Tips dari AHM Manajemen Emosi Berkendara Saat Berpuasa

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatu
Semoga Allah menganugrahi kita semua kesehatan dan keselamatan di manapun kita berada, aamiin.

Marhaban yaa romadlon, selamat datang bulan yang penuh berkah. Bulan yang Allah akan lipat gandakan pahala bagi seorang mukmin yang melakukan amal sholih. Bulan suci di mana semua pintu neraka ditutup, semua pintu sorga dibuka dan semua setan dibelenggu. Tinggal kita sendiri (tanpa gangguan setan) mampukah kita menahan hawa nafsu dan menjalankan ketaatan kepada Allah.

Dan menjalankan puasa dengan sebaik-baiknya di siang hari tidaklah menghalangi seorang mukmin dalam beraktifitas dalam memenuhi kebutuhannya dirinya dan keluarganya. Termasuk bagi yang tetap berada di jalan, baik sekedar berangkat pulang pergi dari rumah ke kantor dan sebaliknya, touring, atau memang mengendarai motor adalah bagian dari upaya mengais rezeki (ojek dan kurir). Mereka dituntut harus tetap semangat dalam menjalankan ibadah puasa tanpa harus mengorbankan kegiatan mereka sehar-hari.

Akan tetapi berkendara sepeda motor saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan memang terasa agak berbeda dibandingkan berkendara di hari-hari biasa. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi konsentrasi dan emosi saat berkendara. Hal ini bisa karena perubahan jam tidur, jam makan, hingga perilaku pengguna jalan. Pengendara sepeda motor pun perlu ekstra kendali diri saat berkendara agar selamat dalam berkendara dan ibadah tetap lancar.

 “Kemampuan mengendalikan emosi setiap orang berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting untuk selalu menjaga kondisi tubuh yang fit selama berpuasa dan selalu utamakan keselamatan dalam berkendara”, ujar Johanes Lucky, Safety Riding Manager PT Astra Honda Motor (AHM).

 

Berikut beberapa tips dari AHM dalam berkendara selama melaksanakan ibadah puasa agar tetap dalam kondisi prima dan juga safety :

1.     Merencanakan rute perjalanan

Rencanakan perjalanan untuk mendapatkan rute dan waktu yang tepat sehingga dapat terhindar dari kemacetan dan emosi tetap terkontrol. Misalnya, mengantisipasi kondisi lalu lintas saat pulang kerja di bulan puasa yang sangat padat, karena banyak orang yang mengejar waktu agar dapat berbuka puasa di rumah bersama keluarga.

2.     Istirahat yang cukup khususnya di malam hari

Sebagai antisipasi perubahan jam tidur, atur ulang waktu tidur untuk memastikan tidur tetap cukup. Banyak orang yang merasakan kantuk luar biasa saat di bulan puasa yang tentunya dapat membuat pengendara lebih cepat lelah dan konsentrasi berkurang. Lakukan istirahat setelah satu sampai dua jam berkendara. Apabila rasa kantuk menyerang atau konsentrasi sudah menurun, segeralah beristirahat.

3.     Mengatur gizi asupan makanan yang mencukupi

Guna antisipasi perubahan jam makan, tambahkan asupan bernutrisi tinggi seperti mengkonsumsi sayur, buah, vitamin dan memperbanyak minum air putih saat sahur. Hal ini berguna untuk mencegah dehidrasi tubuh saat berkendara sehingga konsentrasi tetap terjaga.

4.     Pemanasan otot-otot sebelum berkendara

Selain meningkatkan respon saat berkendara, pemanasan dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi kesiapan fisik untuk berkendara. Juga dapat dijadikan ajang untuk melemaskan otot-otot penting yang biasa digunakan dalam mengendalikan motor, seperti lengan, pinggang dan kaki, juga bisa membuat peredaran darah menjadi lancar, sehingga badan menjadi lebih segar.

5.     Fokus saat berkendara

Fokuskan energi untuk berkendara saat berkendara, sehingga konsentrasi dapat tetap terjaga dan berkendara aman.

6.     Selalu Berpikir positif di Perjalanan

Berpikir positif (khusnudzon/berperasangka baik) jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya ada pengendari lain atau penyeberang jalan yang ngawur yang dapat membahayakan dirinya. Hal ini akan membantu dalam mengelola emosi sehingga konsentrasi berkendara tetap terjaga.

7.     Mampu Memprediksi Kemungkinan bahaya

Dengan melakukan prediksi bahaya, kita dapat mengantisipasi perubahan perilaku pengguna jalan. Misalnya, pengendara yang tergesa-gesa menjelang waktu berbuka puasa, pengendara yang menepi saat waktu berbuka puasa, pejalan kaki yang menawarkan jajanan berbuka puasa di tepi jalan dan lainnya.

 

Selain itu, lakukan persiapan dasar lainnya mulai dari perlengkapan berkendara seperti jaket dan helm serta kelengkapan surat berkendara. Lakukan juga pemeriksaan kendaraan sebelum berkendara. Dan dalam situasi pandemi yang belum berakhir ini, protokol kesehatan tetap harus diutamakan. 

Dalam kondisi apapun setiap pengguna jalan diharapkan dapat meredam emosi dengan menumbuhkan empati dan menghargai pengguna jalan lain serta menerapkan #cari_aman dalam berkendara agar tidak menggangu pengguna jalan lain dan meningkatkan resiko kecelakaan. 

”Dengan meningkatkan kendali diridiharapkan konsentrasi dan emosi dapat terjaga sehingga berkendara menjadi aman dan nyaman, serta ibadah puasa berjalan lancar”, tutup Lucky.

Semoga tips ini dapat memberikan manfaat bagi mas bro dan mbak sis yang menjalan ibadah puasa sekaligus tidak bisa meninggalkan aktifitas di jalan. Wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

Be the first to comment

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan