Cidera Tersimpan di Fikiran, Kemenangan dan Konsistensi Akan Memudarkannya

Diposting pada

motogokil.com – Assalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan.

Saat balapan motogp di amerika (COTA) minggu kemarin Kevin Schwantz menyempatkan diri melancong ke beberapa paddock beberapa tim MotoGP. Di sana ia bertemu dengan beberapa pemebalap, diantaranya adalah pembalap semasanya saat motogp masih bernama gp500 yaitu  Valentino Rossi dan juga untuk bertemu dengan beberapa pembelap muda diantaranya Pedro Acosta. Dan motogp.com pun tidak menyia-nyiakannya untuk sedikit ngobrol untuk meminta komentarnya tentang balapan yang baru saja dimenangi oleh marc marquez ini.

Dan ada beberapa hal penting yang ia utarakan mengenai pembalap pasca mengalami cidera serius, karena hal itu juga ia alami saat cidera serius di pergelangan tangan dan pinggul kirinya dulu. Dan kevin punya keyakinan bahwa suatu kemenangan pertama akan mampu meberikan motivasi moral kepada seorang pembalap pasca cidera serius untuk kembali meraih prestasinya. Dan itu pula yang ia fikirkan ketika menyaksikan kemenagan marc marquez di sachsenring, ia mengatakan :

“Saya bisa melihat balapan Sachsenring, dan hal pertama yang saya pikirkan adalah, setelah berada jauh dari motor begitu lama karena cedera, sirkuit itu akan menjadi tantangan besar baginya baik secara teknis maupun fisik. Tapi dia maju dan segera menjauh dari yang lain.”

“Saya pikir ini bisa menjadi titik balik baginya, tetapi tampaknya dia tidak dapat menemukan kepercayaan diri setelah itu di sisa sirkuit.”

Setelah marc marquez mengalami patah tulang humerus kanannya di Jerez 2020, Kevin Schwantz meyakinkan bahwa Marc akan selalu mengingat cedera ini , jadi penting bagi Cervera untuk mendapatkan kembali kecepatannya sesegera mungkin dan tidak membiarkan pikiran itu berlalu begitu saja. . menginstal terus-menerus di kepala Anda: 

” Cedera adalah sesuatu yang selalu Anda miliki di kepala Anda, Anda selalu memikirkannya….
Anda berpikir bahwa mungkin Anda tidak memiliki kemampuan yang Anda miliki sebelum cedera pada sepeda motor.”

“Anda selalu memikirkannya, tetapi saat Anda berlari dan mendapatkan konsistensi, Anda semakin dekat ke depan setiap akhir pekan, Anda dapat meletakkan pikiran itu di belakang kepala Anda, karena Anda tidak bisa membiarka fikiran tersebut selalu tetap di sana. “

Jadi menurut kevin schwantz (ks34) sebuah pengalaman cidera serius akan membekas di benak dan fikiran sang pembalap yang mengalaminya. Dan bekas goresan difikiran tersebut akan dapat melemahkan pembalap karena ia akan berfikir dengan akibat cidera ini ia tidak akan mampu kemampuan seperti sebelumnya. Akan tetapi ketia ia mulai menemukan konsistensi (atau ia berhasil konsistensi dengan usaha kerasnya) untuk selalu tampi di depan dan menang, maka ia akan sedikit demi sedikit meninggalkan goresan luka di fikiran tersebut. Karena memang seharusnya ia tidak boleh selalu mengingatnya untuk tetap melanjutkan raihan prestasi pada perjalanan karir selanjutnya.

Ternyata nggak cuma putus cinta saja yang membuat luka di hati seseorang. Putus tulang juga bisa, bahkan mungkin galaunya bisa lebih lama. Semoga bermanfaat, wassalamu’alaikum wa rochmatullohi wa barokatuh.

One thought on “Cidera Tersimpan di Fikiran, Kemenangan dan Konsistensi Akan Memudarkannya

Semoga tercerahkan dan komen mas bro juga ikut mencerahkan