[DIY] Pasang Stabilizer pada Rantai Suzuki GSX R150

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Seperti biasanya, setiap motogokil penya motor selalu saja perlu modifikasi, terutama yang fungsional. Yaitu modifikasi yang benar-benar memiliki “fungsi” untuk meningkatkan apa-apa yang sudah pada motor. Termasuk pemasangan stabilizer (tensioner) pada rantai motor pada suzuki gsx r150.

Mengapa sebuah sepeda motor (apalagi yang performanya tinggi) membutuhkan stabizer ??? Berikut analisis motogokil mengenai hal ini…

Sering kita lihat pada buku panduan pengguna (owner manual) setiap motor mengenai aturan ketegangan rantai. Disitu dituliskan bahwa rantai harus bisa bergerak bebas naik-turun dalam jarak 3 cm. Artinya saat motor berjalan dengan beban maksimum, swing-arm akan mengayun yang mengakibatkan rantai menjadi kencang-kendur. Dan dengan jarak bebas tersbut rantai akan terhindar dari :

  • Terlepas dari gir belakang karena terlalu kendor, atau
  • Meregang (melar) karena terlalu kencang

Akan tetapi rantai yang di-setting demikian, akan mengeluarkan suara (yang cukup mengganggu) berisik, apalagi jika pelumas kering. Selain itu rantai juga harus sering diperhatikan kekencangannya, jika motor bekerja berat. Karena jika tidak, maka goyangan rantai akan over dan mata rantai akan beradu dengan mata gir yang mengakibatkan kerusakan.

Dan untuk suzuki gsx r150, owner harus lebih waspada untuk permasalahan rantai ini karena beberapa sebab :

  • Aplikasi ban lebar mengakibatkan proses pergerakan awal, atau berakselerasi dari kondisi diam/sangat pelan akan mengakibatkan rantai bekerja berat menarik gir. Apalagi jika ridernya sruntulan, senang “stop and go” dengan puatarn mesin tinggi.
  • Engina suzuki gsx r150 memiliki kompresi yang cukup tinggi yaitu 11.5:1, sehingga saat deselerasi, engine brake yang diberikan cukup kuat. Pada saat itu rantai bekerja berat menahan putaran ban belakang, mengikuti braking yang dilakukan engine gsx r150.
  • Ukuran rantai yang digunakan gsx r150 minimalis, setara dengan rantai cs1 yaitu 428. Sementara power dan torsinya serta ban-nya jauh lebih besar.

Karena itu rantai gsx r150 dengan ukuran-nya tersebut harus menanggung kerja yang cukup berat. Akibatnya akan rawan melar/modod atau bertambah panjang. Apalagi jika saat seting rantai, kurang pas, terlalu kencang, serta beban terlalu berat (bb rider diatas 100 kg, atau sering digunakan untuk membawa beban/boncenger berat). Dan jika terlambat mengatur ketegangan rantai, maka rantai akan cepat cacat/rusak.

Dengan aplikasi stabizer rantai, akan memebri keuntungan berupa :

  1. Ketegangan rantai akan terjaga stabil
  2. Posis mata gir masuk ke lubang rantai akan terjaga presisi (kalau pemasangan stabilizernya benar)
  3. Seting rantai harus dikendorkan, karena nantinya stabilizer yang akan mengencangkan sekaligus menjaganya konstan.
  4. Penambaan panjang rantai (melar) dalam ukuran sedikit, tidak perlu dilakukan penyetingan ulang ketegangan rantai. Karena tekanan stabilizer mampu mengantisipasinya. Jadi intensitas pengaturan ketegangan rantai akan berkurang.
  5. Mengurangi suara berisik rantai.

Dengan demikian rantai-gir/sproket akan lebih awet (in sya Allah). Karena terhindar dari beberapa efek buruk akibat tidak optimalnya penyetingan rantai. Nah sekarang mari bersama kita bahas bersama, bagaimana memasang stabilizer pada rantai gsx r150, berikut langkah-langkahnya :

Posisi gsx r150 harus tegak dengan ban belakang terangkat bisa menggunakan standar tengah atau standar paddock. Sediakan stabilizer rantai untuk motor sport (kalau bisa yang pas, tidak terlalu besar atau terlalu kecil). Hargnya sekitar 90rb (biasa) s/d 150 rb (cnc anodize)

Kemudian periksa bagian-bagian 1 s/d 5. Berikut rincian pemeriksaannya :

  1. Periksa baut (4 buah) jangan ada yang kependekan (lebih pendek dari yang butuhkan  untuk mengikat stabilizer di swingarm). Beberapa motor memiliki ketebalan swingarm berbeda. Dan jangan terlalu panjang, karena bisa mengganggu rantai. Kalau kepanjangan bisa dipotong dengan menggunakan gerinda atau gergaji besi.
  2. Body stzbilizer yang berfungsi sebagai pengikat ke swingarm, pastikan lebarnya sedikit lebih lebar dari swingarm. Kalau kekecilan (salah beli milik bebek) segera kembalikan, karena pasti tidak bisa pnp, tidak bisa langsung digunakan.
  3. Periksa engselnya, apakah pegas bekerja dengan baik (tidak patah). Dan coba digerak-gerakan, jika seret maka beri pelumas.
  4. Lubang pada tangan stabilizer harus bisa dikencangkan, dan mampu memegang dengan erat as roda stabizer. Periksa dengan baik, karena jika tidak, maka saat setelah terpasang nanti as+roda stabizer bisa lepas di jalan (hilang)
  5. Periksa apakah roda bisa berputar lancar, bearing dalam kondisi ok. Jika agak seret, maka beri pelumas. Jika terdengar suara aneh, atau ada getaran2 tidak wajar, maka tukar dengan yang lain. Karena bearing nya terindikasi rusak.

