motogokil.com – Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.
Salah satu penentu kesuksesan pembalap memangkas lap time dalam balapan motor di sirkuit adalah kekuatan cengkraman ban saat menikung dan akselerasi saat keluar tikungan. Komponen penentu kekuatan cengkaraman ban, khususnya ban belakang ke aspal adalah disain swingarm (lengan ayun). Untuk mendapatkannya geometri dan kekakuan swingarm harus dihitung secara cermat.
Karena kondisi ban, aspal, kecepatan, akselerasi dan kemiringan motor variasinya beragam, tergantung pembalap dan sirkuitnya maka seting lengan ayu menjadi semakin sulit. Sehinga pendekatan yang paling ideal dan prkatis adalah mendisai elemen desain sasis yang fleksibel dan bisa dikontrol. Sehingga terjadi sinergi antara tuntutan menikung dan memaksimalkan akselerasi. Itulah yang menjadi motivasi utama para insinyur Yamaha dalam pengembangan lengan ayun geometri variabel, yang kemudian dipatenkan.
Dalam dinamika MotoGP, perangkat pengatur ketinggian suspensi depan dan belakang yang banyak dikritik. Perangkat ini awalnya merupakan perangkat sederhana ala motocross untuk mengunci garpu dalam posisi kompresi selama start balapan, menurunkan pusat gravitasi motor agar dapat berakselerasi lebih kencang dan mengurangi wheelie. Kemudian berkembang dengan ducati yang memperkenalkan sistem penurunan suspensi belakang dengan tujuan yang sama untuk meningkatkan start. Karena memberikan banyak keuntungan pada tahun 2021, sistem pengatur ketinggian suspensi depan dan belakang telah banyak digunakan di seluruh grid MotoGP.
Walhasil akibat kritik yang cukup tajam, perangkat pengatur ketinggian suspensi depan dilarang mulai tahun 2023, kecuali sistem holeshot sekali pakai untuk start. Dan perangkat pengatur ketinggian pengendaraan belakang serta sistem holeshot akan dilarang untuk musim 2027. Mensikapi regulasi ini, yamaha kemudian mengembangkan dan mematenkan variable geometric swingarm ini.
Ide baru Yamaha juga menggunakan strut hidrolik, yang terpasang di dalam lengan ayun dan dipasangkan dengan sistem yang menambahkan engsel ke tengah lengan ayun. Bagian depan lengan ayun terpasang secara konvensional pada linkage shock belakang, tetapi roda belakang dapat disesuaikan naik atau turun secara independen berkat engsel dan strut hidrolik tersebut. Strut terpasang pada mekanisme eksentrik yang memperpanjang atau memperpendek panjang penyangga lengan ayun bawah.

Akan tetapi sistem ini tampaknya bukan dirancang untuk MotoGP. Karena sistem ini aktif dikontrol oleh kontroler dengan menggunakan aktuator elektronik. Padahal saat ini regulasi di motogp hanya mengijinkan sistem pengaturan ketinggian berkendara yang full mekanis hingga akhir tahun 2026.
Dalam paten tersebut yamaha menyebutkan sistem ini bereaksi terhadap input sensor yang berkomunikasi saat motor berakselerasi, menikung, atau deselerasi. Sehinga dipastikan bahwa sistem dalam paten baru ini adalah perangkat eksperimental yang dirancang untuk mengeksplorasi seberapa besar potensi geometri lengan ayun yang sepenuhnya variabel. Paten tersebut selanjutnya menjelaskan bahwa sistem juga dapat bereaksi terhadap gaya pada suspensi belakang dari perubahan tegangan rantai saat akselerasi dan deselerasi.
Semoga info ini bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.
Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan