motogokil.com – Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.
Pengembangan yamaha M1 V4 terlihat ketetran, jika dibandingkan dengan rival-rivalnya. Maklum sih baru juga lahir, tapi harus berjibaku melawan raksasa-raksasa mesin v4 motogp seperti ducari, aprilia dan honda. Bahkan menghadapi ktm saja harus jungkir balik agar tidak tertinggal.
Sesungguhnya perjalanan dan jadwal pengembangan yamaha m1 v4 sudah diprediksi akan berat. Akan tetapi ada hal-hal yang di luar perkiraan yang cukup signifikan ikut berkontribusi pada perlambatan pengembangan mi v4 ini. Manager Tim Monster Energy Yamaha Massimo Meregalli, mengatakan :
“Tentu saja, kami sadar ini tidak akan mudah,” ungkap Meregalli. “Tapi harus saya katakan bahwa saya pikir itu akan sedikit lebih mudah (ketimbang realitanya).”
“Sayangnya, kami menghadapi jalan yang mungkin tidak kami duga, yang sedikit memperlambat proses pengembangan,”
Nah sekarang mari kita sedikit analisis apa saja yang mungkin bisa menghambat pengembangan M1-V4 ini
- Bikin mesin sudah, tentu saja sudah dipertimbangkan konstruksi dan metalurginya, dianggap mampu menanggung power besar lebih dari 240hp. Tapi ternyata penyebab kegagalan mekanik saat diadu di lintasan bukan karena konstruksi dan metalurgi mesin saja. Ada banyak faktor lain misalnya kondisi lingkungan (suhu yang ekstrim tinggi di lintasan panas) dan karakter pembalap.
- Belum optimalnya kinerja ECU untuk mengeksplorasi kemampuan mesin, karakter ban, karakter lintasan dan karakter pembalap. Kita tahu bahwa dulu honda juga kesulitan mengadopsi unifikasi penggunaan ECU, padahal honda sudah lama mengembangkan mesin V4, apalagi yamaha yang baru 1-2 tahun.
- Performa pembalap yamaha yang terbiasa menggunakan yamaha inline-4, yang belum menyatu dengan m1 v4, yang karekter motor nya jauh berbeda. Sehingga mereka selain merasa kesulitan, mereka juga mengalami kelelahan baik secara fisik maupun psikis. Karena karakter power mesin v-4 cenderung menguras tenaga dan skill yang lebih besar ketimbang inline-4.
- Pengembangan aerodinamika yang masih ketinggalan dibandingkan rival-rivalnya. Apalagi terkadang karakter pembalap juga mempengaruhi bentuk aerodinamika yang cocok dengan gaya balapnya, ini bikin masalah semakin rumit dan ribet.
Jadi selain proses perbaikan dan pengambangan yang harus dilakukan oleh seluruh insinyur yamaha di paddock, selain harus menanggulangi permasalahan rutin setiap musim, mereka juga harus menyelesaikan dengan segera 4 permasalahan di atas. Selama mereka tetap semangat, fokus, satu visi dan sabar serta tetap menjaga atmosfer paddock yang kondusif, semua permasalahan tersebut akan bisa diselesaikan. Tinggal bagaimana kecepatan penyelesaiannya, harusnya lebih cepat dari rival-rivalnya untuk mengejar ketertinggalan sampai saat ini.
Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.
Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan