Rider Motor Sport yang Lugu, Apakah Kita Termasuk Golongan ini ?

[ilustrasi]

Assalamu’alakum wa rochmatullohi wa barokatuh

Salam sejahtera buat kita semua, semoga kita semua selamat di perjalanan sampai ke tujuan

Seorang rider (apalagi rider motor sport) tidak dilarang jika masih awam. Akan tetapi jangan keterlaluan awamnya, makanya pabrikan memberikan buku panduan pengguna (owner manual). Harapannya pemilik/pengguna motor membaca dan memahami buku tersebut dan bisa memperlakukan motornya dengan sebaik-baiknya.

Akan tetapi realitanya masih ada rider yang awamnya mendekati level akut. Dari sharing yang ia sampaikan, bahwa akibat ke-awam-annya bisa berakibat pada kerusakan (parah) pada motornya. Bahkan pada praktek yang lain bisa membahayakan dirinya sendiri dan juga rider lain. Beirkut contohnya…

Mesin Rusak Parah Akibat Oli “Kering”

Berikut percakapannya yang bikin gemas komentator (ane edit supaya ringkas)

Paling tidak ada 3 ke-awam-an dari rider di atas :

  1. Tidak tahu periode ganti oli (masa ganti oli motor sport 1 tahun sekali ?)
  2. Tidak faham fungsi oli (dikiranya ada tidaknya oli tidak berpengaruh pada mesin)
  3. Tidak tahu dimana bisa melihat kondisi oli (tidak tahu posisi dip stick/tutup oli)

Ada lagi modifikasi tapi tidak tahu efeknya pada motor

Penggunaan ban cacing tidak layak buat menikung. Karena bidang sentuh ban dengan aspal terlalu kecil. Efeknya ban akan selip, geal-geol, bahkan pada kondisi yang lebih ekstrim bisa jatuh/ndlosor.

Yang menjadi pertanyaan kita bersama :

” Apakah kita termasuk rider awam seperti di atas ? atau

Apakah ada rider-rider di sekitar kita yang masih awam seperti rider di atas ? dan

Apakah ada peranan kita (yang faham) membatu mereka untuk faham (meminimalisasi ke-awam-an mereka) ?”

Mungkin bagi yang faham, membaca status seperti di atas menjadi hiburan. Akan tetapi bagi rider yang benar-benar mengalaminya, hal ini sungguh memprihatinkan. Oleh karena itu bagi yang faham jangan pelit berbagi ilmu, begitu pula dengan yang awam jangan malas belajar, bertanya kepada yang lebih faham. Keberadaan club motor dan anggotanya bisa menjadi wadah untuk sharing ilmu, untuk mengatasi ke-awam-an level akut seperti contoh di atas.

Mohon maaf jika ada salah dan kurangnya, mohon maaf juga buat yg buat status jika ini di-sharing di motogokil. Tujuannya tidak lain untuk memotivasi rider untuk tidak malas belajar, memahami tunggangannya. Semoga bermanfaat, wassalamau’alaikum warochmatullohi wa barokatuh.

6 Komentar

  1. Potret generasi pemalas…yg parah malas belajar. Belajar bkn hanya cari ilmu di sekolah tp ilmu hidup di dunia biar sukses hingga akhirat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.