Power TVS Apache RTR 200 4V Tidak Jadi 26 PS, Mengapa ???


rtr200-4v engine

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan


Cukup kecewa ketika bocoran terbaru menyatakan bahwa power maksimum tvs apache rtr 200 4v tidak sampai 26 ps, dan hanya sekitar 15.09 kW (20.5 ps) pada 8500 rpm. Dan torsinya tidak mencapai 22 Nm, ternyata hanya di-setting pada 18.1 Nm pada 7000 rpm. Kenyataan ini seperti yang disampaikan oleh narasumber :

“Apache 200 4V was said to be making out 26 ps @ 9000 rpm, from its 200cc engine (bored out version of 180cc engine) with a expected torque value of 22-24 Nm. But the actaul specs are maxaimum power of 20.23 bhp @ 8500 rpm with maximum torque of 18.1 Nm @ 7000 rpm. Unlike other bikes in this segment, Apache 200 will come with a 5-speed transmission. The engine is air-cooled with oil cooling like Pulsar 220F.”

Jadi (sepertinya) tvs merancang rtr 200 4v, tidak mau terlalu jauh dengan sang rival (pulsa 220f). Dimana bajaj dengan pulsar 220f-nya yang berkubukasi 220 cc hanya mampu menghasilkan power sebesar 21.1 ps @ 8500 rpm. Barangkali hal ini terkait pula dengan fuel consumtion yang menjadi parameter inti di india. Sehingga dengan spesifikasi seperti ini, power hanya berbeda 0.6 ps, padahal kubikasinya lebih kecil 20 cc. Jadi seharusnya rtr200 bisa lebih irit dibandingkan p220f. Lebih lengkapnya lihat perbandingannya berikut ini

rtr200-4v vs p220f

Memang rtr200 masih kalah performanya dibandingkan p220f, akan tetapi hal itu disebabkan kubikasi engine rtr200 yang lebih kecil. Sedangkan jika dibandingkan performa engine-nya disisi ps/cc dan pwr, rtr200 sedikit lebih powerfull dibandingkan p220f. Dan menurut tvs, performa rtr200 sudah cukup sampai disitu karena sudah seimbang dengan kompetitor (p220f).

Kalau ada pembaca yang bertanya,

” Mengapa kemarin ada yang berani menyatakan bahwa power rtr200 mencapai 26 ps ?”

Menurut motogokil, power rtr200 masih wajar jika mencapai 26 ps, karena beberapa sebab :

  1. Engine rtr200 adalah versi boreup dari rtr180, sehingga power lebih besar bisa digapai di rpm yang lebih tinggi, karena sudah mengaplikasikan 4 valve dengan diameter intake yang lebih besar
  2. TVS adalah anak asuh dari suzuki di india. Karena mesin sejenis (air+oil cooled) sudah pernah dibuat suzuki dan lebih powerfull (fxr150-20.1 hp), maka dengan teknologi yang sama bisa diaplikasikan di rtr200.

Nah sekarang mari kita kombinasikan spec rtr180 sebagai basis engine rtr200 dan teknologi yang diaplikasikan fxr150 (air+oil cooled), untuk mengetahui potensi engine rtr200.

rtr200 performance

Jadi (menurut motogokil) tvs bisa saja men-setting power engine rtr200 sampai 26 ps / 10500 rpm. Tapi tentunya memiliki konsekuensi yaitu, bensinnya lebih boros dibandingkan kompetitor. Dan hal ini akan menajadi isu negatif, yang membuatnya kurang diminati oleh konsumen di india.

Dan kalau mau laku di Indonesia, harusnya tvs tidak memperlakukan konsumen di Indonesia sama dengan di India. Sebahagian besar konsumen di Indonesia, masih “kurang percaya” dengan pabrikan india. Hal ini disebabkan oleh hengkangnya pabrikan bajaj dan juga kurang meratanya jumlah diler di penjuru tanah air (service after sales nya kurang sip). Selain itu konsumen di Indonesia sangat gandrung akan style dan performa suatu motor. Oleh karena itu kalau mau terlihat lebih menarik di hati konsumen Indonesia, tvs harus menyuguhkan rtr200 sebagai sepeda motor yang lebih unggul dari motor jepang (honda, yamaha, kawasaki dan suzuki), terutama pada bagian-bagian ini :

  1. Penampilan, tidak kalah dengan nva ataupun ncb
  2. Performa, seharusnya minimal sama dengan p200ns
  3. Ketersediaan tempat servis dan pengadaan sparepart.

Kalau dilihat dari penampilannya (menerut motogokil), aura rtr200 masih lumayan kental “india”nya. Terutama pada bagian headlamp dan fueltank. Tapi sebagai rider pulsar180ug4, menurut motogokil tidak terlalu masalah, sudah lumayan ok.

1100

Mengenai ergonomi dan performa, menurut motogokil keduanya saling berhubungan. Terlihat stang lumayan tinggi dan footstep agak kebelakang, mengkondisikan rider pada posisi semi sport (mirip nvl, cb150r dan p180ug4). Sehingga untuk ergonomi seperti ini, enaknya buat jalan-jalan agak jauh dengan kecepatan cruiser 100 kpj. Dan dengan power 20.5 ps/8500 rpm serta topspeed 130 kpj (mudah diraih), sudah cukuplah buat trek di Indonesia.

Nah masalah laku apa nggak di Indonesia, kembali kepada rider di Indonesia. Karena (katanya) rtr200 ini masih menggunakan pengabutan karbu, tentunya penanganannya tidak sesulit injeksi. Jadi tidak sulit bagi rider/konsumen untuk menservis, mengupgrade dan menangani masalah baik sendiri atau dengan bantuan bengkel-bengkel umum. Akhirnya yang kemudian menjadi pertimbangan penting bagi calon konsumen di Indonesia (tantangan berat setiap pabrikan india) adalah :

  1. Spare partnya ada apa nggak di pasaran ?
  2. Kalau dijual kembali, harganya anjlog apa tidak ?

Silahkan menilai dan memilih, jika benar harganya di bawah 24 juta tentunya sangat menarik, apalagi performa rtr200 jauh lebih tinggi dibandingkan nva atau ncb. Ditambah lagi potensi untuk di-upgrade performanya masih sangat besar. Dalam artian value to money lebih tinggi, saat beli motor baru ini. Tetapi harus juga disadari konsekuensinya sebagai pemilik motor india, baik pada saat penggunaan maupun saat ingin menjual kembali, pasti tidak seperti motor jepang.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

 

 

// g?c=a+f+c:(g+=f.length,f=a.indexOf("&",g),c=0<=f?a.substring(0,g)+c+a.substring(f):a.substring(0,g)+c)}return 2E3<c.length?void 0!==d?ca(a,b,d,void 0,e):a:c};var da=function(){var a=/[&\?]exk=([^& ]+)/.exec(p.location.href);return a&&2==a.length?a[1]:null};var q=function(a,b){this.width=a;this.height=b};q.prototype.round=function(){this.width=Math.round(this.width);this.height=Math.round(this.height);return this};var ea=function(a,b){for(var c in a)Object.prototype.hasOwnProperty.call(a,c)&&b.call(void 0,a[c],c,a)},ga=function(){var a=fa;if(!a)return"";var b=/.*[&#?]google_debug(=[^&]*)?(&.*)?$/;try{var c=b.exec(decodeURIComponent(a));if(c)return c[1]&&1<c[1].length?c[1].substring(1):"true"}catch(d){}return""};var ha=function(a,b,c,d){a.addEventListener?a.addEventListener(b,c,d||!1):a.attachEvent&&a.attachEvent("on"+b,c)};var ia=function(a){var b="";ea(a,function(a,d){if(0===a||a)b+="&"+d+"="+encodeURIComponent(String(a))});return b},r=function(a,b,c){a.google_image_requests||(a.google_image_requests=[]);var d=a.document.createElement("img");if(c){var e=function(a){c(a);a=e;d.removeEventListener?d.removeEventListener("load",a,!1):d.detachEvent&&d.detachEvent("onload",a);a=e;d.removeEventListener?d.removeEventListener("error",a,!1):d.detachEvent&&d.detachEvent("onerror",a)};ha(d,"load",e);ha(d,"error",e)}d.src=b;a.google_image_requests.push(d)};var ja=function(a,b,c){this.v=a;this.u=b;this.c=c;this.f=null;this.s=this.g;this.A=!1},ka=function(a,b,c){this.message=a;this.fileName=b||"";this.lineNumber=c||-1},ma=function(a,b,c){var d;try{d=c()}catch(g){var e=a.c;try{var f=la(g),e=a.s.call(a,b,f,void 0,void 0)}catch(l){a.g("pAR",l)}if(!e)throw g;}finally{}return d},t=function(a,b){var c=na;return function(){var d=arguments;return ma(c,a,function(){return b.apply(void 0,d)})}};ja.prototype.g=function(a,b,c,d,e){var f={};f.context=a;b instanceof ka||(b=la(b));f.msg=b.message.substring(0,512);b.fileName&&(f.file=b.fileName);0<b.lineNumber&&(f.line=b.lineNumber.toString());a=h.document;f.url=a.URL.substring(0,512);f.ref=a.referrer.substring(0,512);if(this.f)try{this.f(f)}catch(l){}if(d)try{d(f)}catch(l){}d=this.v;try{if((this.A?d.w:Math.random())<(c||d.o)){var g=d.m+(e||this.u)+ia(f),g=g.substring(0,2E3);r(h,g)}}catch(l){}return this.c};var la=function(a){var b=a.toString();a.name&&-1==b.indexOf(a.name)&&(b+=": "+a.name);a.message&&-1==b.indexOf(a.message)&&(b+=": "+a.message);if(a.stack){var c=a.stack,d=b;try{-1==c.indexOf(d)&&(c=d+"\n"+c);for(var e;c!=e;)e=c,c=c.replace(/((https?:\/..*\/)[^\/:]*:\d+(?:.|\n)*)\2/,"$1");b=c.replace(/\n */g,"\n")}catch(f){b=d}}return new ka(b,a.fileName,a.lineNumber)};var oa=String.prototype.trim?function(a){return a.trim()}:function(a){return a.replace(/^[\s\xa0]+|[\s\xa0]+$/g,"")},pa=function(a,b){return ab?1:0};var qa=Array.prototype.indexOf?function(a,b,c){return Array.prototype.indexOf.call(a,b,c)}:function(a,b,c){c=null==c?0:0>c?Math.max(0,a.length+c):c;if(k(a))return k(b)&&1==b.length?a.indexOf(b,c):-1;for(;c<a.length;c++)if(c in a&&a[c]===b)return c;return-1},ra=Array.prototype.map?function(a,b,c){return Array.prototype.map.call(a,b,c)}:function(a,b,c){for(var d=a.length,e=Array(d),f=k(a)?a.split(""):a,g=0;gparseFloat(a))?String(b):a}(),Da={},A=function(a){var b;if(!(b=Da[a])){b=0;for(var c=oa(String(Ca)).split("."),d=oa(String(a)).split("."),e=Math.max(c.length,d.length),f=0;0==b&&f<e;f++){var g=c[f]||"",l=d[f]||"",U=RegExp("(\\d*)(\\D*)","g"),u=RegExp("(\\d*)(\\D*)","g");do{var L=U.exec(g)||["","",""],M=u.exec(l)||["","",""];if(0==L[0].length&&0==M[0].length)break;b=pa(0==L[1].length?0:parseInt(L[1],10),0==M[1].length?0:parseInt(M[1],10))||pa(0==L[2].length,0==M[2].length)||pa(L[2],M[2])}while(0==b)}b=Da[a]=0<=b}return b},Ea=h.document,Fa=Ea&&y?Ba()||("CSS1Compat"==Ea.compatMode?parseInt(Ca,10):5):void 0;!z&&!y||y&&9<=Number(Fa)||z&&A("1.9.1");y&&A("9");var B=document,p=window;function C(a){return"function"===typeof encodeURIComponent?encodeURIComponent(a):escape(a)}var D=null,Ga=function(){if(!B.body)return!1;if(!D){var a=B.createElement("iframe");a.style.display="none";a.id="anonIframe";D=a;B.body.appendChild(a)}return!0};var na;na=new ja(new function(){this.m="http"+("http:"===p.location.protocol?"":"s")+"://pagead2.googlesyndication.com/pagead/gen_204?id=";this.o=.01;this.w=Math.random()},"jserror",!0);var E=function(a,b){return t(a,b)};y&&A("9");!za||A("528");z&&A("1.9b")||y&&A("8")||xa&&A("9.5")||za&&A("528");z&&!A("8")||y&&A("9");var Ha=function(a,b,c){if("array"==aa(b))for(var d=0;d<b.length;d++)Ha(a,String(b[d]),c);else null!=b&&c.push("&",a,""===b?"":"=",encodeURIComponent(String(b)))},Ia=function(a,b,c){for(c=c||0;c<b.length;c+=2)Ha(b[c],b[c+1],a);return a},Ja=function(a,b){var c=2==arguments.length?Ia([a],arguments[1],0):Ia([a],arguments,1);if(c[1]){var d=c[0],e=d.indexOf("#");0e?c[1]="?":e==d.length-1&&(c[1]=void 0)}return c.join("")};var Ka=0,F={},Ma=function(a){var b=F.imageLoadingEnabled;if(null!=b)a(b);else{var c=!1;La(function(b,e){delete F[e];c||(c=!0,null!=F.imageLoadingEnabled||(F.imageLoadingEnabled=b),a(b))})}},La=function(a){var b=new Image,c,d=""+Ka++;F[d]=b;b.onload=function(){clearTimeout(c);a(!0,d)};c=setTimeout(function(){a(!1,d)},300);b.src="data:image/gif;base64,R0lGODlhAQABAIAAAP///wAAACH5BAEAAAAALAAAAAABAAEAAAICRAEAOw=="},Na=function(a){if(a){var b=document.createElement("OBJECT");b.data=a;b.width=1;b.height=1;b.style.visibility="hidden";var c=""+Ka++;F[c]=b;b.onload=b.onerror=function(){delete F[c]};document.body.appendChild(b)}},Oa=function(a){if(a){var b=new Image,c=""+Ka++;F[c]=b;b.onload=b.onerror=function(){delete F[c]};b.src=a}},Pa=function(a){Ma(function(b){b?Oa(a):Na(a)})};var Qa={l:"ud=1",j:"ts=0",B:"sc=1",h:"gz=1",i:"op=1"};if(B&&B.URL){var fa=B.URL,Ra=!(fa&&0=b)){var d=0,e=function(){a();d++;db;){try{if(c.google_osd_static_frame)return c}catch(d){}try{if(c.aswift_0&&(!a||c.aswift_0.google_osd_static_frame))return c.aswift_0}catch(d){}b++;c=c!=c.parent?c.parent:null}return null},Wa=function(a,b,c,d,e){if(10<Ua)p.clearInterval(N);else if(++Ua,p.postMessage&&(b.b||b.a)){var f=Va(!0);if(f){var g={};I(b,g);g[0]="goog_request_monitoring";g[6]=a;g[16]=c;d&&d.length&&(g[17]=d.join(","));e&&(g[19]=e);try{var l=K(g);f.postMessage(l,"*")}catch(U){}}}},Xa=function(a){var b=Va(!1),c=!b;!b&&p&&(b=p.parent);if(b&&b.postMessage)try{b.postMessage(a,"*"),c&&p.postMessage(a,"*")}catch(d){}};var O=!1,Ya=function(a){if(a=a.match(/[\d]+/g))a.length=3};(function(){if(navigator.plugins&&navigator.plugins.length){var a=navigator.plugins["Shockwave Flash"];if(a&&(O=!0,a.description)){Ya(a.description);return}if(navigator.plugins["Shockwave Flash 2.0"]){O=!0;return}}if(navigator.mimeTypes&&navigator.mimeTypes.length&&(a=navigator.mimeTypes["application/x-shockwave-flash"],O=!!a&&a.enabledPlugin)){Ya(a.enabledPlugin.description);return}try{var b=new ActiveXObject("ShockwaveFlash.ShockwaveFla
sh.7");O=!0;Ya(b.GetVariable("$version"));return}catch(c){}try{b=new ActiveXObject("ShockwaveFlash.ShockwaveFlash.6");O=!0;return}catch(c){}try{b=new ActiveXObject("ShockwaveFlash.ShockwaveFlash"),O=!0,Ya(b.GetVariable("$version"))}catch(c){}})();var Za=w("Firefox"),$a=wa()||w("iPod"),ab=w("iPad"),bb=w("Android")&&!(va()||w("Firefox")||x()||w("Silk")),cb=va(),db=w("Safari")&&!(va()||w("Coast")||x()||w("Edge")||w("Silk")||w("Android"))&&!(wa()||w("iPad")||w("iPod"));var P=function(a){return(a=a.exec(v))?a[1]:""};(function(){if(Za)return P(/Firefox\/([0-9.]+)/);if(y||ya||xa)return Ca;if(cb)return P(/Chrome\/([0-9.]+)/);if(db&&!(wa()||w("iPad")||w("iPod")))return P(/Version\/([0-9.]+)/);if($a||ab){var a;if(a=/Version\/(\S+).*Mobile\/(\S+)/.exec(v))return a[1]+"."+a[2]}else if(bb)return(a=P(/Android\s+([0-9.]+)/))?a:P(/Version\/([0-9.]+)/);return""})();var fb=function(){var a=p.parent&&p.parent!=p,b=a&&0<="//tpc.googlesyndication.com".indexOf(p.location.host);if(a&&p.name&&0==p.name.indexOf("google_ads_iframe")||b){var c;a=p||p;try{var d;if(a.document&&!a.document.body)d=new q(-1,-1);else{var e=(a||window).document,f="CSS1Compat"==e.compatMode?e.documentElement:e.body;d=(new q(f.clientWidth,f.clientHeight)).round()}c=d}catch(g){c=new q(-12245933,-12245933)}return eb(c)}c=p.document.getElementsByTagName("SCRIPT");return 0<c.length&&(c=c[c.length-1],c.parentElement&&c.parentElement.id&&0<c.parentElement.id.indexOf("_ad_container"))?eb(void 0,c.parentElement):null},eb=function(a,b){var c=gb("IMG",a,b);return c||(c=gb("IFRAME",a,b))?c:(c=gb("OBJECT",a,b))?c:null},gb=function(a,b,c){var d=document;c=c||d;d=a&&"*"!=a?a.toUpperCase():"";c=c.querySelectorAll&&c.querySelector&&d?c.querySelectorAll(d+""):c.getElementsByTagName(d||"*");for(d=0;d<c.length;d++){var e=c[d];if("OBJECT"==a)a:{var f=e.getAttribute("height");if(null!=f&&0<f&&0==e.clientHeight)for(var f=e.children,g=0;g<f.length;g++){var l=f[g];if("OBJECT"==l.nodeName||"EMBED"==l.nodeName){e=l;break a}}}f=e.clientHeight;g=e.clientWidth;if(l=b)l=new q(g,f),l=Math.abs(b.width-l.width)<.1*b.width&&Math.abs(b.height-l.height)<.1*b.height;if(l||!b&&10<f&&10<g)return e}return null};var hb,Q=0,R="",S=!1,T=!1,V=!1,ib=!0,jb=!1,kb=!1,lb=!1,mb=!1,nb=!1,ob="",pb=0,qb=0,W=0,rb=[],J=null,sb="",tb=[],ub=null,vb=[],wb=!1,xb="",yb="",zb=(new Date).getTime(),Ab=!1,Bb="",Cb=!1,Db=["1","0","3"],X=0,Y=0,Eb=0,Fb="",Hb=function(a,b,c){S&&(ib||3!=(c||3)||lb)&&Gb(a,b,!0);if(V||T&&kb)Gb(a,b),T=V=!1},Ib=function(){var a=ub;return a?2!=a():!0},Gb=function(a,b,c){(b=b||sb)&&!wb&&(2==Y||c)&&Ib()&&(b=Jb(b,c),jb?Pa(b):r(a,b,void 0),nb=!0,c?S=!1:wb=!0)},Jb=function(a,b){var c;c=b?"osdim":V?"osd2":"osdtos";var d=["//pagead2.googlesyndication.com/activeview","?id=",c];"osd2"==c&&T&&kb&&d.push("&ts=1");R&&d.push("&avi=",R);hb&&d.push("&cid=",hb);d.push("&ti=1");d.push("&",a);d.push("&uc="+Eb);Ab?d.push("&tgt="+Bb):d.push("&tgt=nf");d.push("&cl="+(Cb?1:0));""!=ob&&(d.push("&lop=1"),c=m()-pb,d.push("&tslp="+c));d=d.join("");for(c=0;c<tb.length;c++){try{var e=tb[c]()}catch(g){}var f="max_length";2<=e.length&&(3==e.length&&(f=e[2]),d=ca(d,C(e[0]),C(e[1]),f))}2E3<d.length&&(d=d.substring(0,2E3));return d},Z=function(a){if(xb){try{var b=ca(xb,"vi",a);Ga()&&r(D.contentWindow,b,void 0)}catch(c){}0<=qa(Db,a)&&(xb="")}},Kb=function(){Z("-1")},Mb=function(a){if(a&&a.data&&k(a.data)){var b;var c=a.data;if(k(c)){b={};for(var c=c.split("\n"),d=0;d=e)){var f=Number(c[d].substr(0,e)),e=c[d].substr(e+1);switch(f){case 5:case 8:case 11:case 15:case 16:case 18:e="true"==e;break;case 4:case 7:case 6:case 14:case 20:case 21:case 22:case 23:e=Number(e);break;case 3:case 19:if("function"==aa(decodeURIComponent))try{e=decodeURIComponent(e)}catch(l){throw Error("Error: URI malformed: "+e);}break;case 17:e=ra(decodeURIComponent(e).split(","),Number)}b[f]=e}}b=b[0]?b:null}else b=null;if(b&&(c=new H(b[4],b[12]),J&&J.match(c))){for(c=0;cX&&!T&&2==Y&&Nb(p,"osd2","hs="+X)},Pb=function(){var a={};I(J,a);a[0]="goog_dom_content_loaded";var b=K(a);try{Sa(function(){Xa(b)},10,"osd_listener::ldcl_int")}catch(c){}},Qb=function(){var a={};I(J,a);a[0]="goog_creative_loaded";var b=K(a);Sa(function(){Xa(b)},10,"osd_listener::lcel_int");Cb=!0},Rb=function(a){if(k(a)){a=a.split("&");for(var b=a.length-1;0<=b;b–){var c=a[b],d=Qa;c==d.l?(ib=!1,a.splice(b,1)):c==d.h?(W=1,a.splice(b,1)):c==d.j?(T=!1,a.splice(b,1)):c==d.i&&(jb=!0,a.splice(b,1))}Fb=a.join("&")}},Sb=function(){if(!Ab){var a=fb();a&&(Ab=!0,Bb=a.tagName,a.complete||a.naturalWidth?Qb():G(a,"load",Qb,"osd_listener::creative_load"))}};n("osdlfm",E("osd_listener::init",function(a,b,c,d,e,f,g,l,U){Q=a;xb=b;yb=d;S=f;hb=U;g&&Rb(g);T=f;1==l?rb.push(947190538):2==l?rb.push(947190541):3==l&&rb.push(947190542);J=new H(e,da());G(p,"load",Kb,"osd_listener::load");G(p,"message",Mb,"osd_listener::message");R=c||"";G(p,"unload",Ob,"osd_listener::unload");var u=p.document;!u.readyState||"complete"!=u.readyState&&"loaded"!=u.readyState?!window.opera&&/msie/i.test(navigator.userAgent)?G(u,"readystatechange",function(){"complete"!=u.readyState&&"loaded"!=u.readyState||Pb()},"osd_listener::rsc"):G(u,"DOMContentLoaded",Pb,"osd_listener::dcl"):Pb();-1==Q?Y=f?3:1:-2==Q?Y=3:0

