ganti-oli-bloger

Salah Satu Ciri Knalpot MotoGP…"Megaphone", Bisakah Diaplikasikan di Motor Kita???

Diposting pada

maggotismighty1-5d5a35f3

Assalamu’alaikum wR wB.

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat selama dalam perjalanan hingga sampai ke tempat tujuan, amiin.

Halo bro!!  Nyok kita teruskan obolan kita tentang “KNALPOT”

Baru saja  pergelaran MotoGP di Philips Island selesai dihelat, yang mana Jorge Lorenzo mendapatkan hasil yang luar biasa, mulai dari menabrak burung camar, memecahkan rekor fastest lap, pole position sampai kampiun menjadi nomer satu. Dilain fihak Marc Maquez ketiban apes, didiskualifikasi, sehingga selisih poinnya dengan JL tinggal 18. Walaupun demikian MM masih tetap tersenyum, tapi kita nggak tau juga apa yg ada di dalam hatinya, mungkin sedikit kesel.

Dah..ah…, bosen ngomongin kejadian2 di motogp yg dah sering diulas dalam artikel blogger2 kondang, sekarang kita coba mengambil manfaat dari diadakannya pergelaran motogp tsb. Diantarenya teknologi mesin, rancang bangun sasis, kelistrikan dll, dan yang paling tampak mata adalah disain knalpotnya. Teknologi mesin boleh beda, sistem kelistrikan juga beda, sasis apalagi, akan tetapi desain knalpot kok mirip2 tau bahkan bisa dibilang sama. Coba perhatikan

exhaust honda

exhaust yamaha

exhaust ducati  exhaust suzuki

Perhatikan moncongnya, semuanya sama2 melebar, lebih lebar daripada diameter pipanya (tailpipe), trus apa pengaruhnya terhadap performa mesin?

Menurut teorinya, pelebaran yang mulus (tappered), dengan mengikuti bentuk krucut, akan menghasilkan tendangan balik yang bersifat negatif pressure (tekanan negatif). Effek ini akan menyebabkan tejadinya daya hisap knalpot terhadap gas buang yang belum sempat keluar dari silinder. Kejadian ini akan sangat efektif pada rpm tinggi dimana waktu bukaan klep ex (buang) menjadi sangat cepat. Dengan disain yang tepat maka negatif pressure tadi akan menghisap gas buang sampai habis, dengan tidak mengikut sertakan gas segar yang ada dalam silinder. Artinya gas buang habis tersedot ke knalpot, tepat saat klep ex tertutup, sehingga gas segar nggak ikut keluar.

Disain yng demikian disebut “Megaphone”, yang telah diselidiki memang menghasilkan peningkatan daya yang signifikan. Seperti percobaan pada motor  500cc dan motor 110cc, yang diilustrasikan dalam tabel dan gambar berikut

efek megaphone

megaphone effect

 

Kenaikan powernya lumayan kan?… Trus gimana bikinnya???……Gampang, yuk dipraktekkan

1. Ukur dulu diameter pipa (ID), kemudian tentukan diameter megaphone (D4)

desain megaphone01

2. Berdasarkan hasil eksperimen, sudut megaphone ada diantar 3-8 derajad, kemudian hitung panjang megaphone dengan rumus ML=[(D4-ID)*cot(A)]/2

rumus panjang megaphone

 

Keterangan rumusnya

keterangan rumus

Cuma itu aja rumusnya, gampangkan??

Hanya saja untuk menemukan berapa sudut yang paling cocok, perlu eksperimen lagi (ane belum dapet rumusnya). Kalo menurut ane, besarnya sudut tersbut akan mempengaruhi besarnya negatif pressure yang dihasilkan. Dan seberapa besar negatif pressure yg dibutuhkan tergantung dari besarnya overlap antara klep in dan ex, dan pada rpm berapa akan dioptimumkan.

Kemudian diujung megaphone terdapat reverse cone, yang (menurut ane) berfungsi sebagai pemberi backpressure positif, untuk menendang balik seandainya ada sedikit gas-segar yg ikut tersedot keluar, agar masuk kembali ke silinder.

3. Kemudian ujung lancipnya dipotong, sesuai dengan diameter ujung pipa knalpot.

desain megaphone02

4. Knalpot megaphone, sangat berisik, jadi untuk keperluan harian, desaiinya dikombinasikan dengan peredam, seperti gambar ini.

desain megaphone03

 

 

** ukuran2 ini hanya sekedar contoh, yg benar adalah disesuaikan dengan spesifikasi mesin motor ente bro.

Sampai disini (mungkin) obrolan kita tentang knalpot, semoga bermanfaat. Buat suhu2 yg lebih faham, mohon maaf kalo ada yang keliru, dan ane sangat berharap untuk mendapatkan masukan dan sarannya, sehingga lebih komprehensif dan berguna bagi pembaca semuanya.

Sekian, assalamu’alaikum wR wB.