Tag Archives: drag force

Antara Satria Fu FI (K12) dan GSX-R150

satria-fi-vs-gsxr150

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Suzuki akhirnya berniat bulat ikut memeriahkan persaingan motor sport 150cc di tanah air, dengan lahirnya gsxr/s 150. Melihat dari konfigurasi engine-nya, motor sport suzuki 150 cc ini sangat identik dengan engine yang digunakan oleh satria fu 150 fi. Akan tetapi untuk menjaga kewibawaan motor sport dan juga calon konsumennya, maka powernya dibuat lebih tinggi. Jika power satria fu 150 fi hanya 18.5 ps, maka power gsxr150 sedikit lebih tinggi yaitu 19.17 ps.

Setelah dibandingkan dengan rivalnya yang sudah lama eksis [artikel], tentunya dengan power yang lebih besar dan bobot yang lebih ringan, performa gsxr150 sulit dikalahkan. Akan tetapi jika dibandingkan dengan pendahulunya dengan basis engine yang sama (K12), yaitu satria fu 150 fi,….nanti dulu. Meskipun powernya lebih kecil, akan tetapi satria fu 150 fi jauh lebih ringan, sehingga ditinjau dari pwr dan twr-nya masih mampu mengimbangi gsxr150. Mari kita lihat perhitungannya… Continue reading

Advertisements

Hubungan Antara Upgrade Power dengan Peningkatan Topspeed

upgrade power n speed

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Mungkin masih banyak diantara kita yang masih belum faham dengan hubungan antara upgrade (peningkatan) power dengan peningkatan topspeed. Kalau ditanya : “Mengapa saat power di-upgrade, topspeed motor menjadi lebih tinggi ?”

Jawabannya : ” Pokok nya…..”

Sekarang mari kita diskusikan bersama masalah ini… Continue reading

Mencari Nilai Koreksi Antara Analisis dan Riil Tes untuk Menentukan Rugi Lintasan

testride n dyno

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Membandingkan antara hasil analsis dan test-ride, terlihat perbedaan yang lumayan. Hal ini disebabkan karena pada riil test-ride performa yang tercatat sudah melibatkan koeffisien drag atau kerugian2 akibat hambatan udara. Oleh karena itu ane mencoba mencari faktor koreksi antara hasil analis dengan menggunakan data dyno (statis/motor diam di tempat) dan data racelogic. Keduanya disuplai oleh otomotifnet, sehingga mengurangi subjektifitas.

Ane ambil kasus New Vixion Lightning sebagai contoh motor sport naked 150cc, dan data topspeed dan waktu yang diberikan otomotifnet

Data Akselerasi Yamaha New V-Ixion
0-60 km/jam: 4,1 detik
0-80 km/jam: 7,1 detik
0-100 km/jam: 13,1 detik
0-100 meter: 7,1 detik
0-201 meter: 11,3 detik
0-402 meter: 18,4 detik
Top speed spidometer: 132 km/jam

Dan data dyno-nya

torsi power nvl

Mari kita coba bandingkan hasil analisis topspeed dengan menggunakan data dyno dan data test-ride Continue reading

Kalau Mau Lebih Kenceng, Ya Harus Nunduk ???

00 aerodynamic rider position

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Dari beberapa berita hot, minggu lalu terdapat opini yang menyatakan bahwa posisi rider tidak berpengaruh terhadap akselerasi. Meskipun secara realita, jika kita nonton ajang balap motor bergengsi kelas dunia seperti MotoGP dan Superbike bahkan dragrace pinggir kampung pun memperlihatkan bahwa posisi rider sangat besar pengaruhnya. Baiklah, mari kita telusuri variabel apa saja yang membuat posisi rider menjadi besar pengaruhnya terhadap akselerasi “dalam ajang adu kebut/race'” baik lokal, nasional maupun internasional.

Posisi rider erat kaitannya dengan aerodinamika, dimana saat melaju dalam kecepatan tinggi kita akan melawan gaya drag (drag force)  dari udara, gaya drag ini akan menyebabkan kerugian terhadap gaya dorong mesin maju ke depan, sehingga akselerasinya berkurang.

Gaya Drag

Besarnya gaya drag ditentukan oleh persamaan berikut Continue reading