Advertisements

$where = 0;

10 responses to “Power TVS Apache RTR 200 4V Tidak Jadi 26 PS, Mengapa ???

  1. aku cuman pengen headlamp e…
    kok enek surat cinta untuk elien…

    DIY memperbaiki speedometer eror: http://wp.me/p1eQhG-1vh

  2. entah knp kurang greget

  3. inikah yg dibilang mirip “ducati streetfighter” ???

  4. Soal material TVS , bandelnya kebangetan

  5. mendingan spec standarnya begitu, jadi kalo diseting lbh murah pabrikan lain ngak ada yang protes,
    pengalaman seperti RTR 160 stroke 52,9mm dan Tormax 53,5mm langsung stop produksi….. xixixixixixi

  6. Nambahin om gokil,,, di India ini motor lawannya yg sesama naked yaitu yamaha fz16 (byson), honda dazler, pulsar 150ns,pulsar 200ns sudah tdk di produksi bajaj hanya memproduksi pulsar 200ss/fairing & pulsar 200as/half fairing yg mana bukan motor naked… mungkin nntnya tvs akan membuat motor dgn mesin 200 4v yg lebih besar powernya di varian sport fairingnya buat h2h dgn pulsar 200ss

    Nah masalahnya di Indonesia new apache ini lawannya nva dan cb150r, walaupun powernya lebih besar tapi tampangnya menurut saya msh kalah ganteng dari duo jepang tsb, di tambah lagi next naked sports dohc 150cc dari suzuki… jadi rasanya bakal berat juga perjuangan si new apache ini di Indonesia.

  7. bukannya harus euro3 ya disini

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan