[Ayo Ngaji Bro] Menyingkirkan Gangguan di Jalan Umum, Sudahkah Kita Melakukannya ???


Assalamu’alaikum wa Rochmatullohi wa Barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua.

Artikel ini ditulis untuk menjadi pencerahan khususnya bagi penulis pribadi dan semoga bermanfaat bagi bro2 sekalian terutama yang muslim.


Dan untuk bro2 yang non muslim silahkan juga dibaca jika diharapkan dapat memberi manfaat dan ane mohon maaf jika ada sesuatu yang tidak berkenan, mohon artikel ini diabaikan saja.

Bismillahirrochmanirrochim,

Bro, saudara2 yang baik hatinya,..kita semua tahu bahwa iman adalah landasan dari semua amalan sholeh yang kita kerjakan dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Iman berisi keyakinan di hati kita, yang kita wujudkan dalam bentuk kepatuhan kepada perintah dan larangan. Ternyata iman juga bisa naik dan bisa turun, naik jika kita melaksanakan ketaatan perintah ibadah dan turun kalau kita melanggar larangan bermaksiat kepada Allah SWT. Dan dalam ajaran Islam yang mulia ini kita menemukan bahwa salah satu cabang iman yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan/duri dari jalan, seperti makna hadits shohih berikut :

Iman itu ada 70 atau 60 sekian cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘laa ilaha illallah’ (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu merupakan bagian dari iman.” (HR. Bukhari no. 9 dan Muslim no. 35)

Insyaallah maksudnya adalah, setelah kita memiliki pondasi iman yaitu “laa ilaaha illallah” maka kita akan mendapatkan tambahan ganjaran kebaikan dari Allah SWT, ketika kita menyingkirkan gangguan/duri dari  jalanan umum. Ganjaran ini sangatlah besar sehingga bisa memasukkan pelakunya ke dalam syurga di akhirat nanti, seperti makna hadis berikut :

Ada seorang laki-laki yang sedang berjalan-jalan di sebuah jalan. Ia menjumpai rerantingan yang berduri yang menghambat jalan tersebut, kemudian ia menyingkirkannya. Lalu ia bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka Allah mengampuni dosa-dosanya.

 Dalam sebagian riwayat dari Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah pula, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada seseorang laki-laki yang melewati ranting berduri berada di tengah jalan. Ia mengatakan, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan duri ini dari kaum muslimin sehingga mereka tidak akan terganggu dengannya.’ Maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.”

Dalam riwayat lain, juga dari sahabat Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,Sungguh, aku telah melihat seorang laki-laki yang tengah menikmati kenikmatan di surga disebabkan ia memotong duri yang berada di tengah jalan, yang duri itu mengganggu kaum muslimin.”

Kisah sahih di atas diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.

Wahai sahabat2ku, saudara2ku, bro2 sekalian,… memotong duri yang mengganggu di jalan saja mendapat ganjaran sedemikian besar, apalagi amalan yang lebih besar dari itu seperti :

1. Membantu menyingkirkan pohon yg tumbang di jalan

2. Membantu orang yang kecelakaan di jalan

3. Mengatur kelancaran lalu-lintas

4. Membantu mendorong mobil yang mogok di tengah jalan

5. Membantu menyeberangakn orang tua/anak2/orang buta/perempuan di jalan

6. Membersihkan timbunan akibat tanah longsor di jalan dan lain sebagaianya

Atau mungkin ada lagi yang lain yang pernah bro lakukan yang serupa dengan ini di jalan ?

Monggo di-share di sini, mudah2 memberikan pencerahan bagi kita semua, yang mana menunjukkan bahwa kita sesungguhnya memiliki ajaran yang mulia, yang mengarahkan kepada peningkatan kualitas akhlak mulia yang kita miliki.

Demikian kajian kita hari ini, yang benar datanganya dari Allah SWT, yang salah datang dari penulis pribadi, wallohua’lam, billahittaufiq.

Subchanakallohumma wabichamdika asyhadu alla ilaa ha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Wassalu’alaikum wR wB.

Advertisements

6 responses to “[Ayo Ngaji Bro] Menyingkirkan Gangguan di Jalan Umum, Sudahkah Kita Melakukannya ???

  1. Wan,yg kaya beginian nte koar2in..yg onoh dlu aja ma’siyat yg ganggu jalan g nte pikirin..ni ummat islam udh mau maju…waktu kejadian fathul makkah jg ratusan ribu org memadati jalan n sampai ada yg numpang drmh org..ni arti’a islam bakal kembali jaya sprti wktu kejadian fathul makkah di zamam rosulallah.
    Kalo nte berani ,silahkan nte aja yg turun tangan bwt ngomong..polisi aja ngebantuin bwt kelancaran lalu lintas…nte mau pilih ummat islam ini terutama pemuda pemudi’a memarakan panggung ma’siyat atau acara2 ma’siyat yg bisa nutupin jalan n mengganggu org lain atau nte mau pilih yg sprti ini majelis ta’lim n dzikir yg memadati jalan yg membawa kebaikan bwt ummat islam ini…

    • siapa nih ??.. nyuruh ane berani tapi die sendiri ngumpet, nggak jelas identitasnya, wkwkwkwk..
      ngomongin sejarah islam (fatkhu mekah) dengan data yg ngawur dan penerjemahan yang ngawur juga (kayak nya ada niat lain nih).
      Yg ane tangkep dari hadits masalah “duri” ini adalah, kalo kita melancarkan jalan bagi masayarakat, maka kita telah berbuat kebajikan. Dan sebaliknya kalo kita bikin macet jalan, maka kita telah berbuat dzolim, walaupun katanya “berdzikir” di jalanan, apalagi yg maksiat.
      Ente mesntinya inget bahwa Rosululloh SAW melarang umatnya sholat di depan pintu masjid, yg menyebabkan orang yg mau lewat terhalangi, itu sholat amalan yg mulia, apalagi hanya sekedar dzikir di jalan yg nggak ada contohnya dari Rosululloh SAW.
      Masalah fathul makkah, ya jelas banyak 10000-an kaum mu’minin (shahabat Nabi), nggak sampe ratusan ribu, kata ente, yg terlibat, lha memeang niatnya menaklukkan kota mekah/perang, jangan disamain dengan di Indonesia.

  2. sudah2 ko jd debat sich

  3. memberi tau pengendara lain bahwa di jalan ada lubang dg kode pake KQ heheheee…

  4. Ajarkan ilmu walaupun satu ayat, ini udah d ksh sharing sm motogokil malah koment yg aneh2, kl mau berubah harus dari diri sendiri dl dong bos..d kasih sharing yg bermanfaat malahan nyolot..

Pemirsa motogokil yang terhormat, jika ingin komentar mohon subscribe ulang, karena baru migrasi self hosting