Sediakan kunci ring 17 dan 19 serta kunci sok (T) ukuran 10. Kunci ring-19 untuk membuka/mengendorkan mur di sebelah kanan as roda belakang (putar ke kiri/tarik ke belakang)

Sedangkan kunci ring-17 untuk menahan kepala baut as roda belakang bagian kiri agar tidak ikur berputar.

Sedangkan kunci T-10 digunakan untuk mengendorkan pengatur ketegangan rantai di ujung belakang swingarm. Kendorkan dengan memutar ke kiri (mengencangkan putar ke kanan), jika rantai tak mau kendur juga, cukup dengan menendang sedikit ban belakan kke arah depan. Lihat dan samakan tanda garis pengukur samakan antara kiri dan kanan.

Lepaskan semua baut dari stabilizer, sehingga terpisah bagian body luar dan dalam. Kemudian pasang body stabilizer pada swing arm dengan cara menjepit swingarm dengan body stabilizer bagian luar dan dalam, kemudian dipasang 4 baut, jangan terlalu kencang. Gunakan kunci L (heksa) untuk menseting stabilizer

Fitting (paskan) pemasangan stabilizer, pada beberapa bagian :

  • pastikan posisi rantai berada tepat pada bagian tengah roda stabilizer.
  • rantai lurus, tidak miring, akibat posisi roda stabilizer
  • Rantai tidak menyentuh baut stabilizer (jika owner malas memotong baut yang kepanjangan).

Baru kemudian 4 baut dikencangkan dengan kunci L-5mm, dengan kuat. Pengencangannya harus bertahap untuk setiap baut, agar pengencangan seimbang.

Jika semuanya sudah ok; rantai lurus, skala pengaturan sama kiri dan kanan. Maka kencangkan mur as roda di bagian kanan. Dengan memutar ke kanan, atau mendorong ke depan. Kemudian periksa mur-10 pengatur, kekencangan rantai, kalau kendor, eratkan dengan kunci sok-10.

Sementara itu dulu “tip and trick” pemasangan stabilizer diy di suzuki gsx r150. Teknik ini berlaku umum untuk semua motor, jadi bisa dijadikan acuan untuk pemasangangan stabilizer di motor lain. Barangkali perbedaannya hanya disekitar pengatur ketegangan rantai yang berbeda.

Mohon maaf jika ada salah dan kurangnya. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmarullohi wa barokatuh.

Lihat juga beberapa artikel menarik yang berhubungan dengan rantai sepeda motor

 

 

 

Advertisements

$where = 0;

10 responses to “[DIY] Pasang Stabilizer pada Rantai Suzuki GSX R150

  1. bisa buat mx king ga ya?

  2. Pengen sih masang yg beginian..cuma masih rada paranoid..takut nyangkut rantainya..

  3. pak dosen, saya mau ganti ban belakang ke ukuran 120/60 yg di per untuk an ban depan moge, apakah aman ?

    • kalau masalah aman sih ..aman saja
      tapi yang akan menimbulkan masalah adalah apakah handling jadi berubah drastis, sehingga menyulitkan ?
      jika menyulitkan, mending menggunakan ban standar. atau paling tidak naik cukup satu step saja

  4. Saya trauma pakai ntu barang pak dosen,, baru pasang 1 minggu sdh lepas as dudukan roda karet nya…. Apess…rantai satria f 2008 kesayangan saya langsung lepas ! Untung gak putus ,, mana lebaran pertama lg,, bengkel gak ada yg buka,,, Alhamdulillah pak dosen… Bisa perbaiki sendiri, walaupun muka belipet malu gak ketulungan di lihatin orang2 pd bertamu…motor keren2 rantai lepas ala sepeda onthell….wkwkwk …ntah apa penyebabnya pak dosen….

    • nah ane juga pernah mengalami di all new cb150
      hal itu terjadi karena saat pemasangan baut pengikat as roller “lupa” belum dikencangkan
      dan jika suda dikencangkan harus di-test, coba dorong dengan jari jika as nya masih bisa bergerak, berarti masih belum kencang

      • Siippp pak….kayaknya memang itu penyebab nya…. Masalah nya sekarang tensionernya hanya jd pajangan doang pak dosen,, gak ada yg jual as dan roda karetnya…. Harus komplit….

  5. maaf pak dosen, maksudnya gini, motor saya gsx R, ban belakang bawaan 130/70, saya mau ganti ke 120/60 (corsa46) yang mana secara spek adalah untuk ban depan motor 250 cc, apakah aman ya ?

  6. temenku pasang ginian rolernya malah yang kalah hehhee

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan