[Alat Bengkel] Diagnostic Tools 4 Channel, Divais Untuk Mengetahui Kinerja ECU


auto diagnostic tool 0

Assalamu’alaikum wR wB

Salam sejahtera buat kita semua semoga kita semua selamat diperjalanan sampai ke tujuan


Dalam kondisi standar, alat diagnostik yang biasa dipakai bengkel resmi sudah mampu untuk mengetahui kondisi sistem ECU dan pendukungnya. Alat diagnostik rekomendasi pabrik ini mampu mengetahui bagian2 yang tidak normal untuk dilakukan inspeksi. Selain itu juga mampu untuk menseting level co untuk mengimbangi peningkatan performa yang diinginkan. Tapi ketika ingin melakukan upgrade diluar standar pabrik, maka alat ini kurang mampu untuk mendeskripsikan kondisi yang ada.

Pada saat upgrade dilakukan untuk mencapai performa yang cukup ekstrim, maka beberapa sinyal utama perlu untuk dimonitor dan dievaluasi secara bersamaan. Oleh karena itu diperlukan suatu alat pemantau dengan kanal banyak yang mampu memperlihatkan kondisi sinyal yang bekerja padanya. Beberapa bagian yang sangat penting untuk dipantau adalah :

  1. Putaran mesin (input) ke ECU dari sensor crankshaft
  2. Posisi throttle (input) ke ECU
  3. Waktu pengapian (output) dari ECU
  4. Durasi bukaan injektor

Sesungguhnya lebih banyak yang bisa dipantau secara langsung lebih baik, akan tetapi untuk kebutuhan di jalan umum atau race motor satu silinder dirasa cukup menggunakan alat diagnostik 4 kanal. Salah satu alat diagnostik tersebut adalah Automotive Diagnostic Tools (seperti gambar judul). Alat ini sesungguhnya adalah osiloskop 4 kanal yang dihubungan dengan sebuah laptop untuk memproses tampilan dan beberapa fungsi matematis sederhana. Karena diperuntukkan untuk memperoleh informasi kelistrikan otomotif, maka probe yang digunakan agak spesial. Berikut kelengkapannya

DSO3064-KIT-AUTOMOTIVE-DIAGNOSTIC-Hantek-OSCILLOSCOPE

Jadi alat diagnostik ini bisa diterapkan dengan menggunakan sumber dc (aki mobil) maupun ac (jala2 PLN). Karena memiliki 4 kanal maka alat ini juga dapat digunakan untuk memeriksa sinkronisasi kerja dari engine 4 silinder. Karena masukannya 4 kanal, tentunya tampilan grafiknya juga 4 kanal, seperti tampak pada gambar ini

display exp2

Nah kebetulan nanti ane akan gunakan alat ini untuk melihat konfigurasi sinyal2 yang ada disekitar ECU motor injeksi seperti NVL dan cbr150. Ditunggu saja pada artikel berikutnya..

Bagi yang pernah punya pengalaman menggunakan alat semacam ini, ane sangat berterima kasih jika mau share di sini.

Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wR wB.

Advertisements

16 responses to “[Alat Bengkel] Diagnostic Tools 4 Channel, Divais Untuk Mengetahui Kinerja ECU

  1. Bagi yang penasaran sapa yang lebih kencang n superior antara CBR Vs R15 antara SOHC over stoke Vs DOHC Overbore, silahkan melipir ke blognya potretbikers.com tpi sbelumnya siapkan mental dlu ya klo jagoan nya ada yang kalah.

  2. Salam kampleng 10x kali dari cbr. Wkwkwkwkwk. Melas jeeeee

  3. Kayak nya cb punya potensi ngamplengi nvl deh…. Walaupun pke ban gambot sekalipun. Wong cbr aja bisa ngamplengi r15 ( 15 : 0 ). Wkwkwk

  4. Kayak nya cb punya potensi ngamplengi nvl deh…. Walaupun pke ban gambot sekalipun. Wong cbr aja bisa ngamplengi r15 ( 10 : 0 ). Wkwkwk

  5. kalo mesin2 udah injeksi semua,, mau tidak mau bengkel kudu punya alat ini,, juga termasuk mengoperasikannya,, kalo nga bakal ke laut kayaknya..
    http://mansarpost.wordpress.com/2014/10/16/sobat-biker-hati-hati-niih-risiko-penyakit-yang-rentan-bagi-pemotor/

  6. canggih suhu divais nya…. ini pasti mahal
    kompatible apa saja nih?

  7. wah belum tau nih om, dulu belajar masih pakai multimeter 🙂

  8. pak dosen numpang nanya dong
    menurut pak dosen, lebih akurat mana antara pakai diagnostic tools atau melihat kedipan lampu indikator fi di speedo buat ngecek adanya trouble atau tidak pada sistem injeksi?

    • menurut ane lebih akurat diagnostic tools karena sinyal kedipannya langsung dibaca secara elektrik oleh microcontroller
      sedangkan melihat lampu MILS kadang mata kita suka salah faham, mengenai jumlah kedipan dan panjang durasinya

Pemirsa motogokil yang terhormat, jika ingin komentar mohon subscribe ulang, karena baru migrasi self hosting