Perbedaan Sepeda Motor Bermesin (Engine) High Performance dan Daily Use

Diposting pada

HighPerf vs DailyUse engine

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Dari beberapa perdebatan, masih ada saja fansboy yang membandingkan CS1 dan Suprax125, sama cc-nya tapi performanya jauh beda. Begitu pula dengan beberapa motor berikut

HighPerf vs DailyUse

Pembandingan ini tidak pada tempatnya, meskipun cc-nya sama, akan tetapi masing2 diciptakan dengan karakter berbeda untuk kebutuhan yang berbeda pula. Akibat dari perbedaan karakter ini, berdampak pada konstruksi mesin, ergonomi penampilan dan lain2nya. Ok, kita bahas bersama

High performance

Biasanya motor dengan engine kelas high performance memiliki ciri sbb :

  1. Memiliki kompresi tinggi, CR nya di atas 10. Tingginya CR mengakibatkan mesin sangat panas, sehingga pendinginan dilakukan oleh radiator. Bahan bakarnya minta oktan tinggi minimal pertamax
  2. Stroke nya pendek, sehingga power-max nya berada di rpm tinggi. Kondisi ini mengakibatkan torsi dan power saat rpm rendah terasa lemot, dan pada rpm tinggi terasa nikmat.
  3. Karena stroke nya pendek, maka bore nya besar, sehingga klep2 nya ikut besar2. Kondisi ini merupakan konsekuensi peletakkan power di rpm tinggi (10000 rpm ke atas), yg mana pada saat itu efisiensi volumetriknya (VE) menurun sehingga dengan diameter klep yang besar VE bisa dioptimalkan. Besarnya diameter klep ini, sudah pasti diimbangi dengan besarnya diameter port dan venturi dari karburator atau throttle body-nya
  4. Besarnya klep ex mengikuti besarnya klep in dan diameter piston (bore), oleh karena itu leher knalpotnya besar (mengikuti besarnya diameter klep ex) dan pendek (karena power-max pada rpm tinggi)
  5. Ergonomi sproty, agak nunduk, konsekuensi motor kenceng.

Daily Use :

  1. CR lebih rendah di bawah 10, mesin tidak terlalu panas, sehingga cukup didingan dengan sirip2 mesin. Bahan bakarnya cukup premium
  2. Stroke panjang, torsi dan power dikail pada rpm rendah sekitar 6000-7500 rpm, sehingga lebih irit dan cocok untuk berkendara di daerah padat (pelan2)
  3. Bore nya lebih kecil, sehngga ventury karbunya lebih kecil
  4. Leher knalpot kecil dan panjang.
  5. Ergonomi tegak, nyantai dan nggak bikin pegel jika riding lama.

Dari perbedaan2 tersebut, maka membawa konsekuensi engine high performance tenaganya lebih besar dan FC (fuel consumption) lebih boros, dan yang daily use sebaliknya, tanaga “cukupan” dan irit. Mengenai perbendaan performa akibat perbedaan kompresi bisa dilhat dalam simulasi berikut ( ada di link : http://www.bgsoflex.com/crchange.html) ;

Untuk mesin 125 cc (CS1 vs SupraX125)

SupraX125 : CR=9 –> Power=9.3 ps

CS1        : CR=10.7 –> Power=10.2 ps

Lho kok  di bawah power yg ada di brosur ?? Tenang, power tersebut dengan asumsi pada rpm yg sama dengan rpm power-max nya suprax125. Jika pada spek mesin yang lain kita sesuaikan dengan spek mesin CS1 , maka parameternya akan berubah

  1. Rpm = 10000 (maklum stroke pendek)
  2. Bmep = 10.23 (biasa)
  3. AFR = 15.8 (seting kering, supaya agak irit)
  4. Power = 12.8 hp

Jadi jangan lagi ada yang membandingkan antara mesin high performance dan daily use. Karena memang beda banget, mulai dari peruntukannya, desainnya juga konsekuensi lainnya.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

46 thoughts on “Perbedaan Sepeda Motor Bermesin (Engine) High Performance dan Daily Use

    1. menurut ane kelas low entry jika dilihat dari harganya, tapi kalau ditinjau dari spek-nya ada yg high performance ada yang daily use.
      Dua2 nya bisa pelan juga bisa ngebut, hanya saja yang daily use nyaman buat pelan2 + angkut2 tapi bisa juga kenceng “sekedarnya” sekitaran 100 kpj. Sedangkan yg high performance bisa pelan2 (kurang enak), tapi sangat nikmat kalo buat kenceng.

  1. Sangat berguna dan ini adalah pengalaman dan kelebihan blog ini yang kutunggu tiap hari sehingga dapat sedikit pencerahan matur nuwun mas monggo…

  2. Bagaimana dengan fenomena pabrikan yang memaksa motor high performace tetap bisa minum bahan bakar sekelas premium? apakah keluar dari tujuan sebenarnya dibuatnya produk tersebut?

  3. blog favorit gw inih, menghindari keruhnya koment fb vs fb 😀

    td iseng ikutan nyoba web crchange diatas
    motor gw kebetulan juga CS1 keluaran 2009

    disaranin ama mekanik ahass cukup ganti seher standar sonic yg lebih jenong, CR nya naik jadi 11
    katanya cukup mendongkrak putaran atas agar lebih galak dan gampang raih 10000-10500rpm di gigi 5, biasanya CS1 gigi 5 berat buat naek setelah 9500rpm keatas di gigi 5

    terus gw coba ikutan simulasi kalkulasi dengan CRCHANGE diatas, CR nya diganti dr 10.7 (standar CS1) jadi 11 (standar sonic)
    tenaga jadi naik hingga 13.5ps, setara spesifikasi standar sonic mas!

    pantesan dulu nyoba trek CS1 ama sonic, sama2 standar, CS1 dikentutin ama sonic 🙁

  4. NVL masuk High performance, ko diartikel sebelumnya ktnya NVL motor komuter? ntar gw sering geber NVL gw jgn2 rontok nih?

    1. kalo memperhatihan power dan CR nya NVL masuk ke kelas high performance, tapi karena peletakkan power-max di taruh di rpm yg agak rendah dibandingkan cb150r, menyebabkan NVL lebih enak dipake di dalam kota dibandiingkan cb150, dan kenceng juga tapi masih kencengan cb150r.

  5. Kalo menurut ane, ciri mesin high performance itu :
    oversquare (overbore) (baik short maupun long stroke),
    berpendingin extra (liquid cooled/radiator, oil cooler, oil cooler + sirip pendingin head & silinder mesin), serta
    rasio kompresi mesin tinggi (di atas 10,0 : 1)

  6. absen sore om gokil
    🙂
    waduh, yg komen ini pada nanya beneran apa sok nggak tau sih?
    yg sabar om gokil
    lanjutkan pencerdasan otomotif

    1. ninja 150 emang CR nya cuma 7, akan tetapi kalo yang lain 2 putaran sekali kerja, sedangkan ninja 150 2 putaran 2 kali kerja.
      wajar kalo kenceng, kerjanya 2 kali lipat, minumnya juga 2x lipat.

  7. Om, cuma urun rembug, imho judulnya kenapa tidak ‘Perbedaan mesin sepeda motor hp dan du’, karena yang menjadi poin utamanya adalah mesin, sedang masalah pendukung lainnya tidak di jelaskan kecuali ergonomi, itupun jika yang diambil contoh cs1 dgn supra, ergonominya tidak berbeda signifikan. Kalaupun tetap dg judul di atas mungkin om bisa menambahkan ttg perbedaan sasis, suspensi, pengereman antara motor hp dan du. misalnya
    sasis
    hp : twin spar
    du : diamond
    suspensi
    hp : keras
    du : lembut
    pengereman
    hp : depan belakang cakram, jumlah pistonnya mungkin lebih banyak.
    du : depan cakram, belakang tromol.

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan