Marquez…Rossi, Sama Saja. Hanya Beda Generasi dan Kondisi


Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan


Mengamati perjalanan marc marquez di motogp, ternyata memang penuh dengan kejadian menarik. Yang paling menarik adalah banyaknya jumlah crash, overtake dan podium yang dilakukannya. Begitu seringnya marquez terjatuh di area kerikil, sampai-sampai dijuluki “sedang mencari batu akik”. Tapi semua sebanding dengan jumlah overtake dan podium yang diperolehnya.

Dan wajar saja, dari sekian ratus overtake di tikungan, tentunya ada beberapa yang tersenggol, bahkan ada yang sampai terjatuh. Dan jika sampai menjatuhkan pembalap lain, tentunya bisa dikatagorikan “bersalah”. Konsekuensinya harus dijatuhi hukuman dan minta maaf, begitu pula dengan yang terjadi di motogp argentina minggu kemarin #TermasClash.

Banyak pengamat senior motogp yang mengecam manuver marquez yang terlalu memaksa. Tapi banyak juga yang mengatakan wajar (biasa saja) karena bisa terjadi kepada siapa saja. Artinya tidak perlu terjadi konfrontasi antara kubu rossi dan kubu marquez. Apa yang dilakukan marquez, (dulu) juga dilakukan rossi, begitu pula pembalap dunia lainnya.

Jadi sangat wajar, jika marquez diberi hukuman (sudah). Akan tetapi sangat berlebihan jika harus didiskualifikasi (sesuai permintaan kubu rossi). Karena di masa yang lalu pun rossi melakukan hal yang sama. Tapi jangankan didiskualifikasi, terkadang dihukum pun tidak. Mari bernostalgia

Rossi vs Spies

Rossi vs Stoner

Rossi vs Gibernau

Rossi vs de Puniet

Rata-rata semuanya terjadi karena terlalu memaksa masuk di race line yang sangat sempit, yang berhimpitan (atau bahkan memotong) rice line rival. Terkadang yang memaksa masuk terjatuh, karena kemiringan yang ekstrim sehingga ban kehilangan traksi. Kadang rival yang harus tersingkir ke gravel karena “kaget” atau kalah nyali.

Dan bukan cuma rossi dan marquez yang melakukan hak tersebut, pembalap lain pun kadang melakukannya. Hanya saja mereka berdua yang paling sering terekspos. Pembalap legenda sekaliber agostini pun mengakuinya (pernah melakukannya juga).

Jadi baik rossi maupun marquez, sama saja, karena paling tidak banyak trik yang rossi lakukan dicontoh oleh marquez. Perbedaannya saat marquez melakukannya (saat ini) masih ada rossi, sedangkan saat rossi dulu melakukannya belum ada lawannya (baik prestasi maupun pamornya). Kita harus mampu membayangkan bahwa sebuah tontonan harus memiliki “lakon” agar menarik perhatian. Bayangkan jika lakon nya mati di tengah cerita, pasti tontonan akan menjadi hambar.

Jadi menurut motogokil, menghangatnya perseteruan marquez vs rossi akan menjadikan pagelaran motogp menjadi lebih menarik. Asalkan semuanya disalurkan menjadi keseruan di track balap, bukan di media masa. Apalagi jika nanti pada akhirnya sering terjadi overtake (duel) rossi vs marquez di tikungan, bakalan semakin sedap nih motogp.

Jika pun FIM memanggil mereka berdua, paling-paling FIM hanya meminta kepada mereka berdua untuk memperhatiakn beberapa hal, yaitu :

  • Kepada marc marquez diminta untuk lebih respect kepada rivalnya, demi keselamatan bersama
  • Kepada rossi diminta untuk tidak berlebihan menyikapi kejadian seperti itu. Karena rossi punya banyak penggemar dan akan berdampak buruk terhadap pamor pergelaran motogp

Kita tunggu apa yang akan teradi di austin texas nanti. Wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

Advertisements

$where = 0;

5 responses to “Marquez…Rossi, Sama Saja. Hanya Beda Generasi dan Kondisi

  1. Betul itu om gokil, mereka tuh mendadak lupa apa yg pernah Rossi lakukan dulu

  2. Apa yang kau tanam, itulah yang akan kau petik… Ga nyadar ya mbah Rossi dulu waktu mudanya kaya apa.

  3. kakek legend pernah nendang pemblap jepang gk pernh diekpose pak…

  4. Di foto rossi diatas, sebagian besar tubrukan setelah Rossi jatoh. Jelas itu beda, yang memaksakan dan yabg membahayakan.

  5. Perlu belajar pintarnya Dovi ditelikung Marc….namun bisa attach lagi…

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan