Lebih Berguna Mana USD atau Adjustable Preload untuk Motor Harian ?


Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan


Kehadiran new honda cbr150r tentu saja menarik perhatian, terutama pada pengamat otomaotif roda dua, baik dalam maupun luar negeri. Salah satu yang menarik dan mungkin menjadi pertanyaan adalah mengapa new cbr150r tidak mengaplikasikan usd seperti rival dekatnya yamaha r15 v3. Apalagi varian lain dari honda cb150r (cb150r exmotion) juga sudah mengaplikasikan usd, masa yang sport full fairing malah tidak.

Tentu saja hal seperti ini sudah menjadi pertimbangan para punggawa honda (ahm). Menurut motogokil ahm lebih mempertimbangkan aspek safety dengan pengaplikasian sistem pengereman ABS dan lampu hazard (ESS). Yang mana pengaplikasian abs ini meningkatkan harga secara signifikan (4 jutaan). Apalagi jika ditambah usd tentu saja harganya jadi kelewat tinggi.

Meskipun demikian ahm tidak membiarkan bagian suspensi new cbr150r begitu saja. Tetap mendapat sentuhan upgrade yang cukup fungsional. Yaitu terdapat part untuk mengatur tingkat kekerasan pegas pada suspensi depan dan suspensi belakang hingga 5 tingkatan.

Secara penampilan aplikasi usd jelas lebih jos, lebih signifikan meningkatkan style. Akan tetapi secara utility mana yang lebih berguna adjustable preload suspension atau usd (up side down)?

Motogokil, sebagai rider kampung pernah menggunakan beberapa motor dengan tipe kekerasan sok yang beragam :

  • yang sok depannya terlalu soft : satria fufi
  • sok belakangnya terlalu soft : nvl, gsx r150
  • sok belakangnya terlalu stiff : nmax
  • sok depannya terlalu stiff : gsx s150 aplikasi usd imitasi dan
  • sok depan lumayan stiff : motor dengan usd seperti cbr 250rr dan r15 v3

Masing-masing punya keunggulan dan kelemahan. Jika suspensi soft, nyaman menghadapi jalan keriting dan polisi tidur dengan tinggi sedang. Akan tetapi tidak nyaman saat menikung dengan kecepatan tinggi, motor jadi limbung agak sulit dikontrol. Sedangkan motor dengan suspensi stiff (keras) malah memiliki sifat sebaliknya, enak buat cornering tapi tidak enak buat jalan rusak (berlubang, bergelombang dan keriting).

Sehingga jika diaplikasikan untuk balapan di sirkuit, maka suspensi depan usd memiliki keunggulan dalam hal menjaga kestabilan dan cengraman ban, terutama di tikungan. Karena aspal sirkuit cenderung bagus, maka kekerasan sok usd tidak menimbulkan kekurangan yang berarti. Begitu pula jika motor dioperasikan pada jalan-jalan aspal yang bagus, suspensi usd akan baik-baik saja.

Akan tetapi untuk jalanan di tanah air…tau sendiri lah, jalanan rusak kayak gini masih banyak. Bahkan dimusim hujan, lubang kadang-kadang muncul, padahal kemarin masih bagus.

Suspensi harus memiliki kelenturan yang cukup, untuk meredam hentakan ban saat melibas jalan seperti ini. Jika tidak maka badan akan terasa cepat pegal-pegal (rasanya remuk), terutama bagian pinggang, pundak dan pergelangan tangan. Roda juga bisa cepat rusak jika suspensi terlalu keras, seperti ban bunting, bearing oblag bahkan bibir velg peang.

Karenanya terkadang rider memerlukan suspensi yang kaku (stiff) untuk keperluan :

  • Hobi : race day, cornering dan lain-lain
  • Membawa beban berat (gonjengan) supaya nggak mentok soknya

Dan kadang perlu suspensi agak lembut (soft) untuk keperluan turing. Disebabkan jalan yang akan ditempuh panjang dan kondisinya tidak bisa diprediksi, kadang bagus kadang jelek bahkan kedang ancur. Dengan demikian untuk kondisi seperti ini adjustable preload menjadi lebih fungsional dibandingkan usd yang cenderung hanya cocok untuk aspal yang bagus laksana sirkuit.

Nah kalau usd ditambah dengan aplikasi adjustable preload baru ini yang paling mantab. Apalagi jika preload-nya bisa diatur dengan hanya pencet tombol, alias electric preload adjustable, lebih keren dan fungsional. Seperti yang diaplikasikan pada moge-moge jaman sekarang

Nah sekarang sekarang tinggal pilih, yang aplikasi usd ada all new yamaha r15 v3. Sedangkan yang aplikasi adjustable preload ada pada new honda cbr150r. Mohon maaf jika ada salah dan kurangnya, semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

 

Advertisements

$where = 0;

5 responses to “Lebih Berguna Mana USD atau Adjustable Preload untuk Motor Harian ?

  1. Nah kalau usd ditambah dengan aplikasi adjustable preload baru ini yang paling mantab. Apalagi jika preload-nya bisa diatur dengan hanya pencet tombol, alias electric preload adjustable, lebih keren dan fungsional.

    *dan harga pun bakal tembus 50jeti

  2. Blog bayaran ini mah.. wkwkwk

  3. Pakai fitur pentil di tutup shock dah jd prelaod teknologi gl pro satu satunya air suspension tertulis dgn cat merah ngk guna juga sih kecuali shock gede kaya hyosung rx125 malah jelas ok semua fitur yg ngk guna di jalan macet

  4. Pabrikan tentu sudah pertimbangkan standarisasi motor u harian atau Race.
    Kalau saya jelas pilih USD u Value for Money, Sama halnya teknologi VVA dengan Non VVA ; ABS 2 system dg ABS 1 system; Frame delta box atau tralis ; 4 valve atau 2 valve.

    Pabrikan motor dlm hal ini Honda menerapkan standar ganda, selama motor tsb telah diterima oleh pasar , perubahannya tidak akan dilakukan All Out, sama halnya Case CBR 250 rr u mengalahkan Ninja 250 mereka All Out mulai dr USD, TBW hingga mode riding.

  5. Blog sewaan inimah

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan