Permasalahan Keuangan Hantam Industri Otomotif

Diposting pada

motogokil.com – Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Beberapa hari ini dunia otomotif nasional maupun global, dihantam oleh berita yang menyuramkan. Berita suram ini sangat terkait dengan kelesuan pendanaan yang semakin parah akibat perlambatan ekonomi dunia selama lebih dari dua tahun akibat pandemi covid-19. Otomotif dunia digemparkan dengan isu bahwa pabrikan suzuki akan hengkang tahun depan dari motogp.

Berita yang tidak kalah seramnya juga menerpa dunia balap motor nasional, yaitu bahwa tim balap mandalika (mandalika racing team) sedang ditagih hutang, karena belum membayar pada musim balap 2021 yang lalu. Bisa kita bayangkan bersama, sebuah industri otomotif dunia sebesar suzuki, yang tentusaja punya penghasilan dari penjualan produksi otomotifnya saja merasa berat untuk membiayai timnya di motogp. Apalagi tim balap mandalika, yang sirkuit mandalikanya sendiri belum bisa menghasilkan profit, tambah payah.

Dan memang seperti yang kita lihat di pemberitaan internasiona maupun nasional, serta kondisi di sekeliling kita, pandemi covid-19 memang memberikan dampak buruk yang luar biasa terhadap kemunduran ekonomi suatu negara, khususnya Indonesia. Jika negara-negara yang ekonominya kuat seperti jerman, amerika, china dan jepang serta yang lainnya saja terdapak, apalagi Indoensia ? Ekonomi di negara kita yang stagnan dan bahkan cenderung menurun sebelum pandemi covid-19, semakin terpuruk pasca dilanda pandemi.

Akibat dari perlabatan pertumbuhan ekonomi, maka daya beli masyarakat jauh menurun, apalagi terhadap kebutuhan yang termasuk tersier (tidak terlalu penting), contohnya sepeda motor. Karena hampir seluruh keluarga kelas ekonomi menengah bahkan ke bawah sudah punya minimal sebuah sepeda motor di rumah, sehingga mereka lebih mending membeli beras dan semabko ketimbang beli motor lagi, meskipun dengan mencicil.

Akibatnya demand sepeda motor nasional menurun drastis. Jika pabrikan honda di Indonesia mengalami penurunan pasar hingga lebih dari 40%, bagaimana dengan pabrikan lain seperti yamaha, suzuki dan kawasaki. Dan jika pabrikan tingkat dunia menjadikan market negara berkembang seperti india, Indoenesia, vietnam, thailand, philipina dan yang lainnya sebagai tulang punggung dalam pengumpulan pundi-pundi keuntungan, maka ketika pandemi melemahkan enonomi mereka, pabrikan motor ini akan mengalami kontraksi penghasilan yang sangat parah.

Dan itulah yang dialami suzuki sebagai parbikan sepeda motor yang market share nya cukup kecil di Indonesia. Mempertahankan market share yang kecil ini saja sudah cukup sulit, ditengah persaingannya dengan honda dan yamaha, apalagi dihantam krisis ekonomi akibat pandemi, tambah remuk. Mungkin hampir disemua negara produksi motor suzuki mengalami penurunan penjualan, akan tetapi market share suzuki di Indoneisa meskipun sedikit secara nasional, akan tetapi masih cukup besar secara global, jika terhantam sangat keras, maka keuangan suzuki di motogp pun akan goyah.

Bagaimana dengan tim balap mandalika ? Kalau menurut iwf jauh lebih parah kondisinya ketimbang pabrikan suzuki. Karena selain sirkuit mandalika secara individual belum menghasilkan profit, mengadakan tim balap butuh biaya yang sangat besar dan seperti “bakar uang”. Jika prospeknya tidak memberikan harpaan yang menguntungkan, tentu saja secara ekonomi akan dihentikan. Entahlah masalah hutang, siapa yang nanti akan membayar….

Semoga artikel ini bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan