motogokil.com – Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.
Ekonomi dunia saat ini masih penuh tanda tanya, ditengah isu global dari berbagai aspek. Mulai dari perang di ukrainia, perang dagang amerika-china dan pelemahan ekonomi di banyak negara maju. Di tanah air sendiri pun terdampak, dengan ekonomi yang fluktuatif, penjualan sepeda motor Yamaha sepanjang 2025 diklaim tetap stabil. Meski permintaan pasar disebut sedikit menurun, Yamaha Indonesia mengklaim mampu menjaga performa penjualan dan bahkan mencatatkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Rifki Maulana, mengatakan bahwa kinerja penjualan Yamaha secara tahunan masih berada di jalur positif.
“Ya Alhamdulilah, year to date dibanding tahun lalu walaupun demand sedikit turun tapi kami tetap bisa stabil. Kira-kira (peningkatan) sama seperti tahun lalu, yang pasti kami ada kenaikan, cuma berapanya saya enggak bisa jawab,” ujar Rifki di Jakarta
Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan bahwa pasar roda dua nasional memang sempat mengalami koreksi secara bulanan. Pada November 2025, penjualan sepeda motor tercatat 523.591 unit, turun 11,31 persen secara month to month dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 590.362 unit. Jika dilihat secara tahunan, performa pasar justru masih bergerak positif. Pada November 2024, penjualan sepeda motor nasional berada di angka 512.942 unit. Artinya, penjualan November 2025 tumbuh 2,07 persen secara year on year.
Tren positif juga tercermin dari data kumulatif. Sepanjang Januari hingga November 2025, total penjualan sepeda motor nasional mencapai 5.950.844 unit. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan 5.929.830 unit, atau tumbuh sekitar 0,35 persen secara year to date. Menurut Rifki, kondisi pasar yang unik terlihat pada 2025, ketika penjualan mobil mengalami tekanan, sementara roda dua justru relatif bertahan. Ia menilai, ada kemungkinan pergeseran preferensi konsumen yang mencari alternatif transportasi lebih rasional.
“Bisa jadi, ini baru asumsi ya, kami kan mendorong premium kategori dari yang MAXI ini. Bisa jadi juga dengan kondisi roda empat turun, mereka beralih ke roda dua. Mungkin mencari alternatif yang lebih tepatnya,” ucap Rifki.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa pasar roda dua masih memiliki daya tahan di tengah tekanan ekonomi. Bagi Yamaha, strategi mendorong segmen premium seperti MAXI dinilai menjadi salah satu penopang utama untuk menjaga stabilitas penjualan sepanjang 2025, seiring perubahan kebutuhan dan pola konsumsi masyarakat.
Semoga info ini bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.
Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan