Teknologi Ring Piston Terbaru, Power Meningkat

Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh
Semoga Allah senantiasa menyelamatkan kita semua dari wabah penyakit dan segala mara bahaya di manapun kita berada, aamiin.

Salah satu penentu performa mesin bakar adalah keberhasilan mengubah tekanan hasil pembakaran menjadi gerakan piston dan memutar crankshaft. Tapi ada hal yang sering mengganggu para tuner engine 4tak, yaitu semakin besar tekanan pada ruang bakar semakin banyak pula tekanan yang bocor lewat sela-sela ring piston masuk ke crankcase, kejadian ini biasa disebut blow-by. Selain itu gas panas yang masuk crankcase juga mengakibatkan oli mesin cepat rusak, baik karena panas yang berlebihan (viscositas menurun) juga akibat bercampur dengan bensin yang terbawa oleh gas blow-by tersebut, mekanik biasa menyebutnya fuel dilution.

Baru-baru ini telah ditemukan teknologi ring iston terbaru, yang mampu mengurangi blow-by ini, yaitu dengan merubah konstruksi dari ring piston tersebut. Berikut ini beberapa peruahannya :

Membuat porting pada ring piston

Permukaan bagian atas dari piston dibuatkan porting. Sehingga ketika terjadi tekanan yang besar saat ledakan campuran bensin-udara, gas panas akan lebih cepat masuk ke celah belakang piston melalui porting tersebut. Karena porting dibuat banyak dan merata, maka tekanan tersebut akan lebih merata dan homogen ke seluruh bagian ring piston. Sehingga ring piston dan dinding silinder semakin rapat, dan gas semakin sulit tembus ke crankcase, blow-by semakin kecil. Kalau blow-by berkurang, maka secara otomatis power akan naik.

Perbandingan fuel dilution ring piston konvesional dan gas ported

Diamond Finish

Salah satu penyebab kebocoran saat kompresi, adalah kurang rapatnya pertemuan antara permukaan piston dengan dudukannya pada celah piston (leak path #2).

Kebocoran tersebut terjadi karena pertemuan antara landasan (piston) yang terbuat dari alumunium dan permukaan ring piston yang terbuat dari baja tuang (ducktile iron), ternyata jika dilihat secara mikroskopis, sangat kasar seperti gigi gergaji. Pada saat terjadi ledakan tekan ruang bakar akan menghasilkan tekanan sekitar 1500 psi. Dan dengan kekasaran seperti itu, maka kemungkinan gas bocor masuk ke crankcase sangatlah besar.

Dengan memberi lapisan setara intan (diamond) meningkatkan kehalusan permukaan ring piston dengan ketebalan 4 mikroinchi, sehingga kebocoran blow-by semakin kecil.

Perbandingan kekasaran (roughness) antara ring piston biasa dengan diamond finish.

Aplikasi diamond finish ini juga memberikan efek baik lainnya, yaitu :

  1. Ring semakin tipis, hal ini akan mereduksi gesekan antara ring piston dengan dinding silinder. Batas pistonspeed bisa ditingkatkan, sehingga power bisa tingkatkan.
  2. Ketebalan radial juga semakin berkurang, hal ini akan langsung mereduksi bobot rotasi ring, penurunan berat sampai 50% (dari awalnya 9.5 gram menjadi 4.7 gram). Pengurangan bobot ini selanjutnya akan meningkatkan akselerasi engine.

Menurut hasil pengujian aplikasi diamond finish memberikan peningkatkan performa engine bisa mencapai 3%.

New Total Conform

Pemberian notch (takik) pada bagian dalam ring piston, akan mampu memberikan kemampuan pada ring piston untuk menyesuaikan bentuknya pada dinding silinder. Sehingga jika terjadi deformasi bentuk dinding silinder (nggentong ringan), ring piston mampu menyesuaikan. Sehingga dengan kemampuan ini akan meningkatkan kekedapan dan mengurangi kebocoran blow-by hingga 50%

Aplikasi dari ring piston dengan peningkatan teknologi ini, akan mampu meningkatkan performa engine. Karena aplikasi ring piston ini akan mampu meminimalisir blow-by, mengurangi gesekan ring piston dengan dinding silinder dan juga pengurangan bobot pison secara keseluruhan.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

Sumber : totalseal

Advertisements

$where = 0;

One response to “Teknologi Ring Piston Terbaru, Power Meningkat

  1. Halo Om Iwan. lama ga mampir. Mau nanya persoalan klasik yang sudah terasa basi tapi baru kali ini kepo, perkara k45a vs kpp thailand

    sebenarnya handling k45a yg dikatakan terasa meningkat dari kpp, apakah paling besar dari penggunaaan rangka tralisnya (alasan ini agak kurang gimana menurut feeling saya, secara basis mesin yang digunakan hampir tidak ada perubahan konstruksi, apakah perubahan rangka ngefek segitunya ?) ?

    ataukah k45a yg diberikan link dan wheelbase lebih pendek yang berpengaruh banyak ? bagaimana kalau cbr kpp dipakaikan set swingarm + link k45a ?

    sedang galau ingin memburu cbr kpp tp tergiur handling k45a

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan