[Kisah-02] Hampir Mati di Tengah Tawuran Pelajar

tawuran sma

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Ketika memasuki masa sma, ane mulai “melek” bahwa kondisi pelajar di Indonesia khususnya Jakarta sangat kacau. Selain ramainya berita di TV dan di koran mengenai tawuran pelajar, ane lihat dengan mata-kepala sendiri tawuran pelajar tersebut. Jika musim tawuran di mulai, pergi ke sekolah merupakan pertaruhan hidup dan mati, begitu pula dengan saat pulang. Bahkan ketika beberapa STM bersepakat untuk bersatu menggempur musuh bersama SMA 61, ada seorang anak kelas satu sampai2 harus menggunakan seragam smp, agar bisa aman di jalan. Kebetulan sma ane termasuk sma “bencong”, banyak orang kaya-nya, banyak cewek cakep-nya dan banyak anak pinter-nya, yang belagak kaya jagoan paling cuma 1-2 orang, jadi relatif nggak ada musuhnya.

Kejadian yang menimpa ane cukup dramatis, tidak terduga dan sangat berbahaya. Berawal dari keinginan membeli kalkulator scientific murah, ane berdua temen berangkat ke pasar glodok. Setelah mendapat barangnya kita segera pulang. Salah satu trayeknya memaksa kita harus ganti bis di depan pasar pramuka. Nah disinilah kejadiannya…

Pada saat kita menunggu bis tingkat,.. lama bro, kiat melihat sekitar 30-40 anak berseragam sma disebrang sana. Tiba-tiba, kumpulan anak sma tersebut lari kocar-kacir, rupanya musuh mereka datang dengan kelompok yang jauh lebih besar, sepertinya di atas 50 orang.  Kelompok besar ini (mungkin anak stm) agak marah, karena mereka tidak berhasil menghajar musuhnya, karena kelompok pertama sudah menghilang. Begitu mereka melihat ane dan temen di seberang sana, kemurkaan mereka tersulut kembali. Mereka bersemangat menyeberangi jalan sambil mengacungkan senjata di tangan ( ada obeng panjang, mungkin juga potongan besi dll)

Dalam hati ane, ” Wah mati nih gue”, karena memang kita nggak siap, dan nggak tau medan. Alkhamdulillah pertolongan Allah SWT datang, sebelum mereka genap menyeberang jalan, bis tingkat tiba. Sang kernet sudah tau gelagat tawuran, segera membukakan pintu sambil bis tetep berjalan menjauh. Jadi kita masuk ke bis sambil lari dan meloncat. Rupanya mereka (kelompok stm) tidak mengenal menyerah, mereka terus mengejar dan berusaha masuk ke dalam bis. Sang kernet bertindak cepat menendang pelajar yang hampir masuk dan segera menutup puntu. Mereka terus mengejar sambil memukul-mukulkan obeng besar, potongan besi dll ke kaca pintu bis, maklum bis tingkat dalam kondisi penuh dan berat sehingga akselerasinya kurang.

Alkhamdulillah ane dan temen ane selamat. Sambil berdiri dalam bis menuju pulang, ane mendapat cerita dari penumpang yang lain bahwa kejadian seperti ini bukan kali ini saja. Kejadian serupa pernah terjadi, bahkan pelajar yang berhasil masuk ke bis bertindak sangat sadis. Mereka melukai beberapa penumpang dengan belati, wal hasil bis harus mengantar mereka ke rs. persahabatan dulu demi menyelamatkan nyawanya.

Itulah kondisi tawuran pelajar yang ane alami, meski tidak terlibat langsung, tetapi nyawa ane dan temen berada pada kondisi yang sangat membahayakan. Karena sering terjadi pelajar yang tidak tahu-menahu yang kebetulan berada di area tawuran, jurstru menjadi bulan-bulanan siswa2 preman ini. Yang tewas dalam tawuran jaman ane sudah sangat banyak, nggak tau polisi pada keman ya ?

Pelajaran yang bisa dipetik dari kasus ini adalah : Keahuilah suasana di tempat yang ingin kita tempati, waspadalah dan jangan mendekati daerah berbahaya jika kita tidak mampu mengatasi bahaya tersebut.

Semoga cerita pengalaman ini bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

 

25 Komentar

  1. Dulu jg pernah sih terlibat hal demikian n brurusan dg polisi bbrapa kali ttp itu dulu n skrg insyaf. mmg bgitulah bro jk brfikir sesaat, bahkan saat ini byk hal2 diluar nalar..semakin tinggi ilmu seseorang jk tdk dilandasi keimanan akan berbuah ksombongan. setinggi2nya ilmu itu tatarannya masih dibawah akhlak yg baik, tdk peduli gelar setinggi apapun. tdk perlu belajar hal2 ilmu sangat tinggi, yg sepele aja menjaga lidah n tulisan kita untuk hal yg baik blm tentu kt mampu..

  2. Kok bisa sama om? Ane jg pnh masa smp kalau berhubung dari taman Puring ke rempoa penuh smp saya malah di kebayoran dipegat / smbl timpuk batu. akhir mesti turun di daerah musuh jg. Pas sempat turun, kaca bis pecah. Cuma satu yg terus menghantui sampe sekarang om, saya liat ada korban bayi yg sobek kepalanya. 🙁

  3. belum pernah ditembak kali ya . kalo aku jadi presiden tembak kaki minimal penjara 5 tahun . nonsense gitu lho maksute apa tawuran itu kenapa ga 1 lawan satu aja . mana ngerusak peralatan umum .

  4. Tinggal bagaimana kita bisa menarik pelajaran dari artikel diatas, dan selalu menghormati orang lain meskipun, mungkin kita berbeda pendapat. Meskipun di dunia maya sebisa mungkin hindari julukan dan kata kata yang merendahkan.

  5. ane anak rantau om…prihatin memang kalo melihat pelajar jakarta yg terkesan ‘ndeso’…aneh sering liat di buaran bahkan bulan puasa pun tawuran

  6. Senjata ampuh untuk meredam bahkan menghancurkan suatu negara dimana hukum itu ditegakkan (jk negara itu musuh amerika) maka 3 huruf sakti itu HAM..ni lah senjata amrik untuk melumpuhkan negara yg tdk sejalan dg amrik

  7. saya pun pernah mengalaminya dulu masa smu tawuran dengan anak stm walaupun tidak separah jkt temen kami tanpa tahu cerita di kebukin anak2 stm yg akhirnya saling balas anak2 stm juga kami kebukin sampai akhirnya di damaikan oleh masing2 kepala sekolah setelah damai kami cari provokatornya karena awal mula anak smu kami yg katanya memulai ternyata rupaya anak baru pindahan ke sekolah kami yg jd biang keladinya dia gabung dgn stm sekolah lamanya ngompasin (malak) anak stm musuh mereka sambil mabuk dia kira mentang2 ayahnya kapten tni AD kami takut akhir dia yg kami jadikan bulan2 nan yg besok nya langsung pindah dari sekolah kami ….. kenangan yg tidak mengenakan karena damai itu indah

  8. Pak polisi kemana ?? tu lg sibuk malakin orang sipil di pinggir jalan dgn istilah keren “razia”…tanya knp polkis ga nge-razia stm2 preman atau nyari penjahat beneran ??

  9. kadang-kadang yang susah justru cara mengetahui “situasi” nya.
    orang gak tau apa-apa bisa kena tusuk, bacok / batu nyasar.

    sebagai polisi, kalau menerapkan tembak ditempat bagi pelaku penusukan/kekerasan, juga bakal kena hukum HAM.
    serba susah kan, kalau siswa nya juga tidak bisa diajak kooperatif.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.