[Spark Ignition Engine] Mengamati Proses Pembakaran dalam Ruang Bakar, Gimana Caranya ???


comb chamber6

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat diperjalana sampai ke tujuan.


Hari2 ini mulai ramai spyshoot motor baru, bertebaran baik di blogspare nasional maupun internasional. Masing2 memberikan daya tarik tersendiri, mulai dari cc besar, power besar, akselerasi cepat, tampilan yang gagah, fitur2 yang canggih dan lain sebagainya. Tapi bagi biker entusias, yang paling penting adalah performa mesin yang diwujudakan dalam bentuk “power dan torsi”. Kita semua tahu bahwa penghasil power dan torsi tersebut adalah  proses pembakaran di ruang bakar, kemudian pertanyaannya adalah :

“Apakah pembakaran yang terjadi di ruang bakar bisa dilihat, diamati dan dianalisis?”

Karena dalam bayangan kita, yang namanya pembakaran kan ada api-nya dan bisa diliat harusnya. Dan sebenernya sudah ada beberapa yang coba mengamati proses pembakaran baik secara langsung maupun tidak langsung. Yuk kita simak bareng2

1. Mengamati secara langsung proses pembakaran melalui proses pencitraan dengan menggunakan kamera.  Sistemnya seperti tampak pada gambar berikut

sistem visualisasi

Posisi pemasangan sensor

sistem visualisasi2

Hasil dari pencitraannya, terangnya gambar karena pembakaran

hasil sistem visualisasi

[Sumber : Sauter, High-Speed Visualisation of Combustion in Modern Gasoline Engines]

2. Dengan cara mengamati akibat pembakaran, yaitu tekanan ruang bakar (tidak langsung). Teknik ini dilakukan dengan menggunakan sensor tekanan yang tempatkan di ruang bakar dengan model seperti penempatan busi. Sistem pengukurannya bisa dilihat dalam ganbar ini

pressure measurement setup

Penempatan sensornya

052802_1_1

Hasil pengukurannya berupa grafik tekanan vs derajad crank

grafik prssure

[Sumber : Gao, Investigation on characteristics of ionization current in a spark-ignition engine fueled with natural gasehydrogen blends with BSS de-noising method]

3. Kedua teknik di atas menggunakan alat yang mahal, nah pada teknik ke-3 inilah cara yang paling murah, yaitu dengan menggunakan busi sebagai sensor ionisasi. Teknik ini bisa kita gunakan dengan membuat rangkaian pembagi tegangan sederhana. Sistem nya bisa dilihat dalah gambar berikut

ion measurement setup

[Sumber : Attard, Ion current combustion technology for controlled auto-ignition gasoline engines]

Modifikasi busi yang juga difungsikan sebagai sensor ionisasi bisa mengikuti gambar ini

basic ion sensor

[Sumber : Nilsson, AC Ion Current Interface]

Tampilan sinyal ionisasinya yg std (bisa dilihat dengan menggunakan osiloskop) seperti gambar ini

grafik ionisasi std2

 

Dari sinyal ionisasi ini kemudian bisa digunakan/diolah untuk meminterpretasikan terjadinya knocking, misfire detection, lambda dll

ion sensor interpretation

 

 

[Sumber : Nielsen, An Ion-Sense Engine-Fine-Tuner]

Jadi bagi yang ingin mengetahui apa yg terjadi di ruang bakar dengan mudah dan murah, bisa menggunakan busi sebagai sensor ionisasi yang tejadi di ruang bakar, pada saat terjadinya proses pembakaran.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

Advertisements

20 responses to “[Spark Ignition Engine] Mengamati Proses Pembakaran dalam Ruang Bakar, Gimana Caranya ???

  1. pertamaxxxxxxx…. di blognya master

  2. suhunya mesin ini….
    🙂

  3. mantap. . suhu,
    gag salah piliHanku juga sama dg master mesin. .
    hahaha

  4. Master suhu mesin apa sistem injeksi cbr sma nvl itu sama? Wlpn sama sama close loop..yg mu saya tanyain kalau kita mau mengganti knalpot standar dgn knalpot racing tp tanpa menggunakan piggy or ganti ecu, gimana cara termurah agar motor g nembak nembak sama afrnya sesuai? Krn sensor o2nya kan g bekerja klo kita ud ganti knalpot racing

  5. Pingback: [Spark Ignition Engine] Mengamati Proses Pembakaran dalam Ruang Bakar, Gimana Caranya ??? | Blog Otomotif iToday

  6. om saya yg beberapa hari yg lalu minta tolong hitungin speed pulsar 200ns, kebetulan data~datanya dah dapet nih

    Bore X Stroke : 72 x 49
    Primary Reduction : 3.272
    Gear Ratios
    1st : 2.83
    2nd : 2.07
    3rd : 1.56
    4th : 1.24
    5th : 1.05
    6th : 0.92
    Final Drive ratio : 2.6:1 (39/15)
    rear tire : 130 / 70 x 17

    tolong ya om, trims

  7. Tekanan kompresi ditambah percikan api busi menimbulkan ledakan terus gimana rumus pembuangannya dan tenaganya makasih om

  8. Ohhh nambah ilmu lg dr master
    Hatur nuhun

  9. haduh, belum kuat otak saya
    harus baca betkali2 ini
    🙁

  10. gan klo pembakaran yg bagus/sempurna itu warna ujung businya putih bukan?

  11. Hurrah! Finally I got a blog from where I know how to genuinely obtain valuable facts concerning my study and knowledge.

Pemirsa motogokil yang terhormat, jika ingin komentar mohon subscribe ulang, karena baru migrasi self hosting