Serunya Acara Yamaha Classy HangoutDay Kudus,  Bisa Petik dan Racik Kopi Sendiri

motogokil.com – Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Yamaha mengajak konsumennya merasakan pengalaman berbeda melalui kegiatan Yamaha Classy HangoutDay yang digelar di Kota Kretek, Kudus, hari Selasa minggu yang lalu. Kegiatan tersebut menggabungkan aktivitas touring dengan pengalaman edukatif di kebun kopi Lereng Gunung Muria. Wajah antusias tampak dari para peserta sejak tiba di kawasan perkebunan kopi. Mereka diajak menyusuri hamparan kebun kopi, mengenal karakter biji kopi, hingga memetik langsung buah kopi yang telah siap panen.

Salah satu petani kopi setempat, Suparman, menjelaskan ciri biji kopi yang siap dipanen. Menurutnya, biji kopi yang matang ditandai dengan warna merah merata dan tekstur yang lunak saat dipegang. Suparman, yang telah menekuni budidaya kopi lebih dari satu dekade, mengatakan :

“Jenis kopi yang banyak ditanam di Lereng Gunung Muria adalah Robusta, meskipun ada juga beberapa petani yang menanam Arabika. Namun, Robusta lebih dominan karena kondisi alam dan ketinggian wilayah ini lebih cocok, dengan tingkat kelembapan yang mendukung,”

Pengalaman memetik kopi secara langsung menjadi hal baru bagi sebagian peserta YamahaClassy HangoutDay. Amalia, warga Mejobo, Kudus, mengaku baru pertama kali merasakan memanen kopi di kebun.

“Selama ini saya hanya tahu kalau di Lereng Gunung Muria ada kebun kopi. Baru kali ini bisa memetik buah kopi yang siap panen secara langsung,” ujarnya. Ia menambahkan, buah kopi yang dipetik belum bisa langsung diolah menjadi minuman. “Sayangnya biji kopi yang saya petik tidak bisa langsung dibuat kopi,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Suparman menjelaskan bahwa biji kopi harus melalui proses pascapanen terlebih dahulu. Setelah dipetik, biji kopi perlu dikeringkan, dan metode terbaik adalah dengan penjemuran langsung di bawah sinar matahari.

“Kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh biji kopi, tetapi juga oleh proses pengeringan setelah panen,” jelasnya.

Keseruan touring bersama Yamaha juga dirasakan Daela, peserta asal Jekulo, Kudus. Ia mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.

“Seru sekali. Terima kasih Yamaha sudah mengajak kami touring. Bisa melihat kebun kopi, memetik kopi, sampai meracik kopi sendiri,” ujarnya. Ia juga menilai Yamaha Filano yang digunakannya nyaman dikendarai, baik di jalan perkotaan yang padat maupun saat melintasi tanjakan menuju Lereng Gunung Muria.

Tak hanya itu, peserta juga mendapat kesempatan meracik kopi sendiri dengan pendampingan barista profesional.

“Racikan kopi saya katanya enak. Jadi kepikiran untuk buka kedai kopi,” ujar Daela sambil tertawa.

Bill Gunawan, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Yamaha dalam memberikan pengalaman berbeda kepada konsumen.

“Bagi Yamaha, bukan sekadar menjual motor, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen,” ujarnya dalam siaran pers.

Ia menambahkan, Yamaha juga ingin membuka wawasan dan memberi inspirasi.

“Lewat kegiatan ini, konsumen tidak hanya touring, tetapi juga belajar memilih biji kopi berkualitas dan meracik kopi dengan cita rasa yang tepat. Pengalaman ini bisa menjadi bekal jika suatu saat mereka ingin membuka usaha kopi,” pungkas Bill.

Ternyata asyik juga mengkombinasikan kegiatan touring dengan kegiatan ekonomi kemasyarakatan di daerah. Healing sekaligus memberikan pencerahan terhadap kondisi masyarakat riil di pedesaan. Semoga info ini bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

 

sumber : espos

Be the first to comment

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan