari jd raider 150 aka FU. skrg dobrak lagi ma CS1 150cc DOHC…wah seru bgt nih…mmg motor2 ini klas brbeda dr yg lain…

  15. Pingback: Siapa Saja Calon Konsumen Honda CS1 DOHC 150cc ? | UratMalu

  16. Kalo beneran, kisaran harga ampe berapa ya Gan?

Silahkan komen, anda sopan ..kami segan