Dilema Akan Cerainya Honda-Repsol, dan Ketergantungan HRC pada Marc Marquez (Spanyol)

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Semoga Allah selalu menyelamatkan dan merahmati kita semua, dimanapun kita berada, dari dunia sampai akhirat, aamiin.

“Rumor” perceraian antara repsol dan hrc mulai tersebar seperti yang diumbar oleh speedweek. Meskipun honda belum memberikan pernyataan resmi, cerita yang terlanjur tersebar memunculkan berbagai spekulasi. Mengenai keuangan, sponsor seperti repsol meskipun berkontribusi cukup besar pada tim, sekitar $ 12-15 juta, bisa saja digantikan oleh sponsor lain seperti shell dan redbull. Dan kalaupun honda harus mengeluarkan tambahan (nombok), sepertinya tidak masalah mengingat revenue honda tahun 2019 ini sekitar $ 19 milyar.

Ada anggapan rumor perceraian hrc dan repsol adalah karena tim repsol honda, “terlalu” spanyol dan “kurang” honda (jepang). Mungkin ada benarnya karena sponsor dan pembalapa utamanya berasal dari spanyol. Akan tetapi menurut iwf tim pabrikan honda ini bukan terlalu spayol, melainkan “terlalu marquez”, alias marquez sentris.

Jadi meskipun repsol (pabrikan oli asal spanyol) henkang dari tim, tidak akan menjadi masalah asalkan marc marquez tetap tinggal. karena tidak seperti masa keemasan dani pedrosa dalam tim repsol-honda, marc marquez adalah fenomena. Berbanding terbalik, saat pedrosa sentris prestasi tim repsol-honda terpuruk, akan tetapi saat marquez sentris justru tim repsol honda bagaikan raksasa yang sulit ditumbangkan.

Bisa dibayangkan bagaimana pentingnya marc marquez bagi honda-hrc. Karena dengan prestasinya ia mampu memberikan honda 6 titel juara dunia. Sementara mick doohan 4, valentino reossi 2, alex criville 1, nicky hayden 1 dan casey stoner 1. Apalagi tahun 2019 ini marquez menunjukkan kekuatannya, yang secara (relatif) sendirian ia mampu memberikan tim repsol-honda triple crown [artikel].

Oleh karena itu honda akan berusaha membuat marc marquez tenang di tim pabrikan honda (apapun sponsor utamanya). Honda juga harus terus memperhatikan masukan dari marc marquez, menjadikannya “sesuatu yang penting” bagi tim. Karena itulah faktor utama marquez merasa betah di honda. Marc marquez menyatakan dalam suatu kesempatan :

“…Dan itulah alasan mengapa ketika saya mengatakan aku sangat senang dengan Honda, itu karena aku merasa menjadi sesuatu yang penting di Honda. Aku merasa penting karena ketika aku mengatakan sesuatu, mereka mendengarkan dan paling tidak, mereka mempertimbangkan apa yang aku katakan, dan ini penting. ”

[sumber : motomatters]

Yang menjadi masalah adalah ketika pabrikan oli asal spanyol menjadi susuatu yang penting bagi marc marquez, maka honda akan sulit untuk tidak memenuhinya. Apalagi sampai saat ini tidak ada pembalap ke-2 dari tim repsol honda yang mampu mendekati performa marc marquez, sehingga honda tidak punya alternatif lain selain menjaga marquez tetap dalam tim (sampai saat ini). Dan sinyalemen seperti ini semakin kuat dengan fokus honda untuk tetap “marquez sentris” dalam pengembangan honda rc213v di tahun 2020 nanti.

Honda akan melakukan apapun (untuk sementara ini) dalam rangka menjaga performanya sebagai pabrikan juara dunia, untuk mempertahankan marc marquez. Menerima adiknya alex marquez di tim, menaikkan gajinya lebih dari biasanya atau bahkan mempertahankan repsol sebagai sponsor utamanya. Yang penting marc marquez merasa nyaman dalam tim, dan fokus pada pengembangan honda rc213v untuk mendapatkan hasil maksimum.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

 

Advertisements

$where = 0;

2 responses to “Dilema Akan Cerainya Honda-Repsol, dan Ketergantungan HRC pada Marc Marquez (Spanyol)

  1. Jadi inget jaman Stoner geber Desmosedici.
    Ducati jadi Stoner-Centris waktu itu

  2. Pingback: typemyessay

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan