MPM Edukasi Siswa SMK Lewat Technical SKill Contes


Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan


Teknologi sepeda motor saat ini tidak seperti motor jadul (jaman dulu), lebih canggih, lebih rumit. Hal ini seiring dengan keinginan konsumen akan motor yang efisien, powerfull dan ramah lingkungan. Sehingga penangannya pun tidak sesederhana motor lawas, harus lebih canggih alatnya dan juga lebih ahli mekaniknya.

Karenanya wajar jika MPM sebagai distributor motor honda terbesar di jawa timur dan ntt, memiliki tanggung jawab memberikan peningkatan skill para siswa SMK. Yang mana suatu saat siswa smk ini bisa menjadi calon mekanik yang handal, atau minimal konsumen yang faham akan teknologi motor terkini. Salah satu kegiatan peningkatan skill ini yaitu diadakannya Technical Skill Contest, untuk memotivasi siswa smk meningkatkan skill-nya dibidang keteknikan dan bisnis sepeda motor.

Technical Skill Contest (TSC) SMK merupakan wujud nyata Corporate Social Responsibility (CSR) Honda kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Ajang ini juga menjadi sarana untuk mengedukasi dan mengembangkan pengetahuan serta kemampuan siswa khususnya para siswa SMK. Para peserta TSC berasal dari SMK TBSM Honda yang disaring dari seluruh kota Indonesia. Pada tahun ini Technical Skill Contest SMK merupakan pelaksanaan ke-9 sejak di selenggarakan pertama kali pada tahun 2010.

Sampai dengan Desember 2017 sebanyak 91 SMK telah menandatangani MoU dengan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Jatim dan NTT. Peserta Technical Skill Contest SMK yang mengikuti seleksi sebanyak 204 siswa dari 68 SMK TBSM Honda di wilayah MPM. Siswa SMK TBSM Honda yang lolos seleksi regional akan mewakili MPM pada Technical Skill Contest SMK 2018 pada tanggal 16 – 17 Oktober 2018.

Sebelumnya Seleksi peserta dilakukan oleh sekolah masing–masing pada bulan Desember 2017. Setelah terpilih sekolah mengirimkan 3 siswa terbaiknya pada seleksi regional. Seleksi regional diadakan di 5 kota yaitu Malang , Kediri , Banyuwangi , Bojonegoro dan Madiun.

Di setiap kota tempat seleksi tersebut diambil 3 juara yang akan mengikuti seleksi regional Jawa Timur. 18 peserta yang telah lolos mengikuti seleksi regional Jawa Timur yang diadakan pada tanggal 22 Maret 2018 bertempat di MPM Learning Centre Sedati Sidoarjo ini terpilih 5 peserta . Pembekalan ke 5 peserta yang lolos seleksi regional Jawa Timur diberikan oleh sekolah mengenai materi pemantapan 2017.

Selanjutnya peserta menjalani tahap evaluasi pertama yang dilakukan oleh MPM pada tanggal 16 sampai 21 April 2018. Dan pada pembekalan ke 2 dilakukan test psikologi bagi para peserta. Dari hasil evaluasi pertama dan ke 2 terpilih 4 peserta yaitu :

  1. Mochamad Hadi Fahmi dari SMK Muhammadiyah 2 Genteng Banyuwangi,
  2. Syahroni dari SMK Negeri 1 Bendo Magetan,
  3. Mohammad Asrofi dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen dan
  4. Feri Dwi Indra Setiawan dari SMKN. 1 Baureno Bojonegoro.

Pembekalan pada ke 4 peserta dilakukan mulai tanggal 12 september sampai 11 oktober 2018 di MPM Learning Centre Sidoarjo. Peserta di berikan pembekalan mengenai praktek meja dan trouble shoting.

Sistem penilaian kontes ini yaitu ujian teori 20% , ujian praktik meja 40% dan ujian trouble shooting 40%. Penilaian kontes SMK ini ditekankan pada pengetahuan siswa mengenai sepeda motor Honda dan prosedur praktik yang harus sesuai dengan ketentuan atau standar yang ada di bengkel resmi Honda (AHASS). Juga menekankan prosedur pengerjaan dan hasilnya, jadi tidak fokus pada hasil semata.

“Dengan program pembinaan SMK TBSM Honda ini harapan semua stakeholder agar siswa mempunyai kompetensi yang sesuai dengan industri dan langsung siap masuk dunia kerja akan tercapai” kata Satyo Prahnowo selaku Technical Service Division Head MPM

Sementara itumengomentari kegiatan ini, Mohammad Asrofi dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen mengatakan :

“Persiapan menghadapi lomba yaitu dengan mempelajari materi chasis, engine dan kelistrikan. Harapannya dapat memenangkan kompetisi ini.”

Begitu juga yang dikatakan kata Syahroni dari SMK Negeri 1 Bendo Magetan

” Persiapannya yaitu mempelajari mengenai materi praktek dan teori serta mempersiapkan mental dalam menghadapi kompetisi ini. Harapannya semoga dapat memenangkan kompetisi ini. “

Dan beberapa komentar yang serupa dari Feri Dwi Indra Setiawan dan Mochamad Hadi Fahmi. Initinya dengan mengikuti kegiatan ini, siswa skm mendapatkan pengalaman berkompetisi hal teori dan praktek. Dan kesemuanya tidak akan optimal tanpa disertai tekad dan mental yang kuat.

Sepertinya kegiatan ini sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, bongkar mesin, throuble shooting adalah suatu kesenangan, apalagi dapat hadiah. Semoga kegiatan ini benar-benar menghasilkan teknisi yang handal dikemudian hari. Wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Advertisements

